<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta Utang Pemerintah Naik Lagi Tembus Rp7.879 Triliun</title><description>Utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun hingga akhir Maret 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2804605/7-fakta-utang-pemerintah-naik-lagi-tembus-rp7-879-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2804605/7-fakta-utang-pemerintah-naik-lagi-tembus-rp7-879-triliun"/><item><title>7 Fakta Utang Pemerintah Naik Lagi Tembus Rp7.879 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2804605/7-fakta-utang-pemerintah-naik-lagi-tembus-rp7-879-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2804605/7-fakta-utang-pemerintah-naik-lagi-tembus-rp7-879-triliun</guid><pubDate>Sabtu 29 April 2023 04:16 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/27/320/2804605/7-fakta-utang-pemerintah-naik-lagi-tembus-rp7-879-triliun-Z1pxo0Fnf3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang pemerintah naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/27/320/2804605/7-fakta-utang-pemerintah-naik-lagi-tembus-rp7-879-triliun-Z1pxo0Fnf3.jpg</image><title>Utang pemerintah naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun hingga akhir Maret 2023. Jika dibandingkan bulan lalu, utang pemerintah naik Rp17,39 triliun dari sebelumnya Rp7.861,69 triliun.
Dengan utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun maka rasio utang terhadap PDB sebesar 39,17%.

BACA JUGA:
Utang Pemerintah Naik Lagi, Kini Tembus Rp7.879 Triliun per Maret 2023

Berikut fakta yang dirangkum Okezone, Sabtu (29/4/2023) tentang utang pemerintah naik lagi.
1.	Tercatat Utang Rp7.879 Hingga Akhir Maret
Utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun hingga akhir Maret 2023. Jika dibandingkan bulan lalu, utang pemerintah naik Rp17,39 triliun dari sebelumnya Rp7.861,69 triliun.

BACA JUGA:
Utang Pemerintah Tembus Rp7.879 Triliun per Maret 2023, Masih Aman?


2.	Capai Rasio PDB 39,17%
Dengan utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun maka rasio utang terhadap PDB sebesar 39,17%.
3.	Batasan Utang Masih Batas Aman
Berdasarkan batasan utang yang ditetapkan melalui UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang sebesar 60% PDB, utang pemerintah berada di dalam batas aman dan terkendali.
&quot;Pemerintah senantiasa melakukan pengelolaan utang secara hati-hati dengan risiko yang terkendali melalui komposisi yang optimal, baik terkait mata uang, suku bunga, maupun jatuh tempo,&quot; tulis keterangan Kemenkeu berdasarkan data APBN Kita, Jakarta, Rabu (26/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
4.	Komposisi Utang Surat Berharga hingga Pinjaman
Data per 31 Maret 2023, komposisi utang pemerintah yang mencapai  Rp7.879,07 triliun terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar  89,02% dan pinjaman 10,98%.
Secara rinci, jumlah utang pemerintah dalam bentuk SBN sebesar  Rp7.013,58 triliun. Terdiri dari SBN dalam bentuk domestik Rp5.658,77  triliun yang berasal dari Surat Utang Negara Rp4.600,97 triliun dan  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp1.057,80 triliun.
5.	Utang Pemerintah Valuta Asing Hingga Maret 2023
Jumlah utang pemerintah dalam bentuk SBN valuta asing hingga Maret  2023 sebesar Rp1.354,81 triliun, terdiri dari Surat Utang Negara  Rp1.056,40 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp298,42  triliun.
Kemudian, jumlah utang pemerintah dalam bentuk pinjaman mencapai  Rp865,48 triliun yang terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp21,31  triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp844,17 triliun.
6.	Rincian Pinjaman Luar Negeri
Secara rinci, pinjaman luar negeri sebesar Rp865,48 triliun terdiri  dari bilateral sebesar Rp264,69 triliun, multilateral sebesar Rp527,13  triliun dan commercial banks sebesar Rp52,35 triliun.
7.	Didominasi Utang Domestik
Sejalan dengan kebijakan umum pembiayaan utang untuk mengoptimalkan  sumber pembiayaan dalam negeri dan memanfaatkan utang luar negeri  sebagai pelengkap, komposisi utang pemerintah didominasi oleh utang  domestik yaitu 72,09%.
Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD turut berkontribusi  menurunkan jumlah nilai utang pemerintah yang beredar per akhir Maret  2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun hingga akhir Maret 2023. Jika dibandingkan bulan lalu, utang pemerintah naik Rp17,39 triliun dari sebelumnya Rp7.861,69 triliun.
Dengan utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun maka rasio utang terhadap PDB sebesar 39,17%.

