<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adaro Energy (ADRO) Raup Laba Rp6,72 Triliun di Kuartal I-2023</title><description>PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) meraup laba bersih sebesar USD458,04 juta setara Rp6,72 triliun di kuartal I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808051/adaro-energy-adro-raup-laba-rp6-72-triliun-di-kuartal-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808051/adaro-energy-adro-raup-laba-rp6-72-triliun-di-kuartal-i-2023"/><item><title>Adaro Energy (ADRO) Raup Laba Rp6,72 Triliun di Kuartal I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808051/adaro-energy-adro-raup-laba-rp6-72-triliun-di-kuartal-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808051/adaro-energy-adro-raup-laba-rp6-72-triliun-di-kuartal-i-2023</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/278/2808051/adaro-energy-adro-raup-laba-rp6-72-triliun-di-kuartal-i-2023-mhotHYJorl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba ADRO alami kenaikan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/278/2808051/adaro-energy-adro-raup-laba-rp6-72-triliun-di-kuartal-i-2023-mhotHYJorl.jpg</image><title>Laba ADRO alami kenaikan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) meraup laba bersih sebesar USD458,04 juta setara Rp6,72 triliun di kuartal I 2023. Capaian itu naik 14,49% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD400,07 juta.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja operasional dan penjualan yang juga naik di kuartal I 2023. Di mana, produksi dan penjualan perseroan kompak naik 29% menjadi masing-masing sebesar 15,69 juta ton dan 15,72 juta ton.

BACA JUGA:
Adaro Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Ini, Cek Syaratnya


&amp;ldquo;Karena harga bersifat fluktuatif, kami selalu menekankan keunggulan operasional dan disiplin biaya, dengan dukungan model bisnis yang terintegrasi,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur dan CEO Adaro, Garibaldi Thohir dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (4/5/2023).
Per Maret 2023, penjualan perseroan mencapai USD1,83 miliar atau Rp27,01 triliun, naik 50,12% dari periode yang sama tahun 2021 yang sebesar USD1,22 miliar. Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sebesar 17% berkat harga batu bara yang tinggi.

BACA JUGA:
Adaro Energy (ADRO) Bakal Buyback Saham Rp4 Triliun


Secara rinci, penjualan batu bara ekspor tercatat sebesar USD1,54 miliar atau Rp22,63 triliun dan penjualan batu bara domestik tercatat sebesar USD251,41 juta atau Rp3,69 triliun.
Kemudian, pendapatan dari segmen jasa pertambangan domestik tercatat sebesar USD32,51 juta atau Rp477,75 miliar, pendapatan jasa sewa sebesar USD53 ribu atau Rp778,67 juta, serta pendapatan lainnya sebesar USD13,91 juta atau Rp204,49 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Perseroan berfokus pada efisiensi dan keunggulan operasional, agar  tetap bertahan sebagai mitra yang andal bagi para pelanggan serta  pemangku kepentingan lainnya,&amp;rdquo; kata pria yang akrab disapa Boy Thohir  itu.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan ADRO tercatat sebesar  USD1,07 miliar atau Rp15,80 triliun, naik dari sebelumnya sebesar  USD622,78 juta, utamanya karena kenaikan pada beban royalti PT Adaro  Indonesia (AI), volume, maupun harga jual rata-rata dibandingkan pada  periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah penerapan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak yang  baru sejak 1 Januari 2023 lalu, tarif royalti AI naik ke kisaran  14%-28%, dari tarif sebelumnya sebesar 13,5%. Total biaya bahan bakar  perseroan juga naik 46%, yang sejalan dengan kenaikan biaya bahan bakar  per liter dan kenaikan konsumsi bahan bakar secara tahunan.
Total nilai aset ADRO per Maret 2023 tercatat sebesar USD9,82 miliar  atau Rp144,36 triliun, turun jika dibandingkan dengan posisi akhir  Desember 2022 yang sebesar USD10,78 miliar. Adapun, liabilitas perseroan  tercatat sebesar USD2,77 miliar dan ekuitas sebesar USD7,05 miliar.
Lebih lanjut, kata Boy, perseroan di kuartal pertama ini telah  mencatat sejumlah peristiwa penting terkait transformasi bisnis,  termasuk peletakan batu pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga  Air (PLTA) berkapasitas 1.375 megawatt, yang dihadiri oleh Presiden Joko  Widodo. Perseroan juga telah memulai aktivitas pra konstruksi untuk  smelter aluminium.
&amp;ldquo;Kami menyambut peluang untuk menciptakan nilai dari partisipasi di  berbagai proyek ekonomi hijau dengan penuh semangat, demi mencapai  tujuan menjadi Adaro yang lebih besar dan lebih hijau,&amp;rdquo; pungkas Boy  Thohir.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) meraup laba bersih sebesar USD458,04 juta setara Rp6,72 triliun di kuartal I 2023. Capaian itu naik 14,49% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD400,07 juta.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja operasional dan penjualan yang juga naik di kuartal I 2023. Di mana, produksi dan penjualan perseroan kompak naik 29% menjadi masing-masing sebesar 15,69 juta ton dan 15,72 juta ton.

