<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Global Diramal Hanya Tumbuh 2,6%, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencermati kondisi perekonomian global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810371/ekonomi-global-diramal-hanya-tumbuh-2-6-sri-mulyani-ungkap-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810371/ekonomi-global-diramal-hanya-tumbuh-2-6-sri-mulyani-ungkap-penyebabnya"/><item><title>Ekonomi Global Diramal Hanya Tumbuh 2,6%, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810371/ekonomi-global-diramal-hanya-tumbuh-2-6-sri-mulyani-ungkap-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/08/320/2810371/ekonomi-global-diramal-hanya-tumbuh-2-6-sri-mulyani-ungkap-penyebabnya</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2023 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/08/320/2810371/ekonomi-global-diramal-hanya-tumbuh-2-6-sri-mulyani-ungkap-penyebabnya-iyBVSfg1Tw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers KSSK (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/08/320/2810371/ekonomi-global-diramal-hanya-tumbuh-2-6-sri-mulyani-ungkap-penyebabnya-iyBVSfg1Tw.jpg</image><title>Konferensi Pers KSSK (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencermati kondisi perekonomian global. Bahkan, pertumbuhan ekonomi global di 2023 diprediksi hanya 2,6%, lebih rendah daripada tahun lalu.
&quot;Ini terutama disumbangkan dari sisi positif, pembukaan ekonomi China pasca COVID-19,&quot; ucap Sri dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ingin Jumlah Dokter dan Rumah Sakit Lebih Banyak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun, di tengah perkembangan tersebut, pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang tetap ketat menyebabkan prospek penurunan inflasi global, terutama di negara maju tersebut berjalan lambat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkzNy81L3g4a3Jkb3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini kemudian mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter negara maju, meskipun diperkirakan tingkat suku bunga di negara maju sudah mencapai, atau hampir mencapai puncaknya,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Canda Sri Mulyani ke BGS: Menteri Kesehatan Hobinya Malah Nyari Masalah

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global menurun, sejalan dengan respon bank sentral AS dan Eropa dalam memitigasi kasus-kasus perbankan yang terjadi.&quot;Perkembangan ini mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara-negara berkembang, termasuk ke Indonesia,&quot; tambah Sri.
Bahkan, hal ini juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di triwulan I-2023. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2023 sebesar 5,03% year-on-year (yoy).
&quot;Ini sedikit lebih meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, di triwulan IV-2022 yang sebesar 5,01%,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencermati kondisi perekonomian global. Bahkan, pertumbuhan ekonomi global di 2023 diprediksi hanya 2,6%, lebih rendah daripada tahun lalu.
&quot;Ini terutama disumbangkan dari sisi positif, pembukaan ekonomi China pasca COVID-19,&quot; ucap Sri dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ingin Jumlah Dokter dan Rumah Sakit Lebih Banyak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun, di tengah perkembangan tersebut, pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang tetap ketat menyebabkan prospek penurunan inflasi global, terutama di negara maju tersebut berjalan lambat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkzNy81L3g4a3Jkb3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini kemudian mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter negara maju, meskipun diperkirakan tingkat suku bunga di negara maju sudah mencapai, atau hampir mencapai puncaknya,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Canda Sri Mulyani ke BGS: Menteri Kesehatan Hobinya Malah Nyari Masalah

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global menurun, sejalan dengan respon bank sentral AS dan Eropa dalam memitigasi kasus-kasus perbankan yang terjadi.&quot;Perkembangan ini mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara-negara berkembang, termasuk ke Indonesia,&quot; tambah Sri.
Bahkan, hal ini juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di triwulan I-2023. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2023 sebesar 5,03% year-on-year (yoy).
&quot;Ini sedikit lebih meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, di triwulan IV-2022 yang sebesar 5,01%,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