BACA JUGA:
Utang Pemerintah Naik Lagi, Kini Tembus Rp7.879 Triliun per Maret 2023

Berikut fakta yang dirangkum Okezone, Sabtu (29/4/2023) tentang utang pemerintah naik lagi.
1.	Tercatat Utang Rp7.879 Hingga Akhir Maret
Utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun hingga akhir Maret 2023. Jika dibandingkan bulan lalu, utang pemerintah naik Rp17,39 triliun dari sebelumnya Rp7.861,69 triliun.

BACA JUGA:
Utang Pemerintah Tembus Rp7.879 Triliun per Maret 2023, Masih Aman?


2.	Capai Rasio PDB 39,17%
Dengan utang pemerintah mencapai Rp7.879,07 triliun maka rasio utang terhadap PDB sebesar 39,17%.
3.	Batasan Utang Masih Batas Aman
Berdasarkan batasan utang yang ditetapkan melalui UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang sebesar 60% PDB, utang pemerintah berada di dalam batas aman dan terkendali.
&quot;Pemerintah senantiasa melakukan pengelolaan utang secara hati-hati dengan risiko yang terkendali melalui komposisi yang optimal, baik terkait mata uang, suku bunga, maupun jatuh tempo,&quot; tulis keterangan Kemenkeu berdasarkan data APBN Kita, Jakarta, Rabu (26/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
4.	Komposisi Utang Surat Berharga hingga Pinjaman
Data per 31 Maret 2023, komposisi utang pemerintah yang mencapai  Rp7.879,07 triliun terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar  89,02% dan pinjaman 10,98%.
Secara rinci, jumlah utang pemerintah dalam bentuk SBN sebesar  Rp7.013,58 triliun. Terdiri dari SBN dalam bentuk domestik Rp5.658,77  triliun yang berasal dari Surat Utang Negara Rp4.600,97 triliun dan  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp1.057,80 triliun.
5.	Utang Pemerintah Valuta Asing Hingga Maret 2023
Jumlah utang pemerintah dalam bentuk SBN valuta asing hingga Maret  2023 sebesar Rp1.354,81 triliun, terdiri dari Surat Utang Negara  Rp1.056,40 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp298,42  triliun.
Kemudian, jumlah utang pemerintah dalam bentuk pinjaman mencapai  Rp865,48 triliun yang terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp21,31  triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp844,17 triliun.
6.	Rincian Pinjaman Luar Negeri
Secara rinci, pinjaman luar negeri sebesar Rp865,48 triliun terdiri  dari bilateral sebesar Rp264,69 triliun, multilateral sebesar Rp527,13  triliun dan commercial banks sebesar Rp52,35 triliun.
7.	Didominasi Utang Domestik
Sejalan dengan kebijakan umum pembiayaan utang untuk mengoptimalkan  sumber pembiayaan dalam negeri dan memanfaatkan utang luar negeri  sebagai pelengkap, komposisi utang pemerintah didominasi oleh utang  domestik yaitu 72,09%.
Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD turut berkontribusi  menurunkan jumlah nilai utang pemerintah yang beredar per akhir Maret  2023.</content:encoded></item></channel></rss>
