<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terminal LNG Bali Dibangun di Atas Laut, Ini Alasan Menko Luhut</title><description>Pembangunan terminal Liquified Natural Gas (LNG) akan dibangun di lepas pantai Bali</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805219/terminal-lng-bali-dibangun-di-atas-laut-ini-alasan-menko-luhut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805219/terminal-lng-bali-dibangun-di-atas-laut-ini-alasan-menko-luhut"/><item><title>Terminal LNG Bali Dibangun di Atas Laut, Ini Alasan Menko Luhut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805219/terminal-lng-bali-dibangun-di-atas-laut-ini-alasan-menko-luhut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/28/320/2805219/terminal-lng-bali-dibangun-di-atas-laut-ini-alasan-menko-luhut</guid><pubDate>Jum'at 28 April 2023 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/28/320/2805219/terminal-lng-bali-dibangun-di-atas-laut-ini-alasan-menko-luhut-yBCOk5NAgI.png" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Menko Luhut Bangun LNG Bali di Atas Laut (Foto: Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/28/320/2805219/terminal-lng-bali-dibangun-di-atas-laut-ini-alasan-menko-luhut-yBCOk5NAgI.png</image><title>Alasan Menko Luhut Bangun LNG Bali di Atas Laut (Foto: Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan mengatakan bahwa pembangunan terminal Liquified Natural Gas (LNG) akan dibangun di lepas pantai Bali melalui perbaikan konfigurasi midstream offshore dengan mempertimbangkan kelestarian mangrove maupun keindahan area wisata.

Selain itu, karena alasan lain yang mendasari adalah tidak akan mengganggu lalu lintas kapal dan biaya pembangunan lebih efisien.

BACA JUGA:Pembangunan LNG Sidakarya Topang Ketahanan Energi Bali&amp;nbsp;


Meskipun sebelumnya, beberapa kajian telah dilakukan oleh Pemprov Bali terkait rencana lokasi pembangunan LNG di Sidakarya namun masih diperlukan analisa yang komprehensif terutama terkait sustainable quality tourism, ekosistem mangrove, aspek keamanan dan keselamatan pelayaran, serta efisiensi biaya.

&quot;Oleh sebab itu, kami ingin segera ada kajian yang melibatkan bukan hanya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), tetapi juga dari akademisi,&quot; kata Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat (28/4/2023)

BACA JUGA:Bali Tengah Kaji Pembangunan Terminal Khusus LNG&amp;nbsp;


Luhut menjelaskan, pihaknya akan mengoordinasikan pembahasan lanjutan atas usulan offshore dari PLN tersebut dengan melibatkan kementerian/lembaga dan para pihak terkait. Melihat kondisi laut yang ada, Menko Luhut juga menyinggung tentang pengolahan sampah.



Sebelumnya, Menko Luhut meninjau secara langsung lokasi rencana infrastruktur LNG di perairan Serangan/Sidakarya dan Pelabuhan Benoa dengan menggunakan speedboat.



Rencana pembangunan terminal LNG ini dilakukan dalam upaya mendukung penggunaan energi bersih dan bentuk implementasi program net zero emission di tahun 2060 atau lebih cepat.



Pada kondisi normal, kebutuhan listrik di Bali mencapai 1.100 megawatt dan diperkirakan pertumbuhan tenaga listrik Bali tahun 2045 sebesar 24 TWh sehingga LNG akan menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat Bali.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan mengatakan bahwa pembangunan terminal Liquified Natural Gas (LNG) akan dibangun di lepas pantai Bali melalui perbaikan konfigurasi midstream offshore dengan mempertimbangkan kelestarian mangrove maupun keindahan area wisata.

Selain itu, karena alasan lain yang mendasari adalah tidak akan mengganggu lalu lintas kapal dan biaya pembangunan lebih efisien.

BACA JUGA:Pembangunan LNG Sidakarya Topang Ketahanan Energi Bali&amp;nbsp;


Meskipun sebelumnya, beberapa kajian telah dilakukan oleh Pemprov Bali terkait rencana lokasi pembangunan LNG di Sidakarya namun masih diperlukan analisa yang komprehensif terutama terkait sustainable quality tourism, ekosistem mangrove, aspek keamanan dan keselamatan pelayaran, serta efisiensi biaya.

&quot;Oleh sebab itu, kami ingin segera ada kajian yang melibatkan bukan hanya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), tetapi juga dari akademisi,&quot; kata Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat (28/4/2023)

BACA JUGA:Bali Tengah Kaji Pembangunan Terminal Khusus LNG&amp;nbsp;


Luhut menjelaskan, pihaknya akan mengoordinasikan pembahasan lanjutan atas usulan offshore dari PLN tersebut dengan melibatkan kementerian/lembaga dan para pihak terkait. Melihat kondisi laut yang ada, Menko Luhut juga menyinggung tentang pengolahan sampah.



Sebelumnya, Menko Luhut meninjau secara langsung lokasi rencana infrastruktur LNG di perairan Serangan/Sidakarya dan Pelabuhan Benoa dengan menggunakan speedboat.



Rencana pembangunan terminal LNG ini dilakukan dalam upaya mendukung penggunaan energi bersih dan bentuk implementasi program net zero emission di tahun 2060 atau lebih cepat.



Pada kondisi normal, kebutuhan listrik di Bali mencapai 1.100 megawatt dan diperkirakan pertumbuhan tenaga listrik Bali tahun 2045 sebesar 24 TWh sehingga LNG akan menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat Bali.</content:encoded></item></channel></rss>
