<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahas Utang Rafaksi Rp344 Miliar, Mendag Siap Duduk Bareng Pengusaha Minyak Goreng</title><description>Kemendag telah mengirimkan undangan resmi kepada asosiasi peritel Indonesia (Aprindo).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808200/bahas-utang-rafaksi-rp344-miliar-mendag-siap-duduk-bareng-pengusaha-minyak-goreng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808200/bahas-utang-rafaksi-rp344-miliar-mendag-siap-duduk-bareng-pengusaha-minyak-goreng"/><item><title>Bahas Utang Rafaksi Rp344 Miliar, Mendag Siap Duduk Bareng Pengusaha Minyak Goreng</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808200/bahas-utang-rafaksi-rp344-miliar-mendag-siap-duduk-bareng-pengusaha-minyak-goreng</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808200/bahas-utang-rafaksi-rp344-miliar-mendag-siap-duduk-bareng-pengusaha-minyak-goreng</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808200/bahas-utang-rafaksi-rp344-miliar-mendag-siap-duduk-bareng-pengusaha-minyak-goreng-uiPTdvfNmh.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808200/bahas-utang-rafaksi-rp344-miliar-mendag-siap-duduk-bareng-pengusaha-minyak-goreng-uiPTdvfNmh.JPG</image><title>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengirimkan undangan resmi kepada asosiasi peritel Indonesia (Aprindo) untuk membahas terkait rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 miliar.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Issy Karim menyampaikan, pertemuan akan berlangsung siang ini di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemendag Bakal Panggil Aprindo Bahas Utang Minyak Goreng Rp344 Miliar

&quot;Iya nanti di Kantor,&quot; katanya di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey  mengatakan bahwa dirinya akan menghadiri panggilan resmi Kemendag itu.

&quot;Ya benar, Aprindo diundang siang ini, rasanya meetnya (pertemuannya) akan cepat. Harapannya ada respon positif dari mereka ya,&quot; kata Roy saat dihubungi MNC Portal hari ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemendag Temukan Pabrik Oli Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar, Begini Modusnya

Sebagai informasi, sebelumnya Aprindo berencana akan menghentikan pengadaan minyak goreng jenis premium di 48.000 ritel Aprindo, jika utang rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 miliar belum dibayar.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTMzMy81L3g4azZueGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Issy Karim menyebut akan menghubungi Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey agar itikatnya itu bisa digagalkan.



Sebab, jika itu terlaksana akan menimbulkan masalah baru. Apalagi sebentar lagi Lebaran, pasti masyarakat membutukan pasokan minyak goreng premium.



&quot;Nanti kita akan koordinasi lagi dengan pak roy, Ya nanti kita koordinasikan lah, intinya jangan sampai kejadian seperti itu, kan ini akan menimbulkan masalah baru,&quot; kata Issy saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.



&quot;Saya kira ini kita sama-sama, kan ini menyangkut uang negara. Jadi saya kira, prinsip kehati-hatian itu yang harus kita pegang,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengirimkan undangan resmi kepada asosiasi peritel Indonesia (Aprindo) untuk membahas terkait rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 miliar.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Issy Karim menyampaikan, pertemuan akan berlangsung siang ini di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemendag Bakal Panggil Aprindo Bahas Utang Minyak Goreng Rp344 Miliar

&quot;Iya nanti di Kantor,&quot; katanya di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey  mengatakan bahwa dirinya akan menghadiri panggilan resmi Kemendag itu.

&quot;Ya benar, Aprindo diundang siang ini, rasanya meetnya (pertemuannya) akan cepat. Harapannya ada respon positif dari mereka ya,&quot; kata Roy saat dihubungi MNC Portal hari ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemendag Temukan Pabrik Oli Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar, Begini Modusnya

Sebagai informasi, sebelumnya Aprindo berencana akan menghentikan pengadaan minyak goreng jenis premium di 48.000 ritel Aprindo, jika utang rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 miliar belum dibayar.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTMzMy81L3g4azZueGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Issy Karim menyebut akan menghubungi Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey agar itikatnya itu bisa digagalkan.



Sebab, jika itu terlaksana akan menimbulkan masalah baru. Apalagi sebentar lagi Lebaran, pasti masyarakat membutukan pasokan minyak goreng premium.



&quot;Nanti kita akan koordinasi lagi dengan pak roy, Ya nanti kita koordinasikan lah, intinya jangan sampai kejadian seperti itu, kan ini akan menimbulkan masalah baru,&quot; kata Issy saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.



&quot;Saya kira ini kita sama-sama, kan ini menyangkut uang negara. Jadi saya kira, prinsip kehati-hatian itu yang harus kita pegang,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
