<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badai PHK Belum Usai, Disney Pangkas 4.000 Karyawan Pekan Ini</title><description>Badai PHK belum usai, teranyar Disney akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2803920/badai-phk-belum-usai-disney-pangkas-4-000-karyawan-pekan-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2803920/badai-phk-belum-usai-disney-pangkas-4-000-karyawan-pekan-ini"/><item><title>Badai PHK Belum Usai, Disney Pangkas 4.000 Karyawan Pekan Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2803920/badai-phk-belum-usai-disney-pangkas-4-000-karyawan-pekan-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2803920/badai-phk-belum-usai-disney-pangkas-4-000-karyawan-pekan-ini</guid><pubDate>Rabu 26 April 2023 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/26/320/2803920/badai-phk-belum-usai-disney-pangkas-4-000-karyawan-pekan-ini-Zujb2XVJFm.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Disney PHK karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/26/320/2803920/badai-phk-belum-usai-disney-pangkas-4-000-karyawan-pekan-ini-Zujb2XVJFm.jpeg</image><title>Disney PHK karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Badai PHK belum usai, teranyar Disney akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawannya di seluruh dunia pekan ini. Ini merupakan gelombang PHK kedua dan yang terbesar dilakukan perusahaan.
Gelombang PHK ini akan mempengaruhi divisi Disney Entertainment, ESPN, Disney Parks dan Divisi Pengalaman dan produk (Experiences and Product). Keputusan ini pun menjadi bagian dari rencana perusahaan untuk memberhentikan 7.000 karyawannya.

BACA JUGA:
PHK Besar-besaran, Disney Pecat 7 Ribu Karyawan


&quot;Putaran terakhir PHK terjadi setelah gelombang pertama awal bulan lalu, dan akan membuat jumlah total pekerjaan yang hilang di seluruh perusahaan menjadi 4.000,&quot; ujar perusahaan dikutip Variety, Rabu (26/4/2023).

BACA JUGA:
Disney PHK 7.000 Karyawan Minggu Ini, Siap-Siap Jadi Pengangguran


Sementara itu, gelombang PHK ketiga dan terakhir diperkirakan akan dimulai menjelang musim panas. Itu akan membawa perusahaan merampungkan PHK terhadap 7.000 karyawan atau mewakili 3,2% dari total karyawan sebanyak 220.000 di seluruh dunia per 1 Oktober lalu.
Disney pertama kali mengumumkan rencana PHK pada bulan Februari setelah Bob Iger kembali sebagai CEO. Iger dengan cepat menerapkan strategi penghematan biaya, dengan putaran pertama pengurangan staf dimulai 27 Maret 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Reorganisasi ini akan menghasilkan pendekatan yang lebih hemat biaya  dan terkoordinasi untuk operasi kami,&quot; ujar CEO Disney Bob Iger saat  pertama kali mengumumkan pemangkasan karyawan.
Adapun PHK merupakan bagian dari upaya Disney untuk mencapai  penghematan biaya sekitar USD 5,5 miliar atau Rp. 81,9 triliun (asumsi  kurs Rp. 14.901). Dari jumlah tersebut, USD 2,5 miliar mewakili biaya  non-konten, salah satunya adalah biaya tenaga kerja. Selain itu, Disney  juga bertujuan untuk melakukan pengurangan biaya tahunan sebesar USD 3  miliar dalam biaya konten non-olahraga, yang diharapkan akan terwujud  selama beberapa tahun ke depan.
&amp;ldquo;Ini adalah waktu transisi bagi Disney, dan perubahan ini  mempengaruhi perusahaan secara keseluruhan, terlepas dari apakah peran  anda termasuk yang terdampak atau tidak,&amp;rdquo; pungkas perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Badai PHK belum usai, teranyar Disney akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawannya di seluruh dunia pekan ini. Ini merupakan gelombang PHK kedua dan yang terbesar dilakukan perusahaan.
Gelombang PHK ini akan mempengaruhi divisi Disney Entertainment, ESPN, Disney Parks dan Divisi Pengalaman dan produk (Experiences and Product). Keputusan ini pun menjadi bagian dari rencana perusahaan untuk memberhentikan 7.000 karyawannya.

BACA JUGA:
PHK Besar-besaran, Disney Pecat 7 Ribu Karyawan


&quot;Putaran terakhir PHK terjadi setelah gelombang pertama awal bulan lalu, dan akan membuat jumlah total pekerjaan yang hilang di seluruh perusahaan menjadi 4.000,&quot; ujar perusahaan dikutip Variety, Rabu (26/4/2023).

BACA JUGA:
Disney PHK 7.000 Karyawan Minggu Ini, Siap-Siap Jadi Pengangguran


Sementara itu, gelombang PHK ketiga dan terakhir diperkirakan akan dimulai menjelang musim panas. Itu akan membawa perusahaan merampungkan PHK terhadap 7.000 karyawan atau mewakili 3,2% dari total karyawan sebanyak 220.000 di seluruh dunia per 1 Oktober lalu.
Disney pertama kali mengumumkan rencana PHK pada bulan Februari setelah Bob Iger kembali sebagai CEO. Iger dengan cepat menerapkan strategi penghematan biaya, dengan putaran pertama pengurangan staf dimulai 27 Maret 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Reorganisasi ini akan menghasilkan pendekatan yang lebih hemat biaya  dan terkoordinasi untuk operasi kami,&quot; ujar CEO Disney Bob Iger saat  pertama kali mengumumkan pemangkasan karyawan.
Adapun PHK merupakan bagian dari upaya Disney untuk mencapai  penghematan biaya sekitar USD 5,5 miliar atau Rp. 81,9 triliun (asumsi  kurs Rp. 14.901). Dari jumlah tersebut, USD 2,5 miliar mewakili biaya  non-konten, salah satunya adalah biaya tenaga kerja. Selain itu, Disney  juga bertujuan untuk melakukan pengurangan biaya tahunan sebesar USD 3  miliar dalam biaya konten non-olahraga, yang diharapkan akan terwujud  selama beberapa tahun ke depan.
&amp;ldquo;Ini adalah waktu transisi bagi Disney, dan perubahan ini  mempengaruhi perusahaan secara keseluruhan, terlepas dari apakah peran  anda termasuk yang terdampak atau tidak,&amp;rdquo; pungkas perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
