<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ASEAN+3 Sepakati Penguatan Fasilitas Pembiayaan Cepat dan Murah</title><description>ASEAN+3 menyepakati penguatan fasilitas pembiayaan cepat dan murah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807455/asean-3-sepakati-penguatan-fasilitas-pembiayaan-cepat-dan-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807455/asean-3-sepakati-penguatan-fasilitas-pembiayaan-cepat-dan-murah"/><item><title>ASEAN+3 Sepakati Penguatan Fasilitas Pembiayaan Cepat dan Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807455/asean-3-sepakati-penguatan-fasilitas-pembiayaan-cepat-dan-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807455/asean-3-sepakati-penguatan-fasilitas-pembiayaan-cepat-dan-murah</guid><pubDate>Rabu 03 Mei 2023 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/03/320/2807455/asean-3-sepakati-penguatan-fasilitas-pembiayaan-cepat-dan-murah-9bbDZm7PWg.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kesepakatan ASEAN plus 3 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/03/320/2807455/asean-3-sepakati-penguatan-fasilitas-pembiayaan-cepat-dan-murah-9bbDZm7PWg.jpeg</image><title>Kesepakatan ASEAN plus 3 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; ASEAN+3 menyepakati penguatan fasilitas pembiayaan cepat dan murah. Scarring effect dari pandemi COVID-19 dan meningkatnya risiko dan ketidakpastian prospek ekonomi regional dan global semakin menguatkan pentingnya penguatan Regional Financing Arrangements (RFA) lebih lanjut, termasuk Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

BACA JUGA:
Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 Teken Sejumlah Kesepakatan, Ini Isinya


Dalam hal ini, negara-negara anggota ASEAN+3 akan terus mengeksplorasi fasilitas baru.
&quot;Pertemuan AFMGM+3 menyambut baik hasil diskusi tentang inisiatif baru fasilitas pembiayaan cepat, yang memungkinkan anggota untuk mengakses sumber pembiayaan untuk mengatasi masalah neraca pembayaran yang timbul dari guncangan ekonomi yang tiba-tiba, seperti pandemi dan bencana alam,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melalui keterangan resminya di Incheon, Rabu (3/5/2023).

BACA JUGA:
Ekonomi ASEAN Disebut Kuat, Sri Mulyani: Tapi Kita Harus Waspada


Selanjutnya, para Menkeu dan Gubernur ASEAN+3 juga sepakat untuk mengeksplorasi kemungkinan penguatan struktur pembiayaan, termasuk melalui studi pro dan kontra struktur modal disetor (paid-in capital), untuk meningkatkan efektivitas keamanan kawasan.
&quot;Pertemuan AFMGM+3 tersebut juga menugaskan para Deputi untuk mengembangkan Peta Jalan tentang Fasilitas Pembiayaan dan Struktur Pembiayaan pada akhir tahun 2023 dan terus mengevaluasi modalitas CMIM yang ada untuk memungkinkan negara-negara anggota memiliki alternatif fasilitas yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai salah satu hasilnya, pertemuan AFMGM+3 menyambut baik adopsi  Pedoman Operasional CMIM yang diperbarui yang memungkinkan anggota untuk  memberikan dukungan likuiditas CMIM dalam mata uang domestiknya sendiri  (Local Currency/LCY) dan mata uang lokal dari anggota lain (Local  Currency/LCY pihak ketiga).
&quot;Kerja sama intraregional yang lebih erat di bidang perdagangan dan  investasi, logistik dan ketahanan rantai pasokan, antarkonektivitas  sistem kepabeanan, arus lintas batas, infrastruktur berkelanjutan dan  hijau, serta integrasi digital akan semakin meningkatkan kemampuan  kawasan ini untuk mengamankan pertumbuhan pascapandemi, meminimalkan  scarring effect, dan bersiap menghadapi guncangan di masa depan,&quot; jelas  Sri.
Dalam hal ini, kawasan menegaskan kembali komitmen kuat terhadap  sistem perdagangan multilateral berbasis aturan yang terbuka, bebas,  adil, inklusif, adil, transparan dan tidak diskriminatif dengan World  Trade Organization (WTO) sebagai intinya dan menyatakan dukungan  peningkatan integrasi ekonomi regional dan implementasi Regional  Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Agreement.
'Hasil diskusi AFMGM+3 akan dilanjutkan pada AFMGM+3 mendatang di  Tbilisi, Georgia pada tahun 2024 dan berharap dapat bekerja sama dengan  Republik Demokratik Rakyat Laos dan Republik Korea sebagai Ketua Bersama  (Co-chairs) Proses Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3  pada tahun 2024,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; ASEAN+3 menyepakati penguatan fasilitas pembiayaan cepat dan murah. Scarring effect dari pandemi COVID-19 dan meningkatnya risiko dan ketidakpastian prospek ekonomi regional dan global semakin menguatkan pentingnya penguatan Regional Financing Arrangements (RFA) lebih lanjut, termasuk Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

