<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Impor KRL Bekas, Erick Thohir: Saya Tolak Kalau Ada Mark Up</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyinggung soal rencana impor 10 Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jepang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2807945/soal-impor-krl-bekas-erick-thohir-saya-tolak-kalau-ada-mark-up</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2807945/soal-impor-krl-bekas-erick-thohir-saya-tolak-kalau-ada-mark-up"/><item><title>Soal Impor KRL Bekas, Erick Thohir: Saya Tolak Kalau Ada Mark Up</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2807945/soal-impor-krl-bekas-erick-thohir-saya-tolak-kalau-ada-mark-up</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2807945/soal-impor-krl-bekas-erick-thohir-saya-tolak-kalau-ada-mark-up</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2807945/soal-impor-krl-bekas-erick-thohir-saya-tolak-kalau-ada-mark-up-flotBVdci2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor KRL bekas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2807945/soal-impor-krl-bekas-erick-thohir-saya-tolak-kalau-ada-mark-up-flotBVdci2.jpg</image><title>Impor KRL bekas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyinggung soal rencana impor 10 Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jepang. Dia menegaskan akan menolak jika terbukti ada mark up dalam rencana impor KRL bekas.
&quot;Karena itu kita mesti pikir ulang kebutuhan gerbongnya berapa. saya menolak impor kalau ternyata di mark up, saya akan minta BPKP audit ulang,&quot; kata dia, Rabu (3/5/2023) Malam.

BACA JUGA:
Strategi Erick Thohir Selamatkan Keuangan Waskita Karya

Erick Thohir menyebut pembahasan terkait aksi tersebut masih dilakukan hingga saat ini. Pihak yang terlibat dalam pembahasan impor KRL di antaranya Kementerian BUMN, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, dan Komisi VI DPR RI.
&quot;Saya sudah diskusi dengan Pak Luhut, Pak Agus Gumiwang, Pak Menhub, Komisi VI, saya sudah diskusi kita jangan lihat impor dan tidak impor,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta BUMN Kembangkan Labuan Bajo, Bakal Jadi The Next Bali?

Isu utama yang menjadi sorotan pemerintah adalah kapasitas produksi di dalam negeri dan kebutuhan penggunaan KRL. Erick mengatakan isu ini harus dikaji secara komprehensif sebelum keputusan impor disepakati secara kolektif.


Setelah mengantongi data dan sudah disepakati, baru diputuskan opsi  yang akan diambil, apakah impor KRL ataukah mengutamakan produksi dalam  negeri.
Terkait produksi di dalam negeri, PT Industri Kereta Api (Persero)  atau INKA mengaku belum siap memasok jumlah KRL sesuai kebutuhan PT  Kereta Commuter Indonesia (KCI). Pasalnya, produksi gerbong transportasi  massal itu membutuhkan waktu yang lama.
&quot;Tapi kalau memang kita membutuhkan yah terbuka, tetapi duduk dengan  data yang sama, bukan masing-masing mempresentasikan data,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyinggung soal rencana impor 10 Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jepang. Dia menegaskan akan menolak jika terbukti ada mark up dalam rencana impor KRL bekas.
&quot;Karena itu kita mesti pikir ulang kebutuhan gerbongnya berapa. saya menolak impor kalau ternyata di mark up, saya akan minta BPKP audit ulang,&quot; kata dia, Rabu (3/5/2023) Malam.

BACA JUGA:
Strategi Erick Thohir Selamatkan Keuangan Waskita Karya

Erick Thohir menyebut pembahasan terkait aksi tersebut masih dilakukan hingga saat ini. Pihak yang terlibat dalam pembahasan impor KRL di antaranya Kementerian BUMN, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, dan Komisi VI DPR RI.
&quot;Saya sudah diskusi dengan Pak Luhut, Pak Agus Gumiwang, Pak Menhub, Komisi VI, saya sudah diskusi kita jangan lihat impor dan tidak impor,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta BUMN Kembangkan Labuan Bajo, Bakal Jadi The Next Bali?

Isu utama yang menjadi sorotan pemerintah adalah kapasitas produksi di dalam negeri dan kebutuhan penggunaan KRL. Erick mengatakan isu ini harus dikaji secara komprehensif sebelum keputusan impor disepakati secara kolektif.


Setelah mengantongi data dan sudah disepakati, baru diputuskan opsi  yang akan diambil, apakah impor KRL ataukah mengutamakan produksi dalam  negeri.
Terkait produksi di dalam negeri, PT Industri Kereta Api (Persero)  atau INKA mengaku belum siap memasok jumlah KRL sesuai kebutuhan PT  Kereta Commuter Indonesia (KCI). Pasalnya, produksi gerbong transportasi  massal itu membutuhkan waktu yang lama.
&quot;Tapi kalau memang kita membutuhkan yah terbuka, tetapi duduk dengan  data yang sama, bukan masing-masing mempresentasikan data,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
