<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Momen Mudik Lebaran, Ekonomi Indonesia Diprediksi Tembus 4,92% di Kuartal I-2023</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 4,92% secara year-on-year (yoy) di kuartal I-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808012/ada-momen-mudik-lebaran-ekonomi-indonesia-diprediksi-tembus-4-92-di-kuartal-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808012/ada-momen-mudik-lebaran-ekonomi-indonesia-diprediksi-tembus-4-92-di-kuartal-i-2023"/><item><title>Ada Momen Mudik Lebaran, Ekonomi Indonesia Diprediksi Tembus 4,92% di Kuartal I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808012/ada-momen-mudik-lebaran-ekonomi-indonesia-diprediksi-tembus-4-92-di-kuartal-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808012/ada-momen-mudik-lebaran-ekonomi-indonesia-diprediksi-tembus-4-92-di-kuartal-i-2023</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808012/ada-momen-mudik-lebaran-ekonomi-indonesia-diprediksi-tembus-4-92-di-kuartal-i-2023-l1RGLLQkr0.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808012/ada-momen-mudik-lebaran-ekonomi-indonesia-diprediksi-tembus-4-92-di-kuartal-i-2023-l1RGLLQkr0.jpeg</image><title>Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 4,92% secara year-on-year (yoy) di kuartal I-2023. Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas domestik yang kuat, terutama karena adanya Ramadhan dan mudik Lebaran.
&quot;Kami memperkirakan ekonomi akan tumbuh positif 4,92% di kuartal I-2023 dan 4,9-5,0% untuk keseluruhan 2023,&quot; ungkap Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/5/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Momen Idul Fitri Bawa Harapan untuk Pertumbuhan Ekonomi


Dia mengatakan, kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi pengeluaran, yakni konsumsi rumah tangga, tumbuh tinggi sebesar 4,48% pada kuartal IV-2022 dengan pertumbuhan yang persisten di semua kelompok pengeluaran.
&quot;Ini sebagai hasil dari kepercayaan konsumen yang lebih tinggi setelah pembatasan sosial yang dilonggarkan dan pandemi Covid-19 yang terkendali,&quot; ucap Riefky.

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2023 Bisa Tembus 5%, Ini Pendorongnya


Tak hanya itu, pertumbuhan kredit terus melaju hingga 11,52% (yoy) di kuartal IV-2022, ditandai sebagai level tertinggi sejak era pra-pandemi. Inflasi tahunan pun tercatat menurun menjadi 4,33% (yoy) pada bulan April 2023 dengan kenaikan harga hanya tercatat pada kelompok pakaian dan alas kaki mengikuti penyambutan Idul Fitri.
&quot;Kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik membaik tercermin dari berlanjutnya realisasi FDI yang lebih tinggi di kuartal I-2023,&quot; tambah Riefky.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, dia menyoroti harga komoditas yang lebih rendah menurunkan  surplus perdagangan di kuartal I-2023 dibandingkan dengan kuartal  sebelumnya. Tren ini, sebut Riefky, akan berlangsung sepanjang tahun  2023 karena bahan mentah dan komoditas masih menjadi mayoritas ekspor  Indonesia.
&quot;Sebagai akibat dari penurunan surplus barang, neraca transaksi  berjalan dapat terkoreksi pada tahun 2023. Estimasi penurunan surplus  perdagangan sebagian telah tercermin dalam surplus perdagangan yang  lebih rendah pada kuartal-I 2023 dibandingkan dengan surplus di  kuartal-IV 2022 karena turunnya baik ekspor maupun impor,&quot; pungkas  Riefky.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 4,92% secara year-on-year (yoy) di kuartal I-2023. Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas domestik yang kuat, terutama karena adanya Ramadhan dan mudik Lebaran.
&quot;Kami memperkirakan ekonomi akan tumbuh positif 4,92% di kuartal I-2023 dan 4,9-5,0% untuk keseluruhan 2023,&quot; ungkap Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/5/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Momen Idul Fitri Bawa Harapan untuk Pertumbuhan Ekonomi


Dia mengatakan, kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi pengeluaran, yakni konsumsi rumah tangga, tumbuh tinggi sebesar 4,48% pada kuartal IV-2022 dengan pertumbuhan yang persisten di semua kelompok pengeluaran.
&quot;Ini sebagai hasil dari kepercayaan konsumen yang lebih tinggi setelah pembatasan sosial yang dilonggarkan dan pandemi Covid-19 yang terkendali,&quot; ucap Riefky.

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2023 Bisa Tembus 5%, Ini Pendorongnya


Tak hanya itu, pertumbuhan kredit terus melaju hingga 11,52% (yoy) di kuartal IV-2022, ditandai sebagai level tertinggi sejak era pra-pandemi. Inflasi tahunan pun tercatat menurun menjadi 4,33% (yoy) pada bulan April 2023 dengan kenaikan harga hanya tercatat pada kelompok pakaian dan alas kaki mengikuti penyambutan Idul Fitri.
&quot;Kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik membaik tercermin dari berlanjutnya realisasi FDI yang lebih tinggi di kuartal I-2023,&quot; tambah Riefky.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, dia menyoroti harga komoditas yang lebih rendah menurunkan  surplus perdagangan di kuartal I-2023 dibandingkan dengan kuartal  sebelumnya. Tren ini, sebut Riefky, akan berlangsung sepanjang tahun  2023 karena bahan mentah dan komoditas masih menjadi mayoritas ekspor  Indonesia.
&quot;Sebagai akibat dari penurunan surplus barang, neraca transaksi  berjalan dapat terkoreksi pada tahun 2023. Estimasi penurunan surplus  perdagangan sebagian telah tercermin dalam surplus perdagangan yang  lebih rendah pada kuartal-I 2023 dibandingkan dengan surplus di  kuartal-IV 2022 karena turunnya baik ekspor maupun impor,&quot; pungkas  Riefky.</content:encoded></item></channel></rss>
