<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pistol Milik Dirut BUMN Meletus di Bandara Hasanuddin, Erick Thohir Geram! Ke Rakyat Nakut-nakutin?</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir buka suara terkait insiden letusan senjata api atau pistol yang diduga milik Direktur Utama BUMN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/320/2801359/pistol-milik-dirut-bumn-meletus-di-bandara-hasanuddin-erick-thohir-geram-ke-rakyat-nakut-nakutin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/320/2801359/pistol-milik-dirut-bumn-meletus-di-bandara-hasanuddin-erick-thohir-geram-ke-rakyat-nakut-nakutin"/><item><title>Pistol Milik Dirut BUMN Meletus di Bandara Hasanuddin, Erick Thohir Geram! Ke Rakyat Nakut-nakutin?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/320/2801359/pistol-milik-dirut-bumn-meletus-di-bandara-hasanuddin-erick-thohir-geram-ke-rakyat-nakut-nakutin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/320/2801359/pistol-milik-dirut-bumn-meletus-di-bandara-hasanuddin-erick-thohir-geram-ke-rakyat-nakut-nakutin</guid><pubDate>Rabu 19 April 2023 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/19/320/2801359/pistol-milik-dirut-bumn-meletus-di-bandara-hasanuddin-erick-thohir-geram-ke-rakyat-nakut-nakutin-0xCZtCtFp3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/19/320/2801359/pistol-milik-dirut-bumn-meletus-di-bandara-hasanuddin-erick-thohir-geram-ke-rakyat-nakut-nakutin-0xCZtCtFp3.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara terkait insiden letusan senjata api atau pistol yang diduga milik Direktur Utama BUMN di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Meski dia masih mengkonfirmasi kepemilikan senjata tersebut, Erick menyayangkan bila petinggi perusahaan pelat merah harus mengantongi sebuah senjata api.

BACA JUGA:
Heboh Pistol Meletus di Bandara Makassar Diduga Milik Dirut BUMN

Menurutnya, pejabat setingkat BUMN tidak layak memiliki senjata api. Pasalnya, mereka bertugas melayani masyarakat. Bahkan, Erick menyinggung dirinya selaku pejabat negara saja tidak membawa pistol saat melakukan kunjungan kerja.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOS8xLzE2NTM3MC81L3g4azd0cTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ya saya harus pelajari dulu kan belum ada laporan tertulis segala macam. Tapi saya Menteri saja nggak bawa pistol, emang kita datang ke rakyat mesti nakut-nakutin? Ya enggak lah, rakyat mesti dilayani bukan pake pistol,&quot; ujar Erick kepada Wartawan di Kawasan GBK, Rabu (19/4/2023).

BACA JUGA:
15 Ribu Peserta Mudik Gratis BUMN Dapat Asuransi

Dia memastikan akan memberi sanksi tegas kepada Direktur Utama BUMN jika terbukti membawa senjata api saat melaksanakan penugasan.&quot;Ya pasti dong kalau ada black and white-nya. Kan tadi saya bilang Menteri-nya aja nggak bawa pistol, masa mau ketemu rakyat bawa pistol, orang mau ketemu rakyat harus melayani, masa bawa pistol,&quot; ungkap dia&amp;nbsp;
Sebelumnya, PT Angkasa I (Persero) atau AP I mencatat kejadian letusan senjata api terjadi pada Senin, 17 April 2023 lalu.
Vice President Corporate Secretary AP I, Rahadian D. Yogisworo, mengatakan insiden bermula ketika personel protokoler dari penumpang yang merupakan pemilik dari senjata api tengah dalam proses mengosongkan peluru dari senjata api.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara terkait insiden letusan senjata api atau pistol yang diduga milik Direktur Utama BUMN di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Meski dia masih mengkonfirmasi kepemilikan senjata tersebut, Erick menyayangkan bila petinggi perusahaan pelat merah harus mengantongi sebuah senjata api.

BACA JUGA:
Heboh Pistol Meletus di Bandara Makassar Diduga Milik Dirut BUMN

Menurutnya, pejabat setingkat BUMN tidak layak memiliki senjata api. Pasalnya, mereka bertugas melayani masyarakat. Bahkan, Erick menyinggung dirinya selaku pejabat negara saja tidak membawa pistol saat melakukan kunjungan kerja.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOS8xLzE2NTM3MC81L3g4azd0cTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ya saya harus pelajari dulu kan belum ada laporan tertulis segala macam. Tapi saya Menteri saja nggak bawa pistol, emang kita datang ke rakyat mesti nakut-nakutin? Ya enggak lah, rakyat mesti dilayani bukan pake pistol,&quot; ujar Erick kepada Wartawan di Kawasan GBK, Rabu (19/4/2023).

BACA JUGA:
15 Ribu Peserta Mudik Gratis BUMN Dapat Asuransi

Dia memastikan akan memberi sanksi tegas kepada Direktur Utama BUMN jika terbukti membawa senjata api saat melaksanakan penugasan.&quot;Ya pasti dong kalau ada black and white-nya. Kan tadi saya bilang Menteri-nya aja nggak bawa pistol, masa mau ketemu rakyat bawa pistol, orang mau ketemu rakyat harus melayani, masa bawa pistol,&quot; ungkap dia&amp;nbsp;
Sebelumnya, PT Angkasa I (Persero) atau AP I mencatat kejadian letusan senjata api terjadi pada Senin, 17 April 2023 lalu.
Vice President Corporate Secretary AP I, Rahadian D. Yogisworo, mengatakan insiden bermula ketika personel protokoler dari penumpang yang merupakan pemilik dari senjata api tengah dalam proses mengosongkan peluru dari senjata api.</content:encoded></item></channel></rss>
