<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Tembus Rp328 Triliun tapi Sedikit Serap Tenaga Kerja RI, Ada Apa?</title><description>Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi periode Januari-Maret 2023 sebesar Rp328,9 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805218/investasi-tembus-rp328-triliun-tapi-sedikit-serap-tenaga-kerja-ri-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805218/investasi-tembus-rp328-triliun-tapi-sedikit-serap-tenaga-kerja-ri-ada-apa"/><item><title>Investasi Tembus Rp328 Triliun tapi Sedikit Serap Tenaga Kerja RI, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805218/investasi-tembus-rp328-triliun-tapi-sedikit-serap-tenaga-kerja-ri-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805218/investasi-tembus-rp328-triliun-tapi-sedikit-serap-tenaga-kerja-ri-ada-apa</guid><pubDate>Jum'at 28 April 2023 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/28/320/2805218/investasi-tembus-rp328-triliun-tapi-sedikit-serap-tenaga-kerja-ri-ada-apa-EDNs8unhOP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi Investasi Tinggi tapi Serapan Tenaga Kerja Masih Sedikit. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/28/320/2805218/investasi-tembus-rp328-triliun-tapi-sedikit-serap-tenaga-kerja-ri-ada-apa-EDNs8unhOP.jpg</image><title>Realisasi Investasi Tinggi tapi Serapan Tenaga Kerja Masih Sedikit. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi periode Januari-Maret 2023 sebesar Rp328,9 triliun. Dengan serapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) hanya 384.892 orang.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia pun mengakui pencapaian antara keduanya tidak berbanding lurus. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor.

BACA JUGA:
Realisasi Investasi di Luar Pulau Jawa Mendominasi, Ini Sejumlah Faktor Pendorongnya&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Salah satunya, realisasi investasi masih di dominasi oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya serta sektor industri kimia dan farmasi yang mana banyak menggunakan teknologi dibandingkan tenaga manusia.
&quot;Aku harus akui itu jadi antara target investasi kita atau nilai investasi kita terhadap tenaga kerja itu tidak berbanding lurus. Karena investasi kita itu bukan lagi padat karya yang banyak. Kalau kita mau bangun hilirisasi bauksit, nikel, tembaga mana ada pake manusia palingan bangun konstruksinya saja setelah itu dioperasikan oleh mesin,&quot; ujar Bahlil dalam konferensi pers, Jumat (28/4/2023).

BACA JUGA:
Realisasi Investasi Rp328 Triliun di Kuartal I-2023 Serap 384.892 Tenaga Kerja

Sambung dia menerangkan, realisasi investasi juga banyak dari sektor pertambangan seperti contohnya di Freeport. Dalam pengerjaan tambang di sana, semua dioperasikan oleh mesin yang tersambung pada remot kontrol. Sehingga, jikapun ada tenaga kerja manusia hanyalah beberapa orang.
&quot;Ini nggak bisa di apa-apain ini teknologi semua. Begitu canggihnya teknologi yang ada pada pengelolaan kita ini,&quot; ucap Bahlil.Kendati demikian, ia menyadari bahwa meningkatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tetap menjadi hal yang difokuskan pemerintah. Maka dari itu, Bahlil tak henti-hentinya mendorong perusahaan, apabila pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh tenaga kerja manusia tetap dikerjakan secara manual.
&quot;Jadi kita blending. Ada bagian yang harus kita padatkan lapangan pekerjaan dan ada bagian secara teknologi yang memang harus kita akui bahwa tanpa teknologi nggak bisa kita membangun industri skala besar,&quot; kata Bahlil.
Dia menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah menggenjot UMKM agar bisa menambah lapangan pekerjaan manusia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi periode Januari-Maret 2023 sebesar Rp328,9 triliun. Dengan serapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) hanya 384.892 orang.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia pun mengakui pencapaian antara keduanya tidak berbanding lurus. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor.

BACA JUGA:
Realisasi Investasi di Luar Pulau Jawa Mendominasi, Ini Sejumlah Faktor Pendorongnya&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Salah satunya, realisasi investasi masih di dominasi oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya serta sektor industri kimia dan farmasi yang mana banyak menggunakan teknologi dibandingkan tenaga manusia.
&quot;Aku harus akui itu jadi antara target investasi kita atau nilai investasi kita terhadap tenaga kerja itu tidak berbanding lurus. Karena investasi kita itu bukan lagi padat karya yang banyak. Kalau kita mau bangun hilirisasi bauksit, nikel, tembaga mana ada pake manusia palingan bangun konstruksinya saja setelah itu dioperasikan oleh mesin,&quot; ujar Bahlil dalam konferensi pers, Jumat (28/4/2023).

BACA JUGA:
Realisasi Investasi Rp328 Triliun di Kuartal I-2023 Serap 384.892 Tenaga Kerja

Sambung dia menerangkan, realisasi investasi juga banyak dari sektor pertambangan seperti contohnya di Freeport. Dalam pengerjaan tambang di sana, semua dioperasikan oleh mesin yang tersambung pada remot kontrol. Sehingga, jikapun ada tenaga kerja manusia hanyalah beberapa orang.
&quot;Ini nggak bisa di apa-apain ini teknologi semua. Begitu canggihnya teknologi yang ada pada pengelolaan kita ini,&quot; ucap Bahlil.Kendati demikian, ia menyadari bahwa meningkatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tetap menjadi hal yang difokuskan pemerintah. Maka dari itu, Bahlil tak henti-hentinya mendorong perusahaan, apabila pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh tenaga kerja manusia tetap dikerjakan secara manual.
&quot;Jadi kita blending. Ada bagian yang harus kita padatkan lapangan pekerjaan dan ada bagian secara teknologi yang memang harus kita akui bahwa tanpa teknologi nggak bisa kita membangun industri skala besar,&quot; kata Bahlil.
Dia menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah menggenjot UMKM agar bisa menambah lapangan pekerjaan manusia.</content:encoded></item></channel></rss>
