<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Indika Energy (INDY) Turun 21,47% Jadi Rp865,73 Miliar di Kuartal I-2023</title><description>Laba PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 21,47% menjadi USD58,92 juta setara Rp865,73 miliar di kuartal I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808086/laba-indika-energy-indy-turun-21-47-jadi-rp865-73-miliar-di-kuartal-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808086/laba-indika-energy-indy-turun-21-47-jadi-rp865-73-miliar-di-kuartal-i-2023"/><item><title>Laba Indika Energy (INDY) Turun 21,47% Jadi Rp865,73 Miliar di Kuartal I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808086/laba-indika-energy-indy-turun-21-47-jadi-rp865-73-miliar-di-kuartal-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/278/2808086/laba-indika-energy-indy-turun-21-47-jadi-rp865-73-miliar-di-kuartal-i-2023</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/278/2808086/laba-indika-energy-indy-turun-21-47-jadi-rp865-73-miliar-di-kuartal-i-2023-dNS84kuzEC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba INDY turun (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/278/2808086/laba-indika-energy-indy-turun-21-47-jadi-rp865-73-miliar-di-kuartal-i-2023-dNS84kuzEC.jpg</image><title>Laba INDY turun (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 21,47% menjadi USD58,92 juta setara Rp865,73 miliar di kuartal I 2023. Laba INDY turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD75,04 juta.
Meski demikian, pendapatan perseroan tercatat naik 9,15% menjadi USD906,83 juta atau Rp13,32 triliun, dari sebelumnya sebesar USD830,79 juta. Berdasarkan segmen operasinya, pendapatan sumber daya energi mendominasi dengan kontribusi sebesar USD823,94 juta atau Rp12,10 triliun.

BACA JUGA:
Hartadinata Abadi (HRTA) Raup Laba Rp69,84 Miliar, Naik 37,80% di Kuartal I-2023


Kemudian, pendapatan segmen jasa energi tercatat sebesar USD65,35 juta atau Rp960,17 miliar, pendapatan logistik dan infrastruktur tercatat sebesar USD11,08 juta atau Rp162,89 miliar, dan segmen bisnis mineral mengantongi pendapatan sebesar USD1,75 juta atau Rp25,82 miliar.
Sementara itu, segmen bisnis hijau mencatatkan pendapatan sebesar USD2,71 juta atau Rp39,95 miliar, serta pendapatan segmen ventura digital tercatat sebesar USD1,97 juta atau Rp29,01 miliar.

BACA JUGA:
Adaro Energy (ADRO) Raup Laba Rp6,72 Triliun di Kuartal I-2023


Dari sisi pengeluaran, beban pokok kontrak dan penjualan INDY tercatat sebesar USD707,74 juta atau Rp10,39 triliun, naik dari sebelumnya USD570,02 juta. Adapun, beban penjualan, umum dan administrasi tercatat sebesar USD49,20 juta atau Rp722,89 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga akhir Maret 2023, total nilai aset INDY naik 1,43% menjadi  USD3,64 miliar atau Rp53,55 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember  2022 yang sebesar USD3,59 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar  USD2,27 miliar dan ekuitas sebesar USD1,37 miliar.
Perseroan saat ini tengah fokus menjalani bisnis di bidang energi  baru dan terbarukan (EBT). Pada akhir September 2022 lalu, INDY melalui  anak usahanya yakni, PT Mitra Motor Group (MMG) telah mendirikan  perusahaan patungan atau joint venture dengan Foxteq Singapore Pte. Ltd.  yang diberi nama PT Foxconn Indika Motor (FIM).
Nantinya, FIM akan melakukan kegiatan manufaktur untuk kendaraan  listrik komersial dan baterai elektrik, yang akan terefleksikan pada  kegiatan usaha antara lain, melakukan kegiatan manufaktur kendaraan  bermotor roda empat atau lebih, melakukan kegiatan manufaktur batu  baterai, serta memberikan jasa konsultasi manajemen.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 21,47% menjadi USD58,92 juta setara Rp865,73 miliar di kuartal I 2023. Laba INDY turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD75,04 juta.
Meski demikian, pendapatan perseroan tercatat naik 9,15% menjadi USD906,83 juta atau Rp13,32 triliun, dari sebelumnya sebesar USD830,79 juta. Berdasarkan segmen operasinya, pendapatan sumber daya energi mendominasi dengan kontribusi sebesar USD823,94 juta atau Rp12,10 triliun.

BACA JUGA:
Hartadinata Abadi (HRTA) Raup Laba Rp69,84 Miliar, Naik 37,80% di Kuartal I-2023


Kemudian, pendapatan segmen jasa energi tercatat sebesar USD65,35 juta atau Rp960,17 miliar, pendapatan logistik dan infrastruktur tercatat sebesar USD11,08 juta atau Rp162,89 miliar, dan segmen bisnis mineral mengantongi pendapatan sebesar USD1,75 juta atau Rp25,82 miliar.
Sementara itu, segmen bisnis hijau mencatatkan pendapatan sebesar USD2,71 juta atau Rp39,95 miliar, serta pendapatan segmen ventura digital tercatat sebesar USD1,97 juta atau Rp29,01 miliar.

BACA JUGA:
Adaro Energy (ADRO) Raup Laba Rp6,72 Triliun di Kuartal I-2023


Dari sisi pengeluaran, beban pokok kontrak dan penjualan INDY tercatat sebesar USD707,74 juta atau Rp10,39 triliun, naik dari sebelumnya USD570,02 juta. Adapun, beban penjualan, umum dan administrasi tercatat sebesar USD49,20 juta atau Rp722,89 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga akhir Maret 2023, total nilai aset INDY naik 1,43% menjadi  USD3,64 miliar atau Rp53,55 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember  2022 yang sebesar USD3,59 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar  USD2,27 miliar dan ekuitas sebesar USD1,37 miliar.
Perseroan saat ini tengah fokus menjalani bisnis di bidang energi  baru dan terbarukan (EBT). Pada akhir September 2022 lalu, INDY melalui  anak usahanya yakni, PT Mitra Motor Group (MMG) telah mendirikan  perusahaan patungan atau joint venture dengan Foxteq Singapore Pte. Ltd.  yang diberi nama PT Foxconn Indika Motor (FIM).
Nantinya, FIM akan melakukan kegiatan manufaktur untuk kendaraan  listrik komersial dan baterai elektrik, yang akan terefleksikan pada  kegiatan usaha antara lain, melakukan kegiatan manufaktur kendaraan  bermotor roda empat atau lebih, melakukan kegiatan manufaktur batu  baterai, serta memberikan jasa konsultasi manajemen.</content:encoded></item></channel></rss>
