<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Bansos Beras Masuk Tahap 2, Sudah Terima Belum?</title><description>Penyaluran bantuan sosial (bansos) beras masuk tahap kedua.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808068/penyaluran-bansos-beras-masuk-tahap-2-sudah-terima-belum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808068/penyaluran-bansos-beras-masuk-tahap-2-sudah-terima-belum"/><item><title>Penyaluran Bansos Beras Masuk Tahap 2, Sudah Terima Belum?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808068/penyaluran-bansos-beras-masuk-tahap-2-sudah-terima-belum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808068/penyaluran-bansos-beras-masuk-tahap-2-sudah-terima-belum</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808068/penyaluran-bansos-beras-masuk-tahap-2-sudah-terima-belum-XXXR5V4NtU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bansos beras cair (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808068/penyaluran-bansos-beras-masuk-tahap-2-sudah-terima-belum-XXXR5V4NtU.jpg</image><title>Bansos beras cair (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penyaluran bantuan sosial (bansos) beras masuk tahap kedua. Pemerintah mulai melakukan pendistribusian bantuan pangan beras tahap ke-2 kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 38 provinsi.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bantuan beras tahap ke-2 telah mulai didistribusikan pada 2 Mei 2023, ini dilakukan menyusul hampir rampungnya pendistribusian tahap pertama.

BACA JUGA:
BLT Sembako hingga Bansos PKH Rp12,8 Miliar Cair

&amp;ldquo;Kita tidak ingin ada jeda antara pendistribusian tahap 1 dan 2, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang dikonsumsi setiap hari, sehingga saat pendistribusian tahap 1 hampir rampung paralel langsung kita lanjut tahap 2. Tentunya banyak KPM yang sudah menunggu realisasi bantuan tahap ke-2 ini,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis (4/5/2023).
Lebih lanjut Arief melaporkan, sampai dengan 2 Mei 2023 atau pada hari pertama penyaluran bantuan beras tahap 2, Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 1.680 ton beras, jumlah tersebut setara bantuan bagi 168 ribu KPM. Adapun realisasi pendistribusian tertinggi di provinsi Maluku sebanyak 878 ton atau 68% dari total alokasi bantuan di provinsi Maluku sebanyak total 1.285 ton.

BACA JUGA:
5 Bansos yang Cair Mei 2023, Ada BLT Ibu Hamil Rp3 Juta

Arief mengatakan, sama seperti bantuan beras tahap pertama, bantuan tahap ke-2 ini juga akan disalurkan kepada 21,3 juta KMP di 38 provinsi dengan mengoptimalkan stok beras Bulog di 26 Kantor Wilayah se-Indonesia. Pendistribusian juga tetap menggandeng 3 perusahaan ekspedisi besar, yaitu PT Pos Indonesia (Persero), PT Jasa Prima Logistik (JPL), dan PT DNR sehingga bisa dipantau dan dipastikan posisi pendistribusian per-item-nya.
&amp;ldquo;Dalam pendistribusian bantuan tahap 2 ini tidak ada spesifikasi yang dikurangi, kualitas beras tetap terjaga baik, beras yang kita salurkan ini adalah beras baru. Untuk pelayanan kita terus lakukan perbaikan agar lebih cepat dan mudah. Pendistribusian tetap dilakukan by name by address sesuai data KPM dari Kemensos. Kualitas produk, akurasi dan kecepatan menjadi prioritas,&amp;rdquo; ungkapnya.


Gerak cepat pendistribusian bantuan beras ini, tutur Arief, juga  sebagai upaya pengendalian inflasi setelah Idul Fitri. Pasalnya, beras  menjadi salah satu komoditas pangan yang memberikan andil pada inflasi.
&amp;ldquo;Saat ini kita optimalkan dua instrumen untuk mengamankan harga beras  di tingkat konsumen, yaitu penyaluran bantuan pangan beras bagi 21,3  juta KPM dan pelaksanaan operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan  Harga Pangan (SPHP) dengan mendistribusikan beras SPHP Bulog ke pasar  tradisional dan ritel modern. Untuk menjaga harga beras di tingkat  petani kita juga terus dorong Bulog untuk tingkatkan penyerapan dalam  negeri di musim panen ini sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah  (HPP),&amp;rdquo; jelasnya.
Adapun update penyaluran bantuan beras tahap pertama, sampai dengan 2  Mei 2023 telah disalurkan sebanyak 84% atau 179 ribu ton dari total  penyaluran 213 ribu ton. Tercatat lebih dari 50% provinsi atau sebanyak  20 provinsi telah melakukan penyaluran 90-100%. Provinsi yang telah  menyalurkan 100% yaitu Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung,  Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Nusa  Tenggara Barat (NTB), Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua  Selatan.
Penyaluran bantuan beras ini dilakukan dalam 3 tahap selama 3 bulan  kepada sasaran penerima sebanyak 21,3 juta KPM. Penyaluran tahap pertama  telah dimulai sejak Maret 2023. Melalui program ini masing-masing KPM  akan menerima bantuan berupa beras 10 kg sebanyak 3 kali.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penyaluran bantuan sosial (bansos) beras masuk tahap kedua. Pemerintah mulai melakukan pendistribusian bantuan pangan beras tahap ke-2 kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 38 provinsi.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bantuan beras tahap ke-2 telah mulai didistribusikan pada 2 Mei 2023, ini dilakukan menyusul hampir rampungnya pendistribusian tahap pertama.

