<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Tanah Abang Sepi Jelang Lebaran 2023, Ini Penyebabnya</title><description>Pasar Tanah Abang yang terkenal ramai pemburu baju muslim hari ini atau H-2 lebaran terlihat sepi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/20/320/2801828/pasar-tanah-abang-sepi-jelang-lebaran-2023-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/20/320/2801828/pasar-tanah-abang-sepi-jelang-lebaran-2023-ini-penyebabnya"/><item><title>Pasar Tanah Abang Sepi Jelang Lebaran 2023, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/20/320/2801828/pasar-tanah-abang-sepi-jelang-lebaran-2023-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/20/320/2801828/pasar-tanah-abang-sepi-jelang-lebaran-2023-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 20 April 2023 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/20/320/2801828/pasar-tanah-abang-sepi-jelang-lebaran-2023-ini-penyebabnya-LU75Wj71KM.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Tanah Abang. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/20/320/2801828/pasar-tanah-abang-sepi-jelang-lebaran-2023-ini-penyebabnya-LU75Wj71KM.JPG</image><title>Tanah Abang. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pasar Tanah Abang yang terkenal ramai pemburu baju muslim hari ini atau H-2 lebaran terlihat sepi.
Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia hari ini, beberapa toko pun sudah tutup.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Berkah Ramadhan, Penjual Baju Muslim Tanah Abang Raup Omzet Rp50 Juta/Hari

Salah satu pedagang bernama Sahrul menuturkan, kondisi sepi ini mulai terjadi sejak memasuki bulan puasa. Adapun sebelum puasa, pembeli ramai dari masyarakat perantauan.
&amp;ldquo;Semenjak puasa justru sepi, karena ramaian sebelum puasa. Masih ada orang-orang daerah yang belanja. Harga sebenarnya tetap tidak ada kenaikan,&amp;rdquo; ujar Sahrul saat ditemui MPI, Kamis (20/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Libur Lebaran, Pasar Tanah Abang Jakpus Tutup 22 April

Dia juga mengatakan, kondisi sepi bukan hanya terjadi secara offline, namun toko onlinenya pun demikian. &quot;Di online juga sama, turun (pembelinya),&quot; ucap Sahrul.
Menurutnya, penurunan pembeli tahun ini lantaran daya beli masyarakat yang menurun. Dia memprediksi karena dampak dari aturan mudik yang sudah tidak dibatasi seperti tahun lalu serta isu resesi yang sempat bergema.


&quot;Daya belinya menurun. Mungkin karena banyak yang mudik. Jadi uangnya untuk mudik. Terus juga waktu itu (ada isu) resesi,&quot; ungkap Sahrul.
Begitu juga dengan pedagang lainnya bernama Vina juga menuturkan hal serupa. Konsumen yang datang ke lapaknya sepi dari pelanggan luar daerah. Sebab, kata dia, konsumen luar daerah adalah konsumen yang mendominasi Pasar Tanah Abang dibandingkan konsumen lokal.
&quot;Sepi sekarang. Yang dari luar daerah pada mudik kali ya. Karena pembeli di sini mayoritas dari luar daerah. Untuk hari ini yang beli cuma konsumen lokal,&quot; ucapnya.
Vina bilang, ada perbandingan antara pembeli luar daerah dengan pembeli lokal.
Adapun perbedaannya dari jumlah pembelian. Kata Vina, pembeli luar daerah suka membeli dalam jumlah banyak. Sedangkan konsumen lokal hanya membeli satuan.
Saat dihubungi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N. Mandey mengatakan bahwa jumlah pengunjung pasar tradisional tahun ini berkurang, hal itu karena efek masyarakat yang banyak mudik. Sehingga masyarakat menengah ke bawah memilih untuk berhemat untuk pengeluaran perjalanan mudik.
&quot;Masyarakat menengah ke bawah seperti pasar-pasar Tanah Abang justru berkurang pengunjungnya, karena memang masyarakat level marjinal menahan konsumsi. Ditahan-tahan untuk persiapan mudik, kan ada spending transport besar tahun ini,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar Tanah Abang yang terkenal ramai pemburu baju muslim hari ini atau H-2 lebaran terlihat sepi.
Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia hari ini, beberapa toko pun sudah tutup.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Berkah Ramadhan, Penjual Baju Muslim Tanah Abang Raup Omzet Rp50 Juta/Hari

Salah satu pedagang bernama Sahrul menuturkan, kondisi sepi ini mulai terjadi sejak memasuki bulan puasa. Adapun sebelum puasa, pembeli ramai dari masyarakat perantauan.
&amp;ldquo;Semenjak puasa justru sepi, karena ramaian sebelum puasa. Masih ada orang-orang daerah yang belanja. Harga sebenarnya tetap tidak ada kenaikan,&amp;rdquo; ujar Sahrul saat ditemui MPI, Kamis (20/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Libur Lebaran, Pasar Tanah Abang Jakpus Tutup 22 April

Dia juga mengatakan, kondisi sepi bukan hanya terjadi secara offline, namun toko onlinenya pun demikian. &quot;Di online juga sama, turun (pembelinya),&quot; ucap Sahrul.
Menurutnya, penurunan pembeli tahun ini lantaran daya beli masyarakat yang menurun. Dia memprediksi karena dampak dari aturan mudik yang sudah tidak dibatasi seperti tahun lalu serta isu resesi yang sempat bergema.


&quot;Daya belinya menurun. Mungkin karena banyak yang mudik. Jadi uangnya untuk mudik. Terus juga waktu itu (ada isu) resesi,&quot; ungkap Sahrul.
Begitu juga dengan pedagang lainnya bernama Vina juga menuturkan hal serupa. Konsumen yang datang ke lapaknya sepi dari pelanggan luar daerah. Sebab, kata dia, konsumen luar daerah adalah konsumen yang mendominasi Pasar Tanah Abang dibandingkan konsumen lokal.
&quot;Sepi sekarang. Yang dari luar daerah pada mudik kali ya. Karena pembeli di sini mayoritas dari luar daerah. Untuk hari ini yang beli cuma konsumen lokal,&quot; ucapnya.
Vina bilang, ada perbandingan antara pembeli luar daerah dengan pembeli lokal.
Adapun perbedaannya dari jumlah pembelian. Kata Vina, pembeli luar daerah suka membeli dalam jumlah banyak. Sedangkan konsumen lokal hanya membeli satuan.
Saat dihubungi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N. Mandey mengatakan bahwa jumlah pengunjung pasar tradisional tahun ini berkurang, hal itu karena efek masyarakat yang banyak mudik. Sehingga masyarakat menengah ke bawah memilih untuk berhemat untuk pengeluaran perjalanan mudik.
&quot;Masyarakat menengah ke bawah seperti pasar-pasar Tanah Abang justru berkurang pengunjungnya, karena memang masyarakat level marjinal menahan konsumsi. Ditahan-tahan untuk persiapan mudik, kan ada spending transport besar tahun ini,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
