<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Tergelincir 4% Imbas Kenaikan Suku Bunga Fed</title><description>Harga minyak dunia tergelincir hingga 4% pada Rabu (3/5/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808040/harga-minyak-dunia-tergelincir-4-imbas-kenaikan-suku-bunga-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808040/harga-minyak-dunia-tergelincir-4-imbas-kenaikan-suku-bunga-fed"/><item><title>Harga Minyak Dunia Tergelincir 4% Imbas Kenaikan Suku Bunga Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808040/harga-minyak-dunia-tergelincir-4-imbas-kenaikan-suku-bunga-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808040/harga-minyak-dunia-tergelincir-4-imbas-kenaikan-suku-bunga-fed</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808040/harga-minyak-dunia-tergelincir-4-imbas-kenaikan-suku-bunga-fed-0gBeTE3AwZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808040/harga-minyak-dunia-tergelincir-4-imbas-kenaikan-suku-bunga-fed-0gBeTE3AwZ.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia tergelincir hingga 4% pada Rabu (3/5/2023). Harga minyak memperpanjang penurunan tajam dari sesi sebelumnya. Penurunan terjadi setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga dan investor khawatir tentang melemahnya ekonomi global yang dapat mengurangi permintaan energi.
Brent berjangka turun USD2,99 (4%) menjadi USD72,33 per barel, penutupan patokan global terendah sejak Desember 2021. Brent mencapai sesi terendah USD71,70 per barel, terendah sejak 20 Maret, dilansir Reuters, Kamis (4/5/2023).

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun 5% Dipicu Potensi AS Gagal Bayar Utang


Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) terpangkas USD3,06 (4,3%) menjadi USD68,60. Sesi terendah WTI adalah USD67,95 per barel, terendah sejak 24 Maret. Sehari sebelumnya, kedua tolok ukur turun 5%, persentase penurunan harian terbesar sejak awal Januari.
Pada Rabu sore (3/5/2023), The Fed menaikkan suku bunga sebesar seperempat persentase poin atau 25 basis points (bps), menekan harga minyak karena para pedagang khawatir pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dapat menekan permintaan energi.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Anjlok, WTI Dibanderol USD74/Barel


Tetapi The Fed juga mengisyaratkan akan menghentikan kenaikan lebih lanjut, memberikan waktu kepada pejabat untuk menilai dampak dari kegagalan bank baru-baru ini, menunggu penyelesaian kebuntuan politik atas plafon utang AS dan memantau inflasi.
Kekhawatiran sektor perbankan kembali menjadi sorotan pada hari Senin setelah regulator AS menyita First Republic, lembaga besar AS ketiga yang gagal dalam dua bulan, dengan JPMorgan Chase &amp;amp; Co setuju untuk mengambil USD173 miliar dari pinjaman bank, USD30 miliar dari sekuritas dan USD92 miliar deposito.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;The Fed memasuki mode jeda harus sangat mendukung harga minyak.  Pertanyaan besarnya adalah apakah kita akan mengalami lebih banyak  kegagalan di sektor perbankan,&amp;rdquo; kata analis Price Futures Group, Phil  Flynn dilansir Reuters, Kamis (4/5/2023).
Data pemerintah menunjukkan persediaan bensin AS secara tak terduga  naik 1,7 juta barel pekan lalu. Hal ini juga menjadi penekan harga  minyak. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan 1,2  juta barrel. Sementara, Persediaan minyak mentah AS turun 1,3 juta barel  dalam sepekan, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 1,1 juta barel.
Di Tiongkok, data akhir pekan menunjukkan aktivitas manufaktur April  turun secara tak terduga di konsumen energi terbesar dunia dan pembeli  utama minyak mentah. Morgan Stanley pun menurunkan perkiraan harga Brent  menjadi USD75 per barel pada akhir tahun.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia tergelincir hingga 4% pada Rabu (3/5/2023). Harga minyak memperpanjang penurunan tajam dari sesi sebelumnya. Penurunan terjadi setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga dan investor khawatir tentang melemahnya ekonomi global yang dapat mengurangi permintaan energi.
Brent berjangka turun USD2,99 (4%) menjadi USD72,33 per barel, penutupan patokan global terendah sejak Desember 2021. Brent mencapai sesi terendah USD71,70 per barel, terendah sejak 20 Maret, dilansir Reuters, Kamis (4/5/2023).

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun 5% Dipicu Potensi AS Gagal Bayar Utang


Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) terpangkas USD3,06 (4,3%) menjadi USD68,60. Sesi terendah WTI adalah USD67,95 per barel, terendah sejak 24 Maret. Sehari sebelumnya, kedua tolok ukur turun 5%, persentase penurunan harian terbesar sejak awal Januari.
Pada Rabu sore (3/5/2023), The Fed menaikkan suku bunga sebesar seperempat persentase poin atau 25 basis points (bps), menekan harga minyak karena para pedagang khawatir pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dapat menekan permintaan energi.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Anjlok, WTI Dibanderol USD74/Barel


Tetapi The Fed juga mengisyaratkan akan menghentikan kenaikan lebih lanjut, memberikan waktu kepada pejabat untuk menilai dampak dari kegagalan bank baru-baru ini, menunggu penyelesaian kebuntuan politik atas plafon utang AS dan memantau inflasi.
Kekhawatiran sektor perbankan kembali menjadi sorotan pada hari Senin setelah regulator AS menyita First Republic, lembaga besar AS ketiga yang gagal dalam dua bulan, dengan JPMorgan Chase &amp;amp; Co setuju untuk mengambil USD173 miliar dari pinjaman bank, USD30 miliar dari sekuritas dan USD92 miliar deposito.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;The Fed memasuki mode jeda harus sangat mendukung harga minyak.  Pertanyaan besarnya adalah apakah kita akan mengalami lebih banyak  kegagalan di sektor perbankan,&amp;rdquo; kata analis Price Futures Group, Phil  Flynn dilansir Reuters, Kamis (4/5/2023).
Data pemerintah menunjukkan persediaan bensin AS secara tak terduga  naik 1,7 juta barel pekan lalu. Hal ini juga menjadi penekan harga  minyak. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan 1,2  juta barrel. Sementara, Persediaan minyak mentah AS turun 1,3 juta barel  dalam sepekan, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 1,1 juta barel.
Di Tiongkok, data akhir pekan menunjukkan aktivitas manufaktur April  turun secara tak terduga di konsumen energi terbesar dunia dan pembeli  utama minyak mentah. Morgan Stanley pun menurunkan perkiraan harga Brent  menjadi USD75 per barel pada akhir tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
