<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF Prediksi Ekonomi Asia Pasifik Tumbuh 4,6% Tahun Ini</title><description>Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi untuk Asia-Pasifik naik pada tahun ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807456/imf-prediksi-ekonomi-asia-pasifik-tumbuh-4-6-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807456/imf-prediksi-ekonomi-asia-pasifik-tumbuh-4-6-tahun-ini"/><item><title>IMF Prediksi Ekonomi Asia Pasifik Tumbuh 4,6% Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807456/imf-prediksi-ekonomi-asia-pasifik-tumbuh-4-6-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807456/imf-prediksi-ekonomi-asia-pasifik-tumbuh-4-6-tahun-ini</guid><pubDate>Rabu 03 Mei 2023 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/03/320/2807456/imf-prediksi-ekonomi-asia-pasifik-tumbuh-4-6-tahun-ini-qHlJ6uY7Ja.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ekonomi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/03/320/2807456/imf-prediksi-ekonomi-asia-pasifik-tumbuh-4-6-tahun-ini-qHlJ6uY7Ja.JPG</image><title>Ilustrasi ekonomi. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi untuk Asia-Pasifik naik pada tahun ini dari yang sebelumnya pada sebesar 4,3% menjadi 4,6%.
IMF melihat perekonomian kawasan ini akan didorong oleh pemulihan ekonomi Cina dan pertumbuhan yang kuat di India.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Hadiri IMF-World Bank Spring Meetings 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dengan kenaikan prospek pertumbuhan ekonomi tersebut ekonomi kawasan akan berkontribusi sekitar 70% dari total pertumbuhan global. Wilayah ini tumbuh 3,8% pada 2022.
&amp;ldquo;Asia dan Pasifik akan menjadi wilayah paling dinamis di dunia pada tahun 2023, terutama didorong oleh prospek yang baik untuk Cina dan India,&amp;rdquo; kata IMF dalam laporannya.
IMF menyebut, dua ekonomi pasar berkembang terbesar di kawasan ini diharapkan berkontribusi sekitar setengah dari pertumbuhan global tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

IMF Setujui Pinjaman Rp233,5 Triliun untuk Ukraina

Sementara negara Asia dan Pasifik lainnya berkontribusi sekitar 20%.
Adapun IMF menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi Cina tahun ini menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,4%, Malaysia naik dari 4,4% menjadi 4,5%, Filipina naik dari 5% menjadi 6%, dan Laos naik dari 3,1% menjadi 4%.
Sementara ekonomi India diperkirakan tumbuh kuat pada tahun ini sebesar 5,9%, meski lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya 6,1%.


Sementara itu, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh 5% pada tahun ini.
Meski pertumbuhan ekonomi berpotensi lebih cerah, Direktur IMF untuk departemen Asia dan Pasifik Krishna Srinivasan menyarankan bank sentral di kawasan itu akan memantau stabilitas harga.
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa inflasi inti akan sulit, bank sentral perlu mengawasi inflasi dan mengatasi masalah secara langsung, jadi apa yang akan kami katakan adalah&amp;rsquo;lebih tinggi untuk lebih lama&amp;rsquo; untuk Asia,&amp;rdquo; kata Srinivasan kepada Street Signs Asia CNBC.
Prospek yang lebih cerah untuk kawasan Asia Pasifik terutama ditopang oleh pasar negara berkembang.
Sementara prospek perekonomian negara-negara maju di kawasan ini, seperti Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Singapura diturunkan.
&amp;ldquo;Permintaan eksternal yang lebih kuat dari Cina akan memberikan kelonggaran bagi ekonomi aju di kawasan ini, tetapi diperkirakan sebagian besar tidak sebanding dengan hambatan dari faktor domestik dan eksternal lainnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia menambahkan, pertumbuhan di Asia di luar Cina dan India diperkirakan berada di titik terendah pada tahun 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi untuk Asia-Pasifik naik pada tahun ini dari yang sebelumnya pada sebesar 4,3% menjadi 4,6%.
IMF melihat perekonomian kawasan ini akan didorong oleh pemulihan ekonomi Cina dan pertumbuhan yang kuat di India.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Hadiri IMF-World Bank Spring Meetings 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dengan kenaikan prospek pertumbuhan ekonomi tersebut ekonomi kawasan akan berkontribusi sekitar 70% dari total pertumbuhan global. Wilayah ini tumbuh 3,8% pada 2022.
&amp;ldquo;Asia dan Pasifik akan menjadi wilayah paling dinamis di dunia pada tahun 2023, terutama didorong oleh prospek yang baik untuk Cina dan India,&amp;rdquo; kata IMF dalam laporannya.
IMF menyebut, dua ekonomi pasar berkembang terbesar di kawasan ini diharapkan berkontribusi sekitar setengah dari pertumbuhan global tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

IMF Setujui Pinjaman Rp233,5 Triliun untuk Ukraina

Sementara negara Asia dan Pasifik lainnya berkontribusi sekitar 20%.
Adapun IMF menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi Cina tahun ini menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,4%, Malaysia naik dari 4,4% menjadi 4,5%, Filipina naik dari 5% menjadi 6%, dan Laos naik dari 3,1% menjadi 4%.
Sementara ekonomi India diperkirakan tumbuh kuat pada tahun ini sebesar 5,9%, meski lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya 6,1%.


Sementara itu, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh 5% pada tahun ini.
Meski pertumbuhan ekonomi berpotensi lebih cerah, Direktur IMF untuk departemen Asia dan Pasifik Krishna Srinivasan menyarankan bank sentral di kawasan itu akan memantau stabilitas harga.
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa inflasi inti akan sulit, bank sentral perlu mengawasi inflasi dan mengatasi masalah secara langsung, jadi apa yang akan kami katakan adalah&amp;rsquo;lebih tinggi untuk lebih lama&amp;rsquo; untuk Asia,&amp;rdquo; kata Srinivasan kepada Street Signs Asia CNBC.
Prospek yang lebih cerah untuk kawasan Asia Pasifik terutama ditopang oleh pasar negara berkembang.
Sementara prospek perekonomian negara-negara maju di kawasan ini, seperti Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Singapura diturunkan.
&amp;ldquo;Permintaan eksternal yang lebih kuat dari Cina akan memberikan kelonggaran bagi ekonomi aju di kawasan ini, tetapi diperkirakan sebagian besar tidak sebanding dengan hambatan dari faktor domestik dan eksternal lainnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dia menambahkan, pertumbuhan di Asia di luar Cina dan India diperkirakan berada di titik terendah pada tahun 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
