<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Daging Ayam Tembus Rp50 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya</title><description>Harga daging ayam tembus Rp50.000 per kg di beberapa pasar tradisional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804484/harga-daging-ayam-tembus-rp50-ribu-per-kg-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804484/harga-daging-ayam-tembus-rp50-ribu-per-kg-ini-penyebabnya"/><item><title>Harga Daging Ayam Tembus Rp50 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804484/harga-daging-ayam-tembus-rp50-ribu-per-kg-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/27/320/2804484/harga-daging-ayam-tembus-rp50-ribu-per-kg-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 27 April 2023 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/27/320/2804484/harga-daging-ayam-tembus-rp50-ribu-per-kg-ini-penyebabnya-2KjFbFodv4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga daging ayam naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/27/320/2804484/harga-daging-ayam-tembus-rp50-ribu-per-kg-ini-penyebabnya-2KjFbFodv4.jpg</image><title>Harga daging ayam naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga daging ayam tembus Rp50.000 per kg di beberapa pasar tradisional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim harga tersebut memang terjadi di beberapa daerah tergantung di mana lokasi jualannya.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa menerangkan, ada beberapa faktor sampai akhirnya pedagang menjual daging ayam di harga tinggi.

BACA JUGA:
Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam hingga Cabai Mahal


Seperti di antaranya, lokasi lapak pedagang. Kata dia, jika konsumen membelinya di lapak pedagang yang berada di luar maka harga yang dipatok bisa tinggi. Beda halnya jika konsumen membelinya di dalam, maka harganya bisa lebih murah.
&quot;Ayam itu harganya variatif.  Saya mengalami langsung kemarin waktu beli di pasar sederhana saya langsung turun, begitu kami masuk melihat harga enak tuh di dalam tapi begitu saya ke luar harganya tinggi. Jadi itu seninya pasar tradisional. Belum lagi kalau mereka melihat pembelinya itu pakai baju rapi, bisa beda lagi harganya,&quot; ujar Ketut kepada awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (27/4/2023).

BACA JUGA:
Harga Daging Ayam Tembus Rp23.000/Kg, Pedagang: Jelang Nataru Pasti Naik


&quot;Jadi kalau mau beli ayam di pasar itu nggak boleh di satu pedagang. Pilih-pilih yang lain juga mana yang harganya murah. Karena variatif harganya,&quot; tambahnya.
Lebih lanjut Ketut menjelaskan, faktor lainnya bisa disebabkan karena ukuran ayam yang berbeda-beda. Jika ukuran ayam di bawah 1,2 kilogram (kg) diberi harga Rp50.000, maka itu sudah termasuk tinggi. Begitu juga dengan ukuran di atas 1,2 kg. Pasalnya, harga ayam ukuran besar di atas 1,2 kg, paling tidak harganya di sekitar Rp35.000-37.000.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yMy80LzE2NTQ4OC81L3g4a2J4cDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;HAP (Harga Acuan Pembelian) nya kan Rp27.000, jadi kalau sudah  melebih itu jauh (bisa tembus Rp50.000) itu sudah dikatakan tinggi,&quot;  imbuhnya.
Di samping itu, Ketut juga tidak menampik bahwa beberapa hari ini  harga daging ayam mengalami kenaikan 3-5%. Namun, menurutnya, harga yang  terjadi beberapa hari ini masih ditingkat wajar. Beberapa pedagang dan  pembeli yang didatangi Bapanas pun tidak banyak yang mengeluh dengan  harga saat ini.
&quot;Kami langsung ke lapangan hampir semua melaporkan bahwa ada kenaikan  memang sedikit, ada yang 3% sampai 5% makanya kami selalu katakan masih  dalam kondisi wajar,&quot; kata Ketut.
&quot;Saya sendiri nanya juga langsung ke konsumen, Bu bagaimana, mereka  bilang wajar. Sebagian besar pedagang juga kami tanya hampir 10 orang  tidak ada yang mengeluh. Seperti yang saya sampaikan tadi harga di pasar  tradisional itu bervariatif,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga daging ayam tembus Rp50.000 per kg di beberapa pasar tradisional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim harga tersebut memang terjadi di beberapa daerah tergantung di mana lokasi jualannya.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa menerangkan, ada beberapa faktor sampai akhirnya pedagang menjual daging ayam di harga tinggi.

BACA JUGA:
Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam hingga Cabai Mahal


Seperti di antaranya, lokasi lapak pedagang. Kata dia, jika konsumen membelinya di lapak pedagang yang berada di luar maka harga yang dipatok bisa tinggi. Beda halnya jika konsumen membelinya di dalam, maka harganya bisa lebih murah.
&quot;Ayam itu harganya variatif.  Saya mengalami langsung kemarin waktu beli di pasar sederhana saya langsung turun, begitu kami masuk melihat harga enak tuh di dalam tapi begitu saya ke luar harganya tinggi. Jadi itu seninya pasar tradisional. Belum lagi kalau mereka melihat pembelinya itu pakai baju rapi, bisa beda lagi harganya,&quot; ujar Ketut kepada awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (27/4/2023).

BACA JUGA:
Harga Daging Ayam Tembus Rp23.000/Kg, Pedagang: Jelang Nataru Pasti Naik


&quot;Jadi kalau mau beli ayam di pasar itu nggak boleh di satu pedagang. Pilih-pilih yang lain juga mana yang harganya murah. Karena variatif harganya,&quot; tambahnya.
Lebih lanjut Ketut menjelaskan, faktor lainnya bisa disebabkan karena ukuran ayam yang berbeda-beda. Jika ukuran ayam di bawah 1,2 kilogram (kg) diberi harga Rp50.000, maka itu sudah termasuk tinggi. Begitu juga dengan ukuran di atas 1,2 kg. Pasalnya, harga ayam ukuran besar di atas 1,2 kg, paling tidak harganya di sekitar Rp35.000-37.000.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yMy80LzE2NTQ4OC81L3g4a2J4cDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;HAP (Harga Acuan Pembelian) nya kan Rp27.000, jadi kalau sudah  melebih itu jauh (bisa tembus Rp50.000) itu sudah dikatakan tinggi,&quot;  imbuhnya.
Di samping itu, Ketut juga tidak menampik bahwa beberapa hari ini  harga daging ayam mengalami kenaikan 3-5%. Namun, menurutnya, harga yang  terjadi beberapa hari ini masih ditingkat wajar. Beberapa pedagang dan  pembeli yang didatangi Bapanas pun tidak banyak yang mengeluh dengan  harga saat ini.
&quot;Kami langsung ke lapangan hampir semua melaporkan bahwa ada kenaikan  memang sedikit, ada yang 3% sampai 5% makanya kami selalu katakan masih  dalam kondisi wajar,&quot; kata Ketut.
&quot;Saya sendiri nanya juga langsung ke konsumen, Bu bagaimana, mereka  bilang wajar. Sebagian besar pedagang juga kami tanya hampir 10 orang  tidak ada yang mengeluh. Seperti yang saya sampaikan tadi harga di pasar  tradisional itu bervariatif,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
