<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Anjlok, WTI Dibanderol USD74/Barel</title><description>Harga minyak dunia anjlok hampir empat 4% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804354/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd74-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804354/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd74-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Anjlok, WTI Dibanderol USD74/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804354/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd74-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804354/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd74-barel</guid><pubDate>Kamis 27 April 2023 08:46 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/27/320/2804354/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd74-barel-3VjBrR9iEO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/27/320/2804354/harga-minyak-dunia-anjlok-wti-dibanderol-usd74-barel-3VjBrR9iEO.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak dunia anjlok hampir empat 4% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak mentah memperpanjang penurunan tajam sesi sebelumnya, terseret kekhawatiran terus-menerus atas permintaan karena meningkatnya kekhawatiran resesi untuk ekonomi terbesar dunia itu.
Melansir Antara, Kamis (27/4/2023), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, anjlok USD2,77 atau 3,59% menjadi USD74,30 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Siapa Penemu Minyak Pertama di Indonesia?


Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni jatuh USD3,08 atau 3,81% menjadi USD77,69 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak mundur ke level sebelum pemotongan produksi sukarela oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya pada awal April.

BACA JUGA:
Kenapa Sorong Disebut Kota Minyak? 


Minyak WTI menemukan dirinya di bawah tekanan material meskipun laporan persediaan minyak oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) bullish pada Rabu (26/4/2023), kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.
&quot;Pedagang fokus pada risiko resesi karena laporan terbaru dari First Republic Bank menunjukkan bahwa krisis perbankan di AS belum berakhir,&quot; tambah Zernov.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMi8xLzE2NDg0My81L3g4am9oZ3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Persediaan minyak mentah komersial AS turun 5,1 juta barel dalam  pekan yang berakhir 21 April, berlawanan dengan ekspektasi pasar untuk  penurunan sekitar 1,5 juta barel, menurut data mingguan yang dikeluarkan  oleh EIA.
Stok bensin dan sulingan juga turun, masing-masing jatuh 2,4 juta  barel menjadi 221,1 juta barel dan jatuh hampir 600.000 barel menjadi  111,5 juta barel, kata EIA.
&quot;Pasar tampaknya lebih fokus pada resesi yang mungkin sedang  berlangsung daripada beberapa statistik EIA saat ini yang umumnya  cenderung bullish,&quot; kata Jim Ritterbusch dari konsultan Ritterbusch and  Associates.
Investor juga khawatir atas potensi kenaikan suku bunga oleh  bank-bank sentral yang memerangi inflasi dapat memperlambat pertumbuhan  ekonomi dan mengurangi permintaan energi di Amerika Serikat, Inggris,  dan Uni Eropa.
Federal Reserve AS, Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Eropa  diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. The Fed  akan menggelar pertemuan pada 2-3 Mei.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak dunia anjlok hampir empat 4% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak mentah memperpanjang penurunan tajam sesi sebelumnya, terseret kekhawatiran terus-menerus atas permintaan karena meningkatnya kekhawatiran resesi untuk ekonomi terbesar dunia itu.
Melansir Antara, Kamis (27/4/2023), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, anjlok USD2,77 atau 3,59% menjadi USD74,30 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Siapa Penemu Minyak Pertama di Indonesia?


Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni jatuh USD3,08 atau 3,81% menjadi USD77,69 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak mundur ke level sebelum pemotongan produksi sukarela oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya pada awal April.

BACA JUGA:
Kenapa Sorong Disebut Kota Minyak? 


Minyak WTI menemukan dirinya di bawah tekanan material meskipun laporan persediaan minyak oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) bullish pada Rabu (26/4/2023), kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.
&quot;Pedagang fokus pada risiko resesi karena laporan terbaru dari First Republic Bank menunjukkan bahwa krisis perbankan di AS belum berakhir,&quot; tambah Zernov.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMi8xLzE2NDg0My81L3g4am9oZ3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Persediaan minyak mentah komersial AS turun 5,1 juta barel dalam  pekan yang berakhir 21 April, berlawanan dengan ekspektasi pasar untuk  penurunan sekitar 1,5 juta barel, menurut data mingguan yang dikeluarkan  oleh EIA.
Stok bensin dan sulingan juga turun, masing-masing jatuh 2,4 juta  barel menjadi 221,1 juta barel dan jatuh hampir 600.000 barel menjadi  111,5 juta barel, kata EIA.
&quot;Pasar tampaknya lebih fokus pada resesi yang mungkin sedang  berlangsung daripada beberapa statistik EIA saat ini yang umumnya  cenderung bullish,&quot; kata Jim Ritterbusch dari konsultan Ritterbusch and  Associates.
Investor juga khawatir atas potensi kenaikan suku bunga oleh  bank-bank sentral yang memerangi inflasi dapat memperlambat pertumbuhan  ekonomi dan mengurangi permintaan energi di Amerika Serikat, Inggris,  dan Uni Eropa.
Federal Reserve AS, Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Eropa  diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. The Fed  akan menggelar pertemuan pada 2-3 Mei.
</content:encoded></item></channel></rss>
