<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Masih Impor 80% Bahan Baku Susu Segar, Kemenperin Colek Belanda</title><description>Indonesia masih kekurangan bahan baku susu segar sehingga 80% harus impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2804073/ri-masih-impor-80-bahan-baku-susu-segar-kemenperin-colek-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2804073/ri-masih-impor-80-bahan-baku-susu-segar-kemenperin-colek-belanda"/><item><title>RI Masih Impor 80% Bahan Baku Susu Segar, Kemenperin Colek Belanda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2804073/ri-masih-impor-80-bahan-baku-susu-segar-kemenperin-colek-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/320/2804073/ri-masih-impor-80-bahan-baku-susu-segar-kemenperin-colek-belanda</guid><pubDate>Rabu 26 April 2023 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/26/320/2804073/ri-masih-impor-80-bahan-baku-susu-segar-kemenperin-colek-belanda-uIpBqYzDow.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia impor bahan baku susu (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/26/320/2804073/ri-masih-impor-80-bahan-baku-susu-segar-kemenperin-colek-belanda-uIpBqYzDow.jpg</image><title>Indonesia impor bahan baku susu (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masih kekurangan bahan baku susu segar sehingga 80% harus impor. Untuk itu, Kementerian Perindustrian tengah menggenjot penyediaan sapi perah yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) sebagai bahan baku.
Adapun salah satu upayanya dengan melakukan kunjungan kerja ke Belanda untuk penjajakan kerja sama dengan perusahaan sapi perah di sana.

BACA JUGA:
Impor Pakaian Bekas Ilegal Tambah Jumlah Sampah Indonesia, Ini Buktinya 


&quot;Pertengahan April lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja ke Belanda bertemu dengan Kementerian Pertanian, Alam, dan Kualitas Makanan (Ministerie van Landbouw, Natuur en Voedselkwaliteit/LNV), Organisasi Pertanian dan Hortikultura di Belanda (Land-en Tuinbouw Organisatie Nederland/LTO), perusahan Friesland Campina NV., dan beberapa petani sapi perah binaan Friesland Campina di daerah Makingga dan Warder, Belanda,&quot; ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, Rabu (26/4/2023).

BACA JUGA:
Soal Impor KRL Bekas Jepang, Erick Thohir: Kalau Mahal Tak Jadi!


&amp;ldquo;Tujuan kunker kami ke Belanda selain penjajakan kerja sama dan investasi dalam hal penyediaan sapi perah. Kami juga ingin mengetahui proses peternakan sapi perah secara modern dan berkelanjutan. Termasuk kami melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan susu Friesland Campina di Leeuwarden,&amp;rdquo; sebutnya.
Menurut Putu, hasil kunjungan tersebut mendapat tanggapan yang positif, baik dari LNV maupun LTO. Belanda memiliki berbagai potensi yang dapat dijajaki lebih lanjut dengan berbagai pihak di Indonesia, khususnya dengan pihak swasta yang tertarik dengan investasi sapi perah ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMi80LzE2NTE4OS81L3g4azBwNHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada pertemuan dengan LNV, Dirjen Industri Agro menyampaikan bahwa  kondisi industri pengolahan susu di Indonesia saat ini mengalami  kekurangan bahan baku susu segar sebesar 80%. Oleh karenanya, terdapat  keinginan beberapa perusahaan besar pengolahan susu di Indonesia yang  ingin membeli sapi perah asli dari Belanda (Holstein), dengan total  sebanyak 8-16 ribu ekor.
&amp;ldquo;Kami menawarkan Indonesia sebagai &amp;lsquo;a new hope for Dutch cattle&amp;rsquo;,  karena peternak sapi perah Belanda dapat merelokasi sapi perahnya ke  Indonesia maupun melakukan investasi di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Putu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masih kekurangan bahan baku susu segar sehingga 80% harus impor. Untuk itu, Kementerian Perindustrian tengah menggenjot penyediaan sapi perah yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) sebagai bahan baku.
Adapun salah satu upayanya dengan melakukan kunjungan kerja ke Belanda untuk penjajakan kerja sama dengan perusahaan sapi perah di sana.

BACA JUGA:
Impor Pakaian Bekas Ilegal Tambah Jumlah Sampah Indonesia, Ini Buktinya 


&quot;Pertengahan April lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja ke Belanda bertemu dengan Kementerian Pertanian, Alam, dan Kualitas Makanan (Ministerie van Landbouw, Natuur en Voedselkwaliteit/LNV), Organisasi Pertanian dan Hortikultura di Belanda (Land-en Tuinbouw Organisatie Nederland/LTO), perusahan Friesland Campina NV., dan beberapa petani sapi perah binaan Friesland Campina di daerah Makingga dan Warder, Belanda,&quot; ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, Rabu (26/4/2023).

BACA JUGA:
Soal Impor KRL Bekas Jepang, Erick Thohir: Kalau Mahal Tak Jadi!


&amp;ldquo;Tujuan kunker kami ke Belanda selain penjajakan kerja sama dan investasi dalam hal penyediaan sapi perah. Kami juga ingin mengetahui proses peternakan sapi perah secara modern dan berkelanjutan. Termasuk kami melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan susu Friesland Campina di Leeuwarden,&amp;rdquo; sebutnya.
Menurut Putu, hasil kunjungan tersebut mendapat tanggapan yang positif, baik dari LNV maupun LTO. Belanda memiliki berbagai potensi yang dapat dijajaki lebih lanjut dengan berbagai pihak di Indonesia, khususnya dengan pihak swasta yang tertarik dengan investasi sapi perah ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMi80LzE2NTE4OS81L3g4azBwNHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada pertemuan dengan LNV, Dirjen Industri Agro menyampaikan bahwa  kondisi industri pengolahan susu di Indonesia saat ini mengalami  kekurangan bahan baku susu segar sebesar 80%. Oleh karenanya, terdapat  keinginan beberapa perusahaan besar pengolahan susu di Indonesia yang  ingin membeli sapi perah asli dari Belanda (Holstein), dengan total  sebanyak 8-16 ribu ekor.
&amp;ldquo;Kami menawarkan Indonesia sebagai &amp;lsquo;a new hope for Dutch cattle&amp;rsquo;,  karena peternak sapi perah Belanda dapat merelokasi sapi perahnya ke  Indonesia maupun melakukan investasi di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Putu.</content:encoded></item></channel></rss>
