<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Lepas Ekspor 30 Ribu Metrik Ton Baja ke Italia</title><description>Zulkifli Hasan melepas ekspor baja canai panas (hot rolled coil/HRC) produksi PT Krakatau Steel</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805679/mendag-lepas-ekspor-30-ribu-metrik-ton-baja-ke-italia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805679/mendag-lepas-ekspor-30-ribu-metrik-ton-baja-ke-italia"/><item><title>Mendag Lepas Ekspor 30 Ribu Metrik Ton Baja ke Italia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805679/mendag-lepas-ekspor-30-ribu-metrik-ton-baja-ke-italia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/29/320/2805679/mendag-lepas-ekspor-30-ribu-metrik-ton-baja-ke-italia</guid><pubDate>Sabtu 29 April 2023 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/29/320/2805679/mendag-lepas-ekspor-30-ribu-metrik-ton-baja-ke-italia-Mt3He3PHqQ.png" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Lepas Ekspor Baja ke Italia. (Foto: Okezone.com/Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/29/320/2805679/mendag-lepas-ekspor-30-ribu-metrik-ton-baja-ke-italia-Mt3He3PHqQ.png</image><title>Mendag Lepas Ekspor Baja ke Italia. (Foto: Okezone.com/Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melepas ekspor baja canai panas (hot rolled coil/HRC) produksi PT Krakatau Steel (Persero) ke Italia dengan volume 30 ribu metrik ton dengan nilai senilai Rp315 miliar.
Pelepasan ekspor berlangsung di Dermaga Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port), Cilegon, Banten. Hal ini pun dinilai semakin mengukuhkan posisi Indonesia di sektor baja global.
Zulhas mengatakan, dari sisi struktur produk ekspor Indonesia sepanjang tahun 2022, ekspor besi baja berkontribusi sebesar USD27,82 miliar atau menjadi penyumbang ekspor ke-3 terbesar dengan pangsa 9,5% dari total ekspor 2022, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
&amp;ldquo;Secara  bertahap, ekspor Indonesia berubah komposisinya. Hasil baja sudah mencapai peringkat 3 ekspor unggulan Indonesia setelah batu bara dan minyak sawit. Pelaku industri baja adalah pahlawannya,&amp;rdquo; ujar Mendag Zulkifli Hasan, Jumat (28/4/2023).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo menjelaskan, pengiriman ekspor ke Italia tersebut menambah kontribusi Krakatau Steel terhadap devisa negara sebesar USD21,15 juta atau setara dengan Rp315 miliar.
&amp;ldquo;Dengan adanya penambahan kapasitas sehingga total produksi mencapai sebesar 5,60 juta ton per tahun, kami terus membuka peluang untuk kebutuhan domestik maupun sebesar 30 persen untuk pasar ekspor, terutama wilayah Eropa,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dengan demikian, Mendag mendorong para pelaku industri terutama produsen baja untuk terus menerapkan hilirisasi besi dan baja.Mendag Zulkifli Hasan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaku industri menerapkan hilirisasi yang menciptakan nilai tambah dan mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, upaya hilirisasi di sektor besi dan baja telah sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia negara maju tahun 2045
&amp;ldquo;Oleh karena itu, upaya-upaya hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah perlu menjadi prioritas pemerintah. Untuk menjadi negara maju, tidak ada pilihan. Produk-produk kita harus menyerbu pasar dunia, sekarang giliran kita,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sebagai informasi, Indonesia saat ini masuk dalam lima besar eksportir besi dan baja terbesar di dunia. Dalam lima tahun, Indonesia berhasil melompat ke posisi ke-5 pada 2022 dari posisi ke-18 pada 2018.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melepas ekspor baja canai panas (hot rolled coil/HRC) produksi PT Krakatau Steel (Persero) ke Italia dengan volume 30 ribu metrik ton dengan nilai senilai Rp315 miliar.
Pelepasan ekspor berlangsung di Dermaga Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port), Cilegon, Banten. Hal ini pun dinilai semakin mengukuhkan posisi Indonesia di sektor baja global.
Zulhas mengatakan, dari sisi struktur produk ekspor Indonesia sepanjang tahun 2022, ekspor besi baja berkontribusi sebesar USD27,82 miliar atau menjadi penyumbang ekspor ke-3 terbesar dengan pangsa 9,5% dari total ekspor 2022, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
&amp;ldquo;Secara  bertahap, ekspor Indonesia berubah komposisinya. Hasil baja sudah mencapai peringkat 3 ekspor unggulan Indonesia setelah batu bara dan minyak sawit. Pelaku industri baja adalah pahlawannya,&amp;rdquo; ujar Mendag Zulkifli Hasan, Jumat (28/4/2023).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo menjelaskan, pengiriman ekspor ke Italia tersebut menambah kontribusi Krakatau Steel terhadap devisa negara sebesar USD21,15 juta atau setara dengan Rp315 miliar.
&amp;ldquo;Dengan adanya penambahan kapasitas sehingga total produksi mencapai sebesar 5,60 juta ton per tahun, kami terus membuka peluang untuk kebutuhan domestik maupun sebesar 30 persen untuk pasar ekspor, terutama wilayah Eropa,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dengan demikian, Mendag mendorong para pelaku industri terutama produsen baja untuk terus menerapkan hilirisasi besi dan baja.Mendag Zulkifli Hasan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaku industri menerapkan hilirisasi yang menciptakan nilai tambah dan mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, upaya hilirisasi di sektor besi dan baja telah sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia negara maju tahun 2045
&amp;ldquo;Oleh karena itu, upaya-upaya hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah perlu menjadi prioritas pemerintah. Untuk menjadi negara maju, tidak ada pilihan. Produk-produk kita harus menyerbu pasar dunia, sekarang giliran kita,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sebagai informasi, Indonesia saat ini masuk dalam lima besar eksportir besi dan baja terbesar di dunia. Dalam lima tahun, Indonesia berhasil melompat ke posisi ke-5 pada 2022 dari posisi ke-18 pada 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
