<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bank Raya (AGRO) Anjlok 90% di Kuartal I-2023, Ini Penyebabnya</title><description>PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih Rp4,37 miliar pada kuartal I-2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/278/2803496/laba-bank-raya-agro-anjlok-90-di-kuartal-i-2023-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/278/2803496/laba-bank-raya-agro-anjlok-90-di-kuartal-i-2023-ini-penyebabnya"/><item><title>Laba Bank Raya (AGRO) Anjlok 90% di Kuartal I-2023, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/278/2803496/laba-bank-raya-agro-anjlok-90-di-kuartal-i-2023-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/278/2803496/laba-bank-raya-agro-anjlok-90-di-kuartal-i-2023-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 25 April 2023 10:20 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/25/278/2803496/laba-bank-raya-agro-anjlok-90-di-kuartal-i-2023-ini-penyebabnya-2vEFU6zO6q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bank Raya Anjlok. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/25/278/2803496/laba-bank-raya-agro-anjlok-90-di-kuartal-i-2023-ini-penyebabnya-2vEFU6zO6q.jpg</image><title>Laba Bank Raya Anjlok. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih Rp4,37 miliar pada kuartal I-2023. Laba terusebut anjlok 90,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp47,71 miliar.
Turunnya laba Bank Raya terjadi di tengah terpuruknya pemberian kredit dan peningkatan beban.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2023 AGRO, penyusutan laba bersih Bank Raya didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang turun 33,77% yoy menjadi Rp123,81 miliar. Pendapatan berbasis komisi atau fee based income pun turun 16,75% yoy menjadi Rp3,08 miliar.

BACA JUGA:
Sunindo Pratama (SUNI) Kantongi Laba Rp62,80 Miliar, Melesat 169,17% di 2022

Sementara pendapatan bunga senilai Rp237,2 miliar atau turun 18,05% yoy dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp289,43 miliar.
Adapun sejumlah beban mengalami peningkatan. Beban tenaga kerja misalnya membengkak 13,15% yoy menjadi Rp80,27 miliar. Begitu juga dengan beban promosi naik 20,97% yoy menjadi Rp7,21 miliar.
Rasio profitabilitas perseroan pun memburuk. Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) emiten bank berkode AGRO ini turun 278 basis poin (bps) dari 3,45% pada kuartal I 2022 menjadi 0,67% pada kuartal I 2023.

BACA JUGA:
Laba Garuda Metalindo (BOLT) Melesat 105,06% di Sepanjang 2022&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemudian, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) turun 855 bps dari 9,11% pada kuartal I 2022 menjadi hanya 0,56% pada kuartal I 2023. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan pun susut 12 bps menjadi 3,61%.
Sementara itu, laba operasional yang dibukukan AGRO di kuartal pertama tahun ini hanya senilai Rp20,38 miliar atau ambles 83,61% yoy. Penurunan tajam pada laba operasional ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan beban gaji dan tunjangan, serta beban umum dan administrasi.Dari sisi intermediasi, AGRO telah menyalurkan kredit Rp6,86 triliun pada kuartal I 2023, turun 27,94% yoy. Aset pun turun 4,16% yoy menjadi Rp12,64 triliun.
Kemampuan bank dalam mengelola aset berkualitasnya pun terganggu. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross AGRO menebal dari 1,4% per 31 Maret 2022 menjadi 4,1% per 31 Maret 2023.
Begitu juga dengan NPL nett yang naik dari 0,21% pada kuartal I 2022 menjadi 0,76% pada kuartal I 2023.
Dari sisi pendanaan, Bank Raya berhasil meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp8,74 triliun pada kuartal I 2023, turun 13,89%. Disusul dengan dana murah atau current account savings account (CASA) perseroan yang susut 54,14% yoy menjadi Rp2,1 triliun.



</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih Rp4,37 miliar pada kuartal I-2023. Laba terusebut anjlok 90,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp47,71 miliar.
Turunnya laba Bank Raya terjadi di tengah terpuruknya pemberian kredit dan peningkatan beban.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2023 AGRO, penyusutan laba bersih Bank Raya didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang turun 33,77% yoy menjadi Rp123,81 miliar. Pendapatan berbasis komisi atau fee based income pun turun 16,75% yoy menjadi Rp3,08 miliar.

BACA JUGA:
Sunindo Pratama (SUNI) Kantongi Laba Rp62,80 Miliar, Melesat 169,17% di 2022

Sementara pendapatan bunga senilai Rp237,2 miliar atau turun 18,05% yoy dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp289,43 miliar.
Adapun sejumlah beban mengalami peningkatan. Beban tenaga kerja misalnya membengkak 13,15% yoy menjadi Rp80,27 miliar. Begitu juga dengan beban promosi naik 20,97% yoy menjadi Rp7,21 miliar.
Rasio profitabilitas perseroan pun memburuk. Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) emiten bank berkode AGRO ini turun 278 basis poin (bps) dari 3,45% pada kuartal I 2022 menjadi 0,67% pada kuartal I 2023.

BACA JUGA:
Laba Garuda Metalindo (BOLT) Melesat 105,06% di Sepanjang 2022&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemudian, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) turun 855 bps dari 9,11% pada kuartal I 2022 menjadi hanya 0,56% pada kuartal I 2023. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan pun susut 12 bps menjadi 3,61%.
Sementara itu, laba operasional yang dibukukan AGRO di kuartal pertama tahun ini hanya senilai Rp20,38 miliar atau ambles 83,61% yoy. Penurunan tajam pada laba operasional ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan beban gaji dan tunjangan, serta beban umum dan administrasi.Dari sisi intermediasi, AGRO telah menyalurkan kredit Rp6,86 triliun pada kuartal I 2023, turun 27,94% yoy. Aset pun turun 4,16% yoy menjadi Rp12,64 triliun.
Kemampuan bank dalam mengelola aset berkualitasnya pun terganggu. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross AGRO menebal dari 1,4% per 31 Maret 2022 menjadi 4,1% per 31 Maret 2023.
Begitu juga dengan NPL nett yang naik dari 0,21% pada kuartal I 2022 menjadi 0,76% pada kuartal I 2023.
Dari sisi pendanaan, Bank Raya berhasil meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp8,74 triliun pada kuartal I 2023, turun 13,89%. Disusul dengan dana murah atau current account savings account (CASA) perseroan yang susut 54,14% yoy menjadi Rp2,1 triliun.



</content:encoded></item></channel></rss>
