<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bagikan Tips Hadapi Suhu Panas Ekstrim di Indonesia</title><description>Suhu panas ekstrim tengah melanda Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/320/2803600/erick-thohir-bagikan-tips-hadapi-suhu-panas-ekstrim-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/320/2803600/erick-thohir-bagikan-tips-hadapi-suhu-panas-ekstrim-di-indonesia"/><item><title>Erick Thohir Bagikan Tips Hadapi Suhu Panas Ekstrim di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/320/2803600/erick-thohir-bagikan-tips-hadapi-suhu-panas-ekstrim-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/25/320/2803600/erick-thohir-bagikan-tips-hadapi-suhu-panas-ekstrim-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 25 April 2023 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/25/320/2803600/erick-thohir-bagikan-tips-hadapi-suhu-panas-ekstrim-di-indonesia-HhxWcq4240.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/25/320/2803600/erick-thohir-bagikan-tips-hadapi-suhu-panas-ekstrim-di-indonesia-HhxWcq4240.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Suhu panas ekstrim tengah melanda Indonesia. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap peningkatan cuaca tersebut.
Saat ini masyarakat masih melakukan aktivitas Lebaran dan mudik/arus balik 2023. Di tengah pergerakan masa itu, Erick berpesan agar masyarakat tetap mengkonsumsi air putih agar tidak terhidrasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Momen Erick Thohir Bertemu Jamaah Umrah di Makkah, Titip Doa Pemimpin Amanah

Selain itu, beristirahat yang cukup. Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan di luar rumah, disarankan agar tetap di rumah saja.
&quot;Waspada peningkatan suhu dan cuaca panas ya! Aktivitas Lebaran dan mudik masih terus berlanjut, tetap berhati-hati dan jangan lupa minum air putih agar terhidrasi, cukup istirahat, di rumah saja jika perlu,&quot; ungkap Erick melalui akun Instagramnya, Selasa (25/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Larang BUMN Gelar Halal Bihalal

Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan ada beberapa penyebab gelombang panas terjadi di Indonesia.
Pertama, dinamika atmosfer yang tidak biasa, kedua suhu panas bulan April di wilayah Asia Selatan secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu Matahari, lonjakan panas tahun 2023 adalah yang terparah.


Ketiga, tren pemanasan global dan perubahan iklim, gelombang panas &quot;heatwave&quot; semakin berisiko berpeluang terjadi 30 kali lebih sering.
Keempat, Dominasi monsun Australia, membuat Indonesia memasuki musim kemarau. Dan kelima, intensitas maksimum radiasi Matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan.
Bukan cuma Indonesia, beberapa negara tetangga Indonesia pun ikut mengalaminya. Sebut saja Bangladesh yang suhunya mencapai 51 derajat celcius. India juga demikian, suhu di negara itu tercatat lebih dari 40 derajat celcius.
Saking panasnya, India sampai melaporkan aspal jalanan meleleh dan 11 orang meninggal dunia karena kepanasan. Kondisi yang mengkhawatirkan, bukan? Lantas, apakah Indonesia juga sedang mengalami yang namanya gelombang panas alias heat wave?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Indonesia tidak alami gelombang panas (heat wave).
&quot;Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi suhu maksimum udara permukaan tergolong panas,&quot; tulis BMKG dalam laporan resmi yang disebarkan melalui Instagram, dikutip MNC Portal.</description><content:encoded>JAKARTA - Suhu panas ekstrim tengah melanda Indonesia. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap peningkatan cuaca tersebut.
Saat ini masyarakat masih melakukan aktivitas Lebaran dan mudik/arus balik 2023. Di tengah pergerakan masa itu, Erick berpesan agar masyarakat tetap mengkonsumsi air putih agar tidak terhidrasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Momen Erick Thohir Bertemu Jamaah Umrah di Makkah, Titip Doa Pemimpin Amanah

Selain itu, beristirahat yang cukup. Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan di luar rumah, disarankan agar tetap di rumah saja.
&quot;Waspada peningkatan suhu dan cuaca panas ya! Aktivitas Lebaran dan mudik masih terus berlanjut, tetap berhati-hati dan jangan lupa minum air putih agar terhidrasi, cukup istirahat, di rumah saja jika perlu,&quot; ungkap Erick melalui akun Instagramnya, Selasa (25/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Larang BUMN Gelar Halal Bihalal

Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan ada beberapa penyebab gelombang panas terjadi di Indonesia.
Pertama, dinamika atmosfer yang tidak biasa, kedua suhu panas bulan April di wilayah Asia Selatan secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu Matahari, lonjakan panas tahun 2023 adalah yang terparah.


Ketiga, tren pemanasan global dan perubahan iklim, gelombang panas &quot;heatwave&quot; semakin berisiko berpeluang terjadi 30 kali lebih sering.
Keempat, Dominasi monsun Australia, membuat Indonesia memasuki musim kemarau. Dan kelima, intensitas maksimum radiasi Matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan.
Bukan cuma Indonesia, beberapa negara tetangga Indonesia pun ikut mengalaminya. Sebut saja Bangladesh yang suhunya mencapai 51 derajat celcius. India juga demikian, suhu di negara itu tercatat lebih dari 40 derajat celcius.
Saking panasnya, India sampai melaporkan aspal jalanan meleleh dan 11 orang meninggal dunia karena kepanasan. Kondisi yang mengkhawatirkan, bukan? Lantas, apakah Indonesia juga sedang mengalami yang namanya gelombang panas alias heat wave?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Indonesia tidak alami gelombang panas (heat wave).
&quot;Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi suhu maksimum udara permukaan tergolong panas,&quot; tulis BMKG dalam laporan resmi yang disebarkan melalui Instagram, dikutip MNC Portal.</content:encoded></item></channel></rss>
