<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Disentil dan Diprank Jokowi, Gubernur Lampung Salahkan Pengusaha soal Penyebab Jalan Rusak</title><description>Presiden Jokowi mengecek jalan rusak di Lampung yang viral di media sosial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/06/470/2809432/usai-disentil-dan-diprank-jokowi-gubernur-lampung-salahkan-pengusaha-soal-penyebab-jalan-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/06/470/2809432/usai-disentil-dan-diprank-jokowi-gubernur-lampung-salahkan-pengusaha-soal-penyebab-jalan-rusak"/><item><title>Usai Disentil dan Diprank Jokowi, Gubernur Lampung Salahkan Pengusaha soal Penyebab Jalan Rusak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/06/470/2809432/usai-disentil-dan-diprank-jokowi-gubernur-lampung-salahkan-pengusaha-soal-penyebab-jalan-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/06/470/2809432/usai-disentil-dan-diprank-jokowi-gubernur-lampung-salahkan-pengusaha-soal-penyebab-jalan-rusak</guid><pubDate>Sabtu 06 Mei 2023 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/06/470/2809432/usai-disentil-dan-diprank-jokowi-gubernur-lampung-salahkan-pengusaha-soal-penyebab-jalan-rusak-7T1RpKQPzy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan rusak di Lampung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/06/470/2809432/usai-disentil-dan-diprank-jokowi-gubernur-lampung-salahkan-pengusaha-soal-penyebab-jalan-rusak-7T1RpKQPzy.jpg</image><title>Jalan rusak di Lampung (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi mengecek jalan rusak di Lampung yang viral di media sosial. Soal jalan rusak, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan kelebihan tonase kendaraan milik perusahaan menjadi salah satu penyebab jalan di daerahnya rusak.
&quot;Hanya satu yang saya minta karena sudah dibantu oleh Presiden, maka masyarakat sekitar serta pengusaha harus menjaganya,&quot; kata Arinal Djunaidi, dilansir dari Antara, Sabtu (6/5/2023).

BACA JUGA:
Terungkap! Presiden Sengaja Ubah Rute agar Tahu Kondisi Riil Jalan Rusak di Lampung

Gubernur mengatakan tonase kendaraan berlebih milik pengusaha menjadi salah satu penyebab rusaknya infrastruktur jalan.
&quot;Pengusaha harus menyadari kemampuan tonase, jangan berlebihan. Dan nanti akan dilakukan penertiban bersama polda,&quot; katanya pula.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Kalau Ada Jalan Rusak Parah, Lapor ke Saya Lewat Instagram

Dia menjelaskan bila memang terbukti melanggar, maka akan diambil tindakan tegas salah satunya dengan melakukan lelang.
&quot;Kita harus tegas mengenai ini, kalau tidak mau dilelang saja,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNS80LzE2NTg2OC81L3g4a29nNGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, dalam kunjungan Presiden Jokowi ke berbagai titik infrastruktur jalan yang rusak parah di Provinsi Lampung. Kepala Negara sempat melontarkan sejumlah tanggapan singkat terkait kesan selama melalui jalan yang cukup rusak ekstrem, hingga harus mengganti kendaraan akibat kondisi jalan yang buruk.
&quot;Tadi jalannya mulus, enak, dinikmati, hingga Pak Zulkifli Hasan tertidur di mobil karena jalannya mulus,&quot; kata Jokowi singkat.
Dalam tinjauannya di beberapa lokasi infrastruktur jalan yang rusak, Presiden Jokowi berkesempatan pula melakukan pemeriksaan secara langsung kondisi jalan yang rata-rata rusak serta banyak lubang yang telah ditutup secara swadaya oleh masyarakat dan perusahaan, sembari menyapa masyarakat setempat.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi mengecek jalan rusak di Lampung yang viral di media sosial. Soal jalan rusak, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan kelebihan tonase kendaraan milik perusahaan menjadi salah satu penyebab jalan di daerahnya rusak.
&quot;Hanya satu yang saya minta karena sudah dibantu oleh Presiden, maka masyarakat sekitar serta pengusaha harus menjaganya,&quot; kata Arinal Djunaidi, dilansir dari Antara, Sabtu (6/5/2023).

BACA JUGA:
Terungkap! Presiden Sengaja Ubah Rute agar Tahu Kondisi Riil Jalan Rusak di Lampung

Gubernur mengatakan tonase kendaraan berlebih milik pengusaha menjadi salah satu penyebab rusaknya infrastruktur jalan.
&quot;Pengusaha harus menyadari kemampuan tonase, jangan berlebihan. Dan nanti akan dilakukan penertiban bersama polda,&quot; katanya pula.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Kalau Ada Jalan Rusak Parah, Lapor ke Saya Lewat Instagram

Dia menjelaskan bila memang terbukti melanggar, maka akan diambil tindakan tegas salah satunya dengan melakukan lelang.
&quot;Kita harus tegas mengenai ini, kalau tidak mau dilelang saja,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNS80LzE2NTg2OC81L3g4a29nNGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, dalam kunjungan Presiden Jokowi ke berbagai titik infrastruktur jalan yang rusak parah di Provinsi Lampung. Kepala Negara sempat melontarkan sejumlah tanggapan singkat terkait kesan selama melalui jalan yang cukup rusak ekstrem, hingga harus mengganti kendaraan akibat kondisi jalan yang buruk.
&quot;Tadi jalannya mulus, enak, dinikmati, hingga Pak Zulkifli Hasan tertidur di mobil karena jalannya mulus,&quot; kata Jokowi singkat.
Dalam tinjauannya di beberapa lokasi infrastruktur jalan yang rusak, Presiden Jokowi berkesempatan pula melakukan pemeriksaan secara langsung kondisi jalan yang rata-rata rusak serta banyak lubang yang telah ditutup secara swadaya oleh masyarakat dan perusahaan, sembari menyapa masyarakat setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