BACA JUGA:
BLT Sembako hingga Bansos PKH Rp12,8 Miliar Cair

&amp;ldquo;Kita tidak ingin ada jeda antara pendistribusian tahap 1 dan 2, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang dikonsumsi setiap hari, sehingga saat pendistribusian tahap 1 hampir rampung paralel langsung kita lanjut tahap 2. Tentunya banyak KPM yang sudah menunggu realisasi bantuan tahap ke-2 ini,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis (4/5/2023).
Lebih lanjut Arief melaporkan, sampai dengan 2 Mei 2023 atau pada hari pertama penyaluran bantuan beras tahap 2, Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 1.680 ton beras, jumlah tersebut setara bantuan bagi 168 ribu KPM. Adapun realisasi pendistribusian tertinggi di provinsi Maluku sebanyak 878 ton atau 68% dari total alokasi bantuan di provinsi Maluku sebanyak total 1.285 ton.

BACA JUGA:
5 Bansos yang Cair Mei 2023, Ada BLT Ibu Hamil Rp3 Juta

Arief mengatakan, sama seperti bantuan beras tahap pertama, bantuan tahap ke-2 ini juga akan disalurkan kepada 21,3 juta KMP di 38 provinsi dengan mengoptimalkan stok beras Bulog di 26 Kantor Wilayah se-Indonesia. Pendistribusian juga tetap menggandeng 3 perusahaan ekspedisi besar, yaitu PT Pos Indonesia (Persero), PT Jasa Prima Logistik (JPL), dan PT DNR sehingga bisa dipantau dan dipastikan posisi pendistribusian per-item-nya.
&amp;ldquo;Dalam pendistribusian bantuan tahap 2 ini tidak ada spesifikasi yang dikurangi, kualitas beras tetap terjaga baik, beras yang kita salurkan ini adalah beras baru. Untuk pelayanan kita terus lakukan perbaikan agar lebih cepat dan mudah. Pendistribusian tetap dilakukan by name by address sesuai data KPM dari Kemensos. Kualitas produk, akurasi dan kecepatan menjadi prioritas,&amp;rdquo; ungkapnya.


Gerak cepat pendistribusian bantuan beras ini, tutur Arief, juga  sebagai upaya pengendalian inflasi setelah Idul Fitri. Pasalnya, beras  menjadi salah satu komoditas pangan yang memberikan andil pada inflasi.
&amp;ldquo;Saat ini kita optimalkan dua instrumen untuk mengamankan harga beras  di tingkat konsumen, yaitu penyaluran bantuan pangan beras bagi 21,3  juta KPM dan pelaksanaan operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan  Harga Pangan (SPHP) dengan mendistribusikan beras SPHP Bulog ke pasar  tradisional dan ritel modern. Untuk menjaga harga beras di tingkat  petani kita juga terus dorong Bulog untuk tingkatkan penyerapan dalam  negeri di musim panen ini sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah  (HPP),&amp;rdquo; jelasnya.
Adapun update penyaluran bantuan beras tahap pertama, sampai dengan 2  Mei 2023 telah disalurkan sebanyak 84% atau 179 ribu ton dari total  penyaluran 213 ribu ton. Tercatat lebih dari 50% provinsi atau sebanyak  20 provinsi telah melakukan penyaluran 90-100%. Provinsi yang telah  menyalurkan 100% yaitu Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung,  Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Nusa  Tenggara Barat (NTB), Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua  Selatan.
Penyaluran bantuan beras ini dilakukan dalam 3 tahap selama 3 bulan  kepada sasaran penerima sebanyak 21,3 juta KPM. Penyaluran tahap pertama  telah dimulai sejak Maret 2023. Melalui program ini masing-masing KPM  akan menerima bantuan berupa beras 10 kg sebanyak 3 kali.</content:encoded></item></channel></rss>
