<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pefindo Catat Mandat Pemeringkatan Surat Utang Rp60,2 Triliun</title><description>PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi mandat pemeringkatan surat utang korporasi senilai Rp60,22 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/02/278/2806859/pefindo-catat-mandat-pemeringkatan-surat-utang-rp60-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/02/278/2806859/pefindo-catat-mandat-pemeringkatan-surat-utang-rp60-2-triliun"/><item><title>Pefindo Catat Mandat Pemeringkatan Surat Utang Rp60,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/02/278/2806859/pefindo-catat-mandat-pemeringkatan-surat-utang-rp60-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/02/278/2806859/pefindo-catat-mandat-pemeringkatan-surat-utang-rp60-2-triliun</guid><pubDate>Selasa 02 Mei 2023 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/02/278/2806859/pefindo-catat-mandat-pemeringkatan-surat-utang-rp60-2-triliun-6suvFyWhuX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pefindo dapat mandat pemeringkatan surat utang Rp60 t (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/02/278/2806859/pefindo-catat-mandat-pemeringkatan-surat-utang-rp60-2-triliun-6suvFyWhuX.jpeg</image><title>Pefindo dapat mandat pemeringkatan surat utang Rp60 t (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi mandat pemeringkatan surat utang korporasi senilai Rp60,22 triliun di kuartal I 2023. Berdasarkan institusi, perusahaan swasta mendominasi mandat yang diterima Pefindo dibandingkan dengan BUMN.

BACA JUGA:
Pefindo Terima Mandat Surat Utang Rp43,5 Triliun


&amp;rdquo;Mandat penerbitan obligasi korporasi yang diterima paling besar berasal dari swasta atau non-BUMN,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo, Niken Indriarsih dilansir dari Harian Neraca, Selasa (2/5/2023).

BACA JUGA:
Pefindo Raih Mandat Penerbitan Surat Utang Rp11,15 Triliun


Disampaikannya, jumlah mandat yang diterima untuk swasta mencapai Rp32,17 triliun, sedangkan untuk BUMN mencapai Rp28,05 triliun. &amp;ldquo;Kalau untuk mandat yang kami terima memang masih kategori non-BUMN yang lebih besar ya yaitu Rp32,17 triliun dibandingkan dengan BUMN dan anak perusahaannya sebesar Rp28,05 triliun,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut, dia mengatakan sektor industri bubur kertas dan tissue  (pulp &amp;amp; paper), serta multifinansial cenderung menerbitkan surat  utang untuk kebutuhan modal kerja maupun ekspansi. Selain itu,  penerbitan surat utang juga dilakukan untuk melakukan refinancing utang  yang akan jatuh tempo.
Adapun rencana penerbitan untuk sektor industri bubur kertas dan tisu  mencapai Rp11,6 triliun yang terdiri dari 4 perusahaan. Sementara untuk  multifinance mencapai Rp7,9 triliun yang terdiri dari 9 perusahaan.  Dalam kesempatan yang sama Ekonom Pefindo Suhindarto mengatakan secara  keseluruhan untuk pasar utang baik dari sisi pemerintah maupun korporasi  terus meningkat. Sementara untuk surat utang korporasi disebut masih  memiliki yang sangat baik.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi mandat pemeringkatan surat utang korporasi senilai Rp60,22 triliun di kuartal I 2023. Berdasarkan institusi, perusahaan swasta mendominasi mandat yang diterima Pefindo dibandingkan dengan BUMN.

BACA JUGA:
Pefindo Terima Mandat Surat Utang Rp43,5 Triliun


&amp;rdquo;Mandat penerbitan obligasi korporasi yang diterima paling besar berasal dari swasta atau non-BUMN,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo, Niken Indriarsih dilansir dari Harian Neraca, Selasa (2/5/2023).

BACA JUGA:
Pefindo Raih Mandat Penerbitan Surat Utang Rp11,15 Triliun


Disampaikannya, jumlah mandat yang diterima untuk swasta mencapai Rp32,17 triliun, sedangkan untuk BUMN mencapai Rp28,05 triliun. &amp;ldquo;Kalau untuk mandat yang kami terima memang masih kategori non-BUMN yang lebih besar ya yaitu Rp32,17 triliun dibandingkan dengan BUMN dan anak perusahaannya sebesar Rp28,05 triliun,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut, dia mengatakan sektor industri bubur kertas dan tissue  (pulp &amp;amp; paper), serta multifinansial cenderung menerbitkan surat  utang untuk kebutuhan modal kerja maupun ekspansi. Selain itu,  penerbitan surat utang juga dilakukan untuk melakukan refinancing utang  yang akan jatuh tempo.
Adapun rencana penerbitan untuk sektor industri bubur kertas dan tisu  mencapai Rp11,6 triliun yang terdiri dari 4 perusahaan. Sementara untuk  multifinance mencapai Rp7,9 triliun yang terdiri dari 9 perusahaan.  Dalam kesempatan yang sama Ekonom Pefindo Suhindarto mengatakan secara  keseluruhan untuk pasar utang baik dari sisi pemerintah maupun korporasi  terus meningkat. Sementara untuk surat utang korporasi disebut masih  memiliki yang sangat baik.</content:encoded></item></channel></rss>
