<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Tak Hadir Bahas Utang, Ini Kata Pengusaha Minyak Goreng</title><description>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tak hadiri pertemuan dengan pengusaha minyak goreng untuk membahas utang rafaksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808365/mendag-tak-hadir-bahas-utang-ini-kata-pengusaha-minyak-goreng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808365/mendag-tak-hadir-bahas-utang-ini-kata-pengusaha-minyak-goreng"/><item><title>Mendag Tak Hadir Bahas Utang, Ini Kata Pengusaha Minyak Goreng</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808365/mendag-tak-hadir-bahas-utang-ini-kata-pengusaha-minyak-goreng</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/04/320/2808365/mendag-tak-hadir-bahas-utang-ini-kata-pengusaha-minyak-goreng</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808365/mendag-tak-hadir-bahas-utang-ini-kata-pengusaha-minyak-goreng-DdBkfeKLr6.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Zulkifli Hasan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/320/2808365/mendag-tak-hadir-bahas-utang-ini-kata-pengusaha-minyak-goreng-DdBkfeKLr6.JPG</image><title>Mendag Zulkifli Hasan. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menghadiri panggilan Kementerian Perdagangan (Kemendag) perihal membahas utang rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 milial di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

Namun yang menjadi pertanyaan, ke mana Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan?
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Utang Rafaksi Rp344 Miliar, Mendag Siap Duduk Bareng Pengusaha Minyak Goreng

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mempertanyakan hal tersebut, padahal dia berharap, bisa bertemu dengan Mendag Zulhas agar bisa mendapat penjelasan dari pimpinan Kemendag itu.

Kata dia, yang hadir dalam pertemuan itu hanyalah Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKperdag) Kasan, Direktur Binausaha &amp;amp; Logistik Kemendag, dan Staf Khusus Kemendag.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hore! Harga Daging Sapi, Minyak Goreng hingga Cabai Turun Usai Lebaran 2023

&quot;Tadi pertemuannya dengan Dirjen PDN, BK Perdag Pak Kasan, Stafsus kementerian perdagangan dan ada Direktur Binausaha &amp;amp; Logistik. Bukan Mendag langsung yang memimpin rapat ini itu,&quot; ujar Roy kepada awak media usai menghadiri undangan Kemendag.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNy8xLzE2MTY0NC81L3g4ajZpdmY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski orang nomor satu di Kementerian Perdagang itu tak menunjukan batang hidungnya, namun Aprindo beranggapan bahwa beliau tak hadir karena ada urusan yang lebih penting dan tidak bisa ditinggalkan.



&quot;Kenapa Pak Zulhas nggak ikut nah itu dia sayangnya. Mungkin Pak Mendag ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan makanya beliau tidak ikut. kita positif thinking aja,&quot; ucap Roy.



Adapun poin penting yang dibahas dalam pertemuan Aprindo dengan Kemendag tadi, yakni mengajukan tiga opsi jika rafaksi tidak segera dilunasi.



Opsi pertama, mengurangi hingga menghentikan pembelian minyak goreng, opsi kedua potong tagihan dari produsen, kemudian opsi ketiga memikirkan jalur hukum.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menghadiri panggilan Kementerian Perdagangan (Kemendag) perihal membahas utang rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 milial di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

Namun yang menjadi pertanyaan, ke mana Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan?
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Utang Rafaksi Rp344 Miliar, Mendag Siap Duduk Bareng Pengusaha Minyak Goreng

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mempertanyakan hal tersebut, padahal dia berharap, bisa bertemu dengan Mendag Zulhas agar bisa mendapat penjelasan dari pimpinan Kemendag itu.

Kata dia, yang hadir dalam pertemuan itu hanyalah Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKperdag) Kasan, Direktur Binausaha &amp;amp; Logistik Kemendag, dan Staf Khusus Kemendag.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hore! Harga Daging Sapi, Minyak Goreng hingga Cabai Turun Usai Lebaran 2023

&quot;Tadi pertemuannya dengan Dirjen PDN, BK Perdag Pak Kasan, Stafsus kementerian perdagangan dan ada Direktur Binausaha &amp;amp; Logistik. Bukan Mendag langsung yang memimpin rapat ini itu,&quot; ujar Roy kepada awak media usai menghadiri undangan Kemendag.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNy8xLzE2MTY0NC81L3g4ajZpdmY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski orang nomor satu di Kementerian Perdagang itu tak menunjukan batang hidungnya, namun Aprindo beranggapan bahwa beliau tak hadir karena ada urusan yang lebih penting dan tidak bisa ditinggalkan.



&quot;Kenapa Pak Zulhas nggak ikut nah itu dia sayangnya. Mungkin Pak Mendag ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan makanya beliau tidak ikut. kita positif thinking aja,&quot; ucap Roy.



Adapun poin penting yang dibahas dalam pertemuan Aprindo dengan Kemendag tadi, yakni mengajukan tiga opsi jika rafaksi tidak segera dilunasi.



Opsi pertama, mengurangi hingga menghentikan pembelian minyak goreng, opsi kedua potong tagihan dari produsen, kemudian opsi ketiga memikirkan jalur hukum.</content:encoded></item></channel></rss>
