<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Surya Eka Perkasa (ESSA) Anjlok 88% Jadi Rp44 Miliar di Kuartal I-2023</title><description>PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mencatatkan laba bersih Rp44 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/01/278/2806220/laba-surya-eka-perkasa-essa-anjlok-88-jadi-rp44-miliar-di-kuartal-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/01/278/2806220/laba-surya-eka-perkasa-essa-anjlok-88-jadi-rp44-miliar-di-kuartal-i-2023"/><item><title>Laba Surya Eka Perkasa (ESSA) Anjlok 88% Jadi Rp44 Miliar di Kuartal I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/01/278/2806220/laba-surya-eka-perkasa-essa-anjlok-88-jadi-rp44-miliar-di-kuartal-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/01/278/2806220/laba-surya-eka-perkasa-essa-anjlok-88-jadi-rp44-miliar-di-kuartal-i-2023</guid><pubDate>Senin 01 Mei 2023 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/01/278/2806220/laba-surya-eka-perkasa-essa-anjlok-88-jadi-rp44-miliar-di-kuartal-i-2023-Li4k15KLSB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/01/278/2806220/laba-surya-eka-perkasa-essa-anjlok-88-jadi-rp44-miliar-di-kuartal-i-2023-Li4k15KLSB.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Emiten yang bergerak di bidang energi dan kimia melalui kilang LPG dan pabrik Amoniak, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mencatatkan laba bersih yang distribusikan kepada pemegang saham entitas induk sebesar USD3 juta atau setara Rp44 miliar pada kuartal I 2023. (Kurs: Rp14.668/USD).

Laba tersebut turun 88% dari USD26 juta pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jasa Marga Raup Laba Rp497 Miliar, Naik 58%

Pada laporan keuangan kuartal I 2023 yang dirilis, ESSA juga mencatatkan pendapatan sebesar USD87,8 juta atau turun 45% YoY dan EBITDA sebesar USD22,5 juta, turun 67% YoY.

&quot;Pendapatan yang lebih rendah terutama disebabkan oleh harga komoditas yang lebih rendah serta penutupan dan pemeliharaan terjadwal pabrik Amoniak yang selama 3 minggu,&quot; ungkap Sekretaris Perusahaan ESSA Shinta D.U. Siringoringo dikutip Senin (1/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kinerja Moncer BRI di Kuartal I-2023, Laba hingga Kredit Meroket

Adapun pabrik Amoniak telah beroperasi dengan produktivitas yang optimal dan efisien setelah berhasil menyelesaikan kegiatan pemeliharaannya.

Harga Amoniak global melemah pada kuartal I 2023, terutama pada bulan Maret sering harga energi global yang kembali normal, sementara jumlah permintaan masih dalam pemulihan secara bertahap.

Selanjutnya, dengan dibukanya kembali China setelah Covid-19, membaiknya permintaan di sektor pupuk dan Eropa tetap berada di bawah tekanan harga gas yang tinggi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di mana ESSA memperkirakan harga Amoniak akan kembali normal ke tingkat yang lebih sehat pada paruh kedua tahun ini.



Sehubungan dengan progress Proyek Blue Ammonia, ESSA dengan dukungan dari JOGMEC atau Japan Oil, Gas, and Metals National Corporation, Mitsubishi Corporation, Pertamina, dan LAPI ITB telah menyelesaikan Tahap 1 studi carbon Saat ini Tahap 2 studi kelayakan sedang berlangsung.



&quot;Proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi ESSA karena bertujuan untuk menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang memproduksi Blue Ammonia pada tahun-tahun mendatang,&quot; pungkas Shinta.</description><content:encoded>JAKARTA - Emiten yang bergerak di bidang energi dan kimia melalui kilang LPG dan pabrik Amoniak, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mencatatkan laba bersih yang distribusikan kepada pemegang saham entitas induk sebesar USD3 juta atau setara Rp44 miliar pada kuartal I 2023. (Kurs: Rp14.668/USD).

Laba tersebut turun 88% dari USD26 juta pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jasa Marga Raup Laba Rp497 Miliar, Naik 58%

Pada laporan keuangan kuartal I 2023 yang dirilis, ESSA juga mencatatkan pendapatan sebesar USD87,8 juta atau turun 45% YoY dan EBITDA sebesar USD22,5 juta, turun 67% YoY.

&quot;Pendapatan yang lebih rendah terutama disebabkan oleh harga komoditas yang lebih rendah serta penutupan dan pemeliharaan terjadwal pabrik Amoniak yang selama 3 minggu,&quot; ungkap Sekretaris Perusahaan ESSA Shinta D.U. Siringoringo dikutip Senin (1/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kinerja Moncer BRI di Kuartal I-2023, Laba hingga Kredit Meroket

Adapun pabrik Amoniak telah beroperasi dengan produktivitas yang optimal dan efisien setelah berhasil menyelesaikan kegiatan pemeliharaannya.

Harga Amoniak global melemah pada kuartal I 2023, terutama pada bulan Maret sering harga energi global yang kembali normal, sementara jumlah permintaan masih dalam pemulihan secara bertahap.

Selanjutnya, dengan dibukanya kembali China setelah Covid-19, membaiknya permintaan di sektor pupuk dan Eropa tetap berada di bawah tekanan harga gas yang tinggi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di mana ESSA memperkirakan harga Amoniak akan kembali normal ke tingkat yang lebih sehat pada paruh kedua tahun ini.



Sehubungan dengan progress Proyek Blue Ammonia, ESSA dengan dukungan dari JOGMEC atau Japan Oil, Gas, and Metals National Corporation, Mitsubishi Corporation, Pertamina, dan LAPI ITB telah menyelesaikan Tahap 1 studi carbon Saat ini Tahap 2 studi kelayakan sedang berlangsung.



&quot;Proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi ESSA karena bertujuan untuk menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang memproduksi Blue Ammonia pada tahun-tahun mendatang,&quot; pungkas Shinta.</content:encoded></item></channel></rss>