BACA JUGA:
Adaro Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Ini, Cek Syaratnya


&amp;ldquo;Karena harga bersifat fluktuatif, kami selalu menekankan keunggulan operasional dan disiplin biaya, dengan dukungan model bisnis yang terintegrasi,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur dan CEO Adaro, Garibaldi Thohir dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (4/5/2023).
Per Maret 2023, penjualan perseroan mencapai USD1,83 miliar atau Rp27,01 triliun, naik 50,12% dari periode yang sama tahun 2021 yang sebesar USD1,22 miliar. Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sebesar 17% berkat harga batu bara yang tinggi.

BACA JUGA:
Adaro Energy (ADRO) Bakal Buyback Saham Rp4 Triliun


Secara rinci, penjualan batu bara ekspor tercatat sebesar USD1,54 miliar atau Rp22,63 triliun dan penjualan batu bara domestik tercatat sebesar USD251,41 juta atau Rp3,69 triliun.
Kemudian, pendapatan dari segmen jasa pertambangan domestik tercatat sebesar USD32,51 juta atau Rp477,75 miliar, pendapatan jasa sewa sebesar USD53 ribu atau Rp778,67 juta, serta pendapatan lainnya sebesar USD13,91 juta atau Rp204,49 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Perseroan berfokus pada efisiensi dan keunggulan operasional, agar  tetap bertahan sebagai mitra yang andal bagi para pelanggan serta  pemangku kepentingan lainnya,&amp;rdquo; kata pria yang akrab disapa Boy Thohir  itu.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan ADRO tercatat sebesar  USD1,07 miliar atau Rp15,80 triliun, naik dari sebelumnya sebesar  USD622,78 juta, utamanya karena kenaikan pada beban royalti PT Adaro  Indonesia (AI), volume, maupun harga jual rata-rata dibandingkan pada  periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah penerapan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak yang  baru sejak 1 Januari 2023 lalu, tarif royalti AI naik ke kisaran  14%-28%, dari tarif sebelumnya sebesar 13,5%. Total biaya bahan bakar  perseroan juga naik 46%, yang sejalan dengan kenaikan biaya bahan bakar  per liter dan kenaikan konsumsi bahan bakar secara tahunan.
Total nilai aset ADRO per Maret 2023 tercatat sebesar USD9,82 miliar  atau Rp144,36 triliun, turun jika dibandingkan dengan posisi akhir  Desember 2022 yang sebesar USD10,78 miliar. Adapun, liabilitas perseroan  tercatat sebesar USD2,77 miliar dan ekuitas sebesar USD7,05 miliar.
Lebih lanjut, kata Boy, perseroan di kuartal pertama ini telah  mencatat sejumlah peristiwa penting terkait transformasi bisnis,  termasuk peletakan batu pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga  Air (PLTA) berkapasitas 1.375 megawatt, yang dihadiri oleh Presiden Joko  Widodo. Perseroan juga telah memulai aktivitas pra konstruksi untuk  smelter aluminium.
&amp;ldquo;Kami menyambut peluang untuk menciptakan nilai dari partisipasi di  berbagai proyek ekonomi hijau dengan penuh semangat, demi mencapai  tujuan menjadi Adaro yang lebih besar dan lebih hijau,&amp;rdquo; pungkas Boy  Thohir.</content:encoded></item></channel></rss>
