<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahas Bahaya AI, Wapres AS Kumpul Bareng Bos Google hingga Microsoft</title><description>Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Haris akan mengadakan pertemuan dengan CEO perusahaan teknologi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807657/bahas-bahaya-ai-wapres-as-kumpul-bareng-bos-google-hingga-microsoft</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807657/bahas-bahaya-ai-wapres-as-kumpul-bareng-bos-google-hingga-microsoft"/><item><title>Bahas Bahaya AI, Wapres AS Kumpul Bareng Bos Google hingga Microsoft</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807657/bahas-bahaya-ai-wapres-as-kumpul-bareng-bos-google-hingga-microsoft</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/03/320/2807657/bahas-bahaya-ai-wapres-as-kumpul-bareng-bos-google-hingga-microsoft</guid><pubDate>Rabu 03 Mei 2023 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/03/320/2807657/bahas-bahaya-ai-wapres-as-kumpul-bareng-bos-google-hingga-microsoft-WYqrmHJwAi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres AS kumpul bareng bos Google dan Microsoft (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/03/320/2807657/bahas-bahaya-ai-wapres-as-kumpul-bareng-bos-google-hingga-microsoft-WYqrmHJwAi.jpeg</image><title>Wapres AS kumpul bareng bos Google dan Microsoft (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Haris akan mengadakan pertemuan dengan CEO perusahaan teknologi, yakni Google, Microsoft, OpenAI, dan Anthropic pada pekan ini.
Pertemuan tersebut terkait dengan polemik bahaya Artificial Intelligence (AI) di masa mendatang. Dalam pertemuan ini, nantinya akan membahas mengenai perlindungan yang dapat mengurangi potensi risiko AI sekaligus pentingnya mengembangkan inovasi yang etis dan terpercaya.

BACA JUGA:
Godfather of AI Keluar dari Google, Ingatkan Potensi Mesin Ambil Alih Pekerjaan Manusia


Kabar mengenai pertemuan ini pun sudah dikonfirmasi oleh Gedung Putih. Pertemuan ini juga akan dihadiri oleh pejabat pemerintahan AS yang lain, seperti Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, Kepala Staf Kepresidenan AS Jeff Zients, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, serta Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Arati Prabhakar.

BACA JUGA:
Google Gandeng DeepMind, Bentuk Tim Percepat Pengembangan AI


Dilansir CNBC, Rabu (3/5/2023), tujuan pertemuan ini melibatkan diskusi terbuka dengan para petinggi perusahaan teknologi tentang Artificial Intelligence (AI), khususnya mengenai risiko untuk saat ini dan jangka pendek.
Hingga saat ini, baru perwakilan dari Anthropic yang mengkonfirmasi kehadirannya dalam pertemuan tersebut. Sedangkan perwakilan Microsoft menolak untuk memberi keterangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNi8xLzE2MTU2MC81L3g4ajZqMjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun Google dan OpenAI belum memberikan keterangan dan konfirmasi apapun terkait kehadiran mereka dalam pertemuan itu.
Gedung Putih mengatakan pertemuan ini merupakan bagian dari upaya  administrasi Biden untuk terlibat dengan para ahli tentang teknologi dan  memastikan produk AI aman sebelum digunakan untuk umum.
Seperti yang sudah diketahui, belakangan ini banyak orang mulai  menyadari dan mengkhawatirkan potensi sistem AI setelah OpenAI merilis  chatbot barunya yakni ChatGPT yang viral.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Haris akan mengadakan pertemuan dengan CEO perusahaan teknologi, yakni Google, Microsoft, OpenAI, dan Anthropic pada pekan ini.
Pertemuan tersebut terkait dengan polemik bahaya Artificial Intelligence (AI) di masa mendatang. Dalam pertemuan ini, nantinya akan membahas mengenai perlindungan yang dapat mengurangi potensi risiko AI sekaligus pentingnya mengembangkan inovasi yang etis dan terpercaya.

BACA JUGA:
Godfather of AI Keluar dari Google, Ingatkan Potensi Mesin Ambil Alih Pekerjaan Manusia


Kabar mengenai pertemuan ini pun sudah dikonfirmasi oleh Gedung Putih. Pertemuan ini juga akan dihadiri oleh pejabat pemerintahan AS yang lain, seperti Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, Kepala Staf Kepresidenan AS Jeff Zients, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, serta Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Arati Prabhakar.

BACA JUGA:
Google Gandeng DeepMind, Bentuk Tim Percepat Pengembangan AI


Dilansir CNBC, Rabu (3/5/2023), tujuan pertemuan ini melibatkan diskusi terbuka dengan para petinggi perusahaan teknologi tentang Artificial Intelligence (AI), khususnya mengenai risiko untuk saat ini dan jangka pendek.
Hingga saat ini, baru perwakilan dari Anthropic yang mengkonfirmasi kehadirannya dalam pertemuan tersebut. Sedangkan perwakilan Microsoft menolak untuk memberi keterangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNi8xLzE2MTU2MC81L3g4ajZqMjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun Google dan OpenAI belum memberikan keterangan dan konfirmasi apapun terkait kehadiran mereka dalam pertemuan itu.
Gedung Putih mengatakan pertemuan ini merupakan bagian dari upaya  administrasi Biden untuk terlibat dengan para ahli tentang teknologi dan  memastikan produk AI aman sebelum digunakan untuk umum.
Seperti yang sudah diketahui, belakangan ini banyak orang mulai  menyadari dan mengkhawatirkan potensi sistem AI setelah OpenAI merilis  chatbot barunya yakni ChatGPT yang viral.</content:encoded></item></channel></rss>
