<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deloitte, Kantor Akuntan Publik Terbesar Dunia PHK 1.200 Karyawan   </title><description>Kantor akuntan publik terbesar di dunia, Deloitte, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/24/320/2803138/deloitte-kantor-akuntan-publik-terbesar-dunia-phk-1-200-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/24/320/2803138/deloitte-kantor-akuntan-publik-terbesar-dunia-phk-1-200-karyawan"/><item><title>Deloitte, Kantor Akuntan Publik Terbesar Dunia PHK 1.200 Karyawan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/24/320/2803138/deloitte-kantor-akuntan-publik-terbesar-dunia-phk-1-200-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/24/320/2803138/deloitte-kantor-akuntan-publik-terbesar-dunia-phk-1-200-karyawan</guid><pubDate>Senin 24 April 2023 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/24/320/2803138/deloitte-kantor-akuntan-publik-terbesar-dunia-phk-1-200-karyawan-Ti2Ulw9stE.png" expression="full" type="image/jpeg">PHK Massal Deloitte. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/24/320/2803138/deloitte-kantor-akuntan-publik-terbesar-dunia-phk-1-200-karyawan-Ti2Ulw9stE.png</image><title>PHK Massal Deloitte. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Kantor akuntan publik terbesar di dunia, Deloitte, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.200 karyawan atau 1,5% dari total tenaga kerjanya di Amerika Serikat.
Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap perlambatan yang terjadi pada sisi bisnis konsultasi. Pemangkasan akan lebih tinggi di bidang-bidang seperti bisnis penasihat keuangan, yang telah dipengaruhi oleh kemerosotan dalam aktivitas merger dan akuisisi.

BACA JUGA:
Perusahaan Transportasi Online Ini Bakal PHK Besar-besaran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Bisnis kami di AS terus mengalami permintaan klien yang kuat pada beberapa waktu lalu. Namun, saat pertumbuhan melambat, kami mengambil tindakan sederhana jika diperlukan,&amp;rdquo; ujar Juru Bicara Deloitte, Senin (24/4/2023).
Seperti diketahui, Deloitte pada pandemi Covid-19 melakukan perekrutan besar-besaran saat perusahaan sedang berkembang pesat. Hal ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan permintaan dari para perusahaan yang berkonsultasi tentang mengakselerasi dan mentranformasikan teknologi ke dalam struktur organisasi karena aktivitas bekerja dari jarak jauh.

BACA JUGA:
Karyawan Kena PHK, Bos Alphabet Malah Dapat Bonus Rp3,3 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jumlah karyawan Deloitte di AS membengkak dari 65.000 pada 2021 menjadi 80.000 pada 2022.Sementara sebagian dari industri konsultasi masih tumbuh dengan kuat, sebagian lainnya mengalami kontraksi. Dalam survei khusus perbankan investasi William Blair &amp;amp; Company bulan ini, hanya sepertiga dari penasihat M&amp;amp;A yang melaporkan mengalami pertumbuhan kuartal-ke-kuartal.
Kendati demikian, PHK yang dilakukan Deloitte sedikit lebih ringan bila dibandingkan dengan perusahaan saingan, yakni EY dan KPMG. Pada bulan Februari, KPMG mengatakan melakukan pemangkasan staf penasihat dengan total hampir 2% dari tenaga kerja AS-nya.
Sementara EY mengatakan awal pekan ini, 5% staf AS-nya akan kehilangan pekerjaan mereka, yakni sekitar 3.000 orang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Kantor akuntan publik terbesar di dunia, Deloitte, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.200 karyawan atau 1,5% dari total tenaga kerjanya di Amerika Serikat.
Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap perlambatan yang terjadi pada sisi bisnis konsultasi. Pemangkasan akan lebih tinggi di bidang-bidang seperti bisnis penasihat keuangan, yang telah dipengaruhi oleh kemerosotan dalam aktivitas merger dan akuisisi.

BACA JUGA:
Perusahaan Transportasi Online Ini Bakal PHK Besar-besaran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Bisnis kami di AS terus mengalami permintaan klien yang kuat pada beberapa waktu lalu. Namun, saat pertumbuhan melambat, kami mengambil tindakan sederhana jika diperlukan,&amp;rdquo; ujar Juru Bicara Deloitte, Senin (24/4/2023).
Seperti diketahui, Deloitte pada pandemi Covid-19 melakukan perekrutan besar-besaran saat perusahaan sedang berkembang pesat. Hal ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan permintaan dari para perusahaan yang berkonsultasi tentang mengakselerasi dan mentranformasikan teknologi ke dalam struktur organisasi karena aktivitas bekerja dari jarak jauh.

BACA JUGA:
Karyawan Kena PHK, Bos Alphabet Malah Dapat Bonus Rp3,3 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jumlah karyawan Deloitte di AS membengkak dari 65.000 pada 2021 menjadi 80.000 pada 2022.Sementara sebagian dari industri konsultasi masih tumbuh dengan kuat, sebagian lainnya mengalami kontraksi. Dalam survei khusus perbankan investasi William Blair &amp;amp; Company bulan ini, hanya sepertiga dari penasihat M&amp;amp;A yang melaporkan mengalami pertumbuhan kuartal-ke-kuartal.
Kendati demikian, PHK yang dilakukan Deloitte sedikit lebih ringan bila dibandingkan dengan perusahaan saingan, yakni EY dan KPMG. Pada bulan Februari, KPMG mengatakan melakukan pemangkasan staf penasihat dengan total hampir 2% dari tenaga kerja AS-nya.
Sementara EY mengatakan awal pekan ini, 5% staf AS-nya akan kehilangan pekerjaan mereka, yakni sekitar 3.000 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
