<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapa Pemilik Toko Joger di Bali? Ini Sosoknya</title><description>Siapa Pemilik Toko Joger di Bali? Ini Sosoknya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/455/2803850/siapa-pemilik-toko-joger-di-bali-ini-sosoknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/455/2803850/siapa-pemilik-toko-joger-di-bali-ini-sosoknya"/><item><title>Siapa Pemilik Toko Joger di Bali? Ini Sosoknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/455/2803850/siapa-pemilik-toko-joger-di-bali-ini-sosoknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/26/455/2803850/siapa-pemilik-toko-joger-di-bali-ini-sosoknya</guid><pubDate>Rabu 26 April 2023 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Destriana Indria Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/26/455/2803850/siapa-pemilik-toko-joger-di-bali-ini-sosoknya-bHJBnFwHfS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto:Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/26/455/2803850/siapa-pemilik-toko-joger-di-bali-ini-sosoknya-bHJBnFwHfS.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto:Freepik)</title></images><description>JAKARTA-Siapa pemilik Toko Joger di Bali? Ini sosoknya. Setiap tahunnya, ada ribuan turis lokal mau pun mancanegara yang datang ke pulau Baili dikarenakan terkenal dengan pemandanganya serta oleh-olehnya.

BACA JUGA:
Siapa Pemilik Toko Krisna Bali? Ini Sosoknya

Berkunjung ke Bali tentu tidak afdal jika tidak membeli kaus bermerek Joger sebagai buah tangan.  Tak hanya kaus, Joger juga memiliki banyak souvenir lain yang cukup unik.
Saking terkenalnya produk Joger, lantas siapa pemilik Toko Joger di Bali? Merangkum dari laman Joger Jelek, sosok di balik kepopuleran merek Joger adalah Joseph Theodorus Wulianadi.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Pemilik Khong Guan, Biskuit Andalan Lebaran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Joseph Theodorus Wulianadi lahir di Denpasar, Bali, pada 9 September 1951. Ia merupakan lulusan sekolah perhotelan di Hotelfachshule, Bad Wiesee, Jerman Barat pada 1970-an. Ia memulai perjalanan bisnisnya pada akhir tahun 1980.
Kala itu ia memberanikan diri membuka toko kecil di Jl Sulawesi, No 37, Denpasar, atau dekat dengan Pasar Badung. Joseph sempat didatangi pihak kantor perdagangan dan memintanya untuk memberikan nama pada toko kecilnya agar bisa dibedakan dengan toko-toko lain.
Sosok Joseph yang cukup nyeleneh tentu tidak ingin memilih nama toko yang terdengar umum. Ia pun memutar otak untuk mencari nama yang benar-benar unik hingga akhirnya menemukan kata JOGER (E dalam kata tersebut dibaca seperti membaca Enak atau Ekonomi).
Ternyata, kata Joger yang ia temukan bukan tanpa sebab. Joseph mendapatkan nama tersebut dari gabungan nama dua depannya Joseph Theodorus Wulianadi dan tiga nama depan  Mr Gergard Seeger.
Mr Gergard Seeger sendiri merupakan sahabatnya saat ia sekolah di Jerman dan ia juga pernah menggelontorkan dana senilai USD 20 ribu sebagai hadiah pernikahan Joseph dan Istrinya, Ery Kusdarijati.

Atas kebaikan hati sang sahabat inilah akhirnya ia menggunakan namanya dan nama sahabatnya sebagai nama toko. Nama Joger sendiri akhirnya resmi digunakan pada 19 Januari 1981.
Joger memiliki permintaan pasar yang sangat besar, namun Joseph tak ingin membuka cabang dimana-mana. Ia lalu memindahkan toko ke Jl Raya Kuta, Kuta, Bali, pada 7 Juli 1987 dan melarang penjualan semua produk bermerek dagang Joger di luar gerai sejak 1990.
(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA-Siapa pemilik Toko Joger di Bali? Ini sosoknya. Setiap tahunnya, ada ribuan turis lokal mau pun mancanegara yang datang ke pulau Baili dikarenakan terkenal dengan pemandanganya serta oleh-olehnya.

BACA JUGA:
Siapa Pemilik Toko Krisna Bali? Ini Sosoknya

Berkunjung ke Bali tentu tidak afdal jika tidak membeli kaus bermerek Joger sebagai buah tangan.  Tak hanya kaus, Joger juga memiliki banyak souvenir lain yang cukup unik.
Saking terkenalnya produk Joger, lantas siapa pemilik Toko Joger di Bali? Merangkum dari laman Joger Jelek, sosok di balik kepopuleran merek Joger adalah Joseph Theodorus Wulianadi.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Pemilik Khong Guan, Biskuit Andalan Lebaran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Joseph Theodorus Wulianadi lahir di Denpasar, Bali, pada 9 September 1951. Ia merupakan lulusan sekolah perhotelan di Hotelfachshule, Bad Wiesee, Jerman Barat pada 1970-an. Ia memulai perjalanan bisnisnya pada akhir tahun 1980.
Kala itu ia memberanikan diri membuka toko kecil di Jl Sulawesi, No 37, Denpasar, atau dekat dengan Pasar Badung. Joseph sempat didatangi pihak kantor perdagangan dan memintanya untuk memberikan nama pada toko kecilnya agar bisa dibedakan dengan toko-toko lain.
Sosok Joseph yang cukup nyeleneh tentu tidak ingin memilih nama toko yang terdengar umum. Ia pun memutar otak untuk mencari nama yang benar-benar unik hingga akhirnya menemukan kata JOGER (E dalam kata tersebut dibaca seperti membaca Enak atau Ekonomi).
Ternyata, kata Joger yang ia temukan bukan tanpa sebab. Joseph mendapatkan nama tersebut dari gabungan nama dua depannya Joseph Theodorus Wulianadi dan tiga nama depan  Mr Gergard Seeger.
Mr Gergard Seeger sendiri merupakan sahabatnya saat ia sekolah di Jerman dan ia juga pernah menggelontorkan dana senilai USD 20 ribu sebagai hadiah pernikahan Joseph dan Istrinya, Ery Kusdarijati.

Atas kebaikan hati sang sahabat inilah akhirnya ia menggunakan namanya dan nama sahabatnya sebagai nama toko. Nama Joger sendiri akhirnya resmi digunakan pada 19 Januari 1981.
Joger memiliki permintaan pasar yang sangat besar, namun Joseph tak ingin membuka cabang dimana-mana. Ia lalu memindahkan toko ke Jl Raya Kuta, Kuta, Bali, pada 7 Juli 1987 dan melarang penjualan semua produk bermerek dagang Joger di luar gerai sejak 1990.
(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
