<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi RI 5,03% Ciptakan 3,02 Juta Lapangan Kerja</title><description>Pertumbuhan ekonomi 5,03% (yoy) di kuartal I 2023 berdampak pada terciptanya 3,02 juta lapangan kerja hingga Februari 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810370/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-03-ciptakan-3-02-juta-lapangan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810370/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-03-ciptakan-3-02-juta-lapangan-kerja"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi RI 5,03% Ciptakan 3,02 Juta Lapangan Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810370/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-03-ciptakan-3-02-juta-lapangan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810370/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-03-ciptakan-3-02-juta-lapangan-kerja</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2023 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/08/320/2810370/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-03-ciptakan-3-02-juta-lapangan-kerja-lipW5BuKBB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/08/320/2810370/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-03-ciptakan-3-02-juta-lapangan-kerja-lipW5BuKBB.JPG</image><title>Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi 5,03% (yoy) di kuartal I 2023 berdampak pada terciptanya 3,02 juta lapangan kerja hingga Februari 2023.

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten dan terjaga telah memberikan dampak positif pada penciptaan lapangan kerja, dimana pada Februari 2023 tercipta lapangan kerja bagi 3,02 juta orang,&amp;rdquo; kata Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Edy Priyono dikutip Antara, Senin (8/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga: Ekonomi Digital sebagai Buffer dan Akselerator Perekonomian

Penciptaan lapangan kerja itu, kata Edy, menambah angkatan kerja sebanyak 2,61 juta orang, dan menurunkan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 0,41 juta orang atau 5,45%.

Menurut Edy, meskipun penciptaaan lapangan kerja tumbuh positif, pemerintah masih harus bekerja keras untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja yang layak, khususnya di sektor formal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Prediksi Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp4.634 Triliun pada 2030

Hal itu karena sampai saat ini angkatan kerja didominasi pekerja informal yang per Februari 2023 mencapai 60,12%.

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi diharapkan menciptakan lapangan kerja yang layak bagi angkatan kerja. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi yang dijaga bukan hanya levelnya, tapi juga kualitasnya,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkzNy81L3g4a3Jkb3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyampaikan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023, pemerintah akan terus menjaga tren pemulihan konsumsi pada kuartal-kuartal berikutnya.



Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 sebesar 5,03% (year on year).



Secara spasial, pertumbuhan ekonomi terjadi merata di seluruh wilayah. Pulau Jawa dan Sumatera sebagai kontributor utama perekonomian nasional atau mencapai hampir 80% mampu melanjutkan tren pemulihan.



Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi di Pulau Sulawesi sebesar 7,00%, disusul Pulau Kalimantan 5,79%, Jawa 4,96% Sumatera 4,79%, Bali &amp;amp; Nusa Tenggara 4,74%, serta Maluku dan Papua 1,95%.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi 5,03% (yoy) di kuartal I 2023 berdampak pada terciptanya 3,02 juta lapangan kerja hingga Februari 2023.

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten dan terjaga telah memberikan dampak positif pada penciptaan lapangan kerja, dimana pada Februari 2023 tercipta lapangan kerja bagi 3,02 juta orang,&amp;rdquo; kata Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Edy Priyono dikutip Antara, Senin (8/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga: Ekonomi Digital sebagai Buffer dan Akselerator Perekonomian

Penciptaan lapangan kerja itu, kata Edy, menambah angkatan kerja sebanyak 2,61 juta orang, dan menurunkan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 0,41 juta orang atau 5,45%.

Menurut Edy, meskipun penciptaaan lapangan kerja tumbuh positif, pemerintah masih harus bekerja keras untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja yang layak, khususnya di sektor formal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Prediksi Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp4.634 Triliun pada 2030

Hal itu karena sampai saat ini angkatan kerja didominasi pekerja informal yang per Februari 2023 mencapai 60,12%.

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi diharapkan menciptakan lapangan kerja yang layak bagi angkatan kerja. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi yang dijaga bukan hanya levelnya, tapi juga kualitasnya,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkzNy81L3g4a3Jkb3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyampaikan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023, pemerintah akan terus menjaga tren pemulihan konsumsi pada kuartal-kuartal berikutnya.



Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 sebesar 5,03% (year on year).



Secara spasial, pertumbuhan ekonomi terjadi merata di seluruh wilayah. Pulau Jawa dan Sumatera sebagai kontributor utama perekonomian nasional atau mencapai hampir 80% mampu melanjutkan tren pemulihan.



Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi di Pulau Sulawesi sebesar 7,00%, disusul Pulau Kalimantan 5,79%, Jawa 4,96% Sumatera 4,79%, Bali &amp;amp; Nusa Tenggara 4,74%, serta Maluku dan Papua 1,95%.</content:encoded></item></channel></rss>
