<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Kaum Muda Pilih Belanja Thrifting</title><description>Belanja barang bekas atau thrifting kerap jadi pilihan pertama para anak-anak muda</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805457/alasan-kaum-muda-pilih-belanja-thrifting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805457/alasan-kaum-muda-pilih-belanja-thrifting"/><item><title>Alasan Kaum Muda Pilih Belanja Thrifting</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805457/alasan-kaum-muda-pilih-belanja-thrifting</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805457/alasan-kaum-muda-pilih-belanja-thrifting</guid><pubDate>Sabtu 29 April 2023 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/29/320/2805457/alasan-kaum-muda-pilih-belanja-thrifting-1NGs0EaJpf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren Belanja Baju Bekas Diprediksi Berlipat Ganda hingga 2026. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/29/320/2805457/alasan-kaum-muda-pilih-belanja-thrifting-1NGs0EaJpf.jpg</image><title>Tren Belanja Baju Bekas Diprediksi Berlipat Ganda hingga 2026. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA - Belanja barang bekas atau thrifting kerap jadi pilihan pertama para anak-anak muda. Alasannya pun beragam mulai dari harga murah, merek hingga bisa mengurangi sampah dan polusi.
Diaspora Indonesia yang bekerja di Washington DC Zaid Najmudin mengaku bangga bisa ikut serta dalam upaya melestarikan lingkungan.
&amp;ldquo;Kita mendaur ulang pakaian. Bisa donasi dan donasi itu bisa dibeli orang lagi dan digunakan lagi. Ngga dibuang jadi sebuah sampah di dunia ini. Juga mengalahkan fast fashion, yang memproduksi terus setiap tahunnya pakaian-pakaian baru dan orang hanya pakai sekali dan beli lagi beli lagi. Itu namanya fast fashion. Jadi mengurangi waste dengan melakukan thrifting,&amp;rdquo; kata Zaid, dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (29/4/2023).

BACA JUGA:
Tak Mudah Diberantas, Menteri Teten Ungkap Modus Bisnis Baju Bekas Impor Online

Jika berhubungan dengan gaya, Zaid Najmudin menambahkan manfaat lain dari thrifting yang ia rasakan.
&amp;ldquo;Dengan thrifting, kemungkinan orang lain punya (barang yang kita beli) juga lebih sedikit lagi,&amp;rdquo; ujar Zaid.

BACA JUGA:
Hampir 15 Ribu Bal Baju Bekas Impor Dimusnahkan Senilai Rp118 Miliar

Seorang Diaspora Indonesia yang bekerja sebagai Retail Team Leader Goodwill, Raka Adam menilai, kembalinya gaya fashion di masa lalu, juga menjadi alasan bagi para remaja untuk datang ke thrift store.
&amp;ldquo;Anak-anak SMA mereka datang, banyak yang sering nyari-nyari barang, baju segala macam apalagi trend style tahun 2000-an itu udah mulai naik jadi mereka sering datang ke sini nyari-nyari baju itu,&amp;rdquo; kata Raka.Hal lain juga disampaikan Diaspora Indonesia di Maryland, Nadia Al-Arif. Menurutnya belanja di thrift store karena barang lebih bagus buat environment, tidak support fast fashion, big fashion chain yang suka mubazir dengan baju yang diproduksi.
&amp;ldquo;Kita dengan beli dari thrift store kita juga tidak mendukung big chain yang pollute our environment, yang mungkin underpaid their worker. Kalo beli di thrif store menurut aku lebih ethical aja sih,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Belanja barang bekas atau thrifting kerap jadi pilihan pertama para anak-anak muda. Alasannya pun beragam mulai dari harga murah, merek hingga bisa mengurangi sampah dan polusi.
Diaspora Indonesia yang bekerja di Washington DC Zaid Najmudin mengaku bangga bisa ikut serta dalam upaya melestarikan lingkungan.
&amp;ldquo;Kita mendaur ulang pakaian. Bisa donasi dan donasi itu bisa dibeli orang lagi dan digunakan lagi. Ngga dibuang jadi sebuah sampah di dunia ini. Juga mengalahkan fast fashion, yang memproduksi terus setiap tahunnya pakaian-pakaian baru dan orang hanya pakai sekali dan beli lagi beli lagi. Itu namanya fast fashion. Jadi mengurangi waste dengan melakukan thrifting,&amp;rdquo; kata Zaid, dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (29/4/2023).

BACA JUGA:
Tak Mudah Diberantas, Menteri Teten Ungkap Modus Bisnis Baju Bekas Impor Online

Jika berhubungan dengan gaya, Zaid Najmudin menambahkan manfaat lain dari thrifting yang ia rasakan.
&amp;ldquo;Dengan thrifting, kemungkinan orang lain punya (barang yang kita beli) juga lebih sedikit lagi,&amp;rdquo; ujar Zaid.

BACA JUGA:
Hampir 15 Ribu Bal Baju Bekas Impor Dimusnahkan Senilai Rp118 Miliar

Seorang Diaspora Indonesia yang bekerja sebagai Retail Team Leader Goodwill, Raka Adam menilai, kembalinya gaya fashion di masa lalu, juga menjadi alasan bagi para remaja untuk datang ke thrift store.
&amp;ldquo;Anak-anak SMA mereka datang, banyak yang sering nyari-nyari barang, baju segala macam apalagi trend style tahun 2000-an itu udah mulai naik jadi mereka sering datang ke sini nyari-nyari baju itu,&amp;rdquo; kata Raka.Hal lain juga disampaikan Diaspora Indonesia di Maryland, Nadia Al-Arif. Menurutnya belanja di thrift store karena barang lebih bagus buat environment, tidak support fast fashion, big fashion chain yang suka mubazir dengan baju yang diproduksi.
&amp;ldquo;Kita dengan beli dari thrift store kita juga tidak mendukung big chain yang pollute our environment, yang mungkin underpaid their worker. Kalo beli di thrif store menurut aku lebih ethical aja sih,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