BACA JUGA:
Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 Teken Sejumlah Kesepakatan, Ini Isinya


Dalam hal ini, negara-negara anggota ASEAN+3 akan terus mengeksplorasi fasilitas baru.
&quot;Pertemuan AFMGM+3 menyambut baik hasil diskusi tentang inisiatif baru fasilitas pembiayaan cepat, yang memungkinkan anggota untuk mengakses sumber pembiayaan untuk mengatasi masalah neraca pembayaran yang timbul dari guncangan ekonomi yang tiba-tiba, seperti pandemi dan bencana alam,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melalui keterangan resminya di Incheon, Rabu (3/5/2023).

BACA JUGA:
Ekonomi ASEAN Disebut Kuat, Sri Mulyani: Tapi Kita Harus Waspada


Selanjutnya, para Menkeu dan Gubernur ASEAN+3 juga sepakat untuk mengeksplorasi kemungkinan penguatan struktur pembiayaan, termasuk melalui studi pro dan kontra struktur modal disetor (paid-in capital), untuk meningkatkan efektivitas keamanan kawasan.
&quot;Pertemuan AFMGM+3 tersebut juga menugaskan para Deputi untuk mengembangkan Peta Jalan tentang Fasilitas Pembiayaan dan Struktur Pembiayaan pada akhir tahun 2023 dan terus mengevaluasi modalitas CMIM yang ada untuk memungkinkan negara-negara anggota memiliki alternatif fasilitas yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai salah satu hasilnya, pertemuan AFMGM+3 menyambut baik adopsi  Pedoman Operasional CMIM yang diperbarui yang memungkinkan anggota untuk  memberikan dukungan likuiditas CMIM dalam mata uang domestiknya sendiri  (Local Currency/LCY) dan mata uang lokal dari anggota lain (Local  Currency/LCY pihak ketiga).
&quot;Kerja sama intraregional yang lebih erat di bidang perdagangan dan  investasi, logistik dan ketahanan rantai pasokan, antarkonektivitas  sistem kepabeanan, arus lintas batas, infrastruktur berkelanjutan dan  hijau, serta integrasi digital akan semakin meningkatkan kemampuan  kawasan ini untuk mengamankan pertumbuhan pascapandemi, meminimalkan  scarring effect, dan bersiap menghadapi guncangan di masa depan,&quot; jelas  Sri.
Dalam hal ini, kawasan menegaskan kembali komitmen kuat terhadap  sistem perdagangan multilateral berbasis aturan yang terbuka, bebas,  adil, inklusif, adil, transparan dan tidak diskriminatif dengan World  Trade Organization (WTO) sebagai intinya dan menyatakan dukungan  peningkatan integrasi ekonomi regional dan implementasi Regional  Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Agreement.
'Hasil diskusi AFMGM+3 akan dilanjutkan pada AFMGM+3 mendatang di  Tbilisi, Georgia pada tahun 2024 dan berharap dapat bekerja sama dengan  Republik Demokratik Rakyat Laos dan Republik Korea sebagai Ketua Bersama  (Co-chairs) Proses Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3  pada tahun 2024,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
