<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga Acuan AS Naik Lagi, Begini Sikap Gubernur BI</title><description>Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga acuan ke level 5,25%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810604/suku-bunga-acuan-as-naik-lagi-begini-sikap-gubernur-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810604/suku-bunga-acuan-as-naik-lagi-begini-sikap-gubernur-bi"/><item><title>Suku Bunga Acuan AS Naik Lagi, Begini Sikap Gubernur BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810604/suku-bunga-acuan-as-naik-lagi-begini-sikap-gubernur-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810604/suku-bunga-acuan-as-naik-lagi-begini-sikap-gubernur-bi</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 07:54 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810604/suku-bunga-acuan-as-naik-lagi-begini-sikap-gubernur-bi-ApGi4l4S3K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suku Bunga Acuan BI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810604/suku-bunga-acuan-as-naik-lagi-begini-sikap-gubernur-bi-ApGi4l4S3K.jpg</image><title>Suku Bunga Acuan BI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga acuan ke level 5,25%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pun memberikan gambaran langkah yang akan diambil BI ke depan terkait dengan suku bunga.
&quot;Suku bunga ke depan bagaimana? Statement kami tetap sama, bahwa 5,75% itu telah memadai sejak Januari 2023, sehingga dengan memadai itu belum ada rencana menaikkan kembali,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Suku Bunga The Fed Naik, Bagaimana Nasib IHSG?


Memadainya suku bunga ini dilihat dari langkah BI sejak bulan Januari hingga April 2023 yang menahan BI7DRRR di 5,75% dan level tersebut dinilainya cukup.
&quot;Pertanyaannya tentu saja bahwa FFR seusai prediksi BI kemarin kenaikan terakhir 5,25%, mereka tentunya akan melihat kembali dampak pengetatan yang dilakukan pada penurunan inflasi disana. Itu sesuai dengan prediksi BI,&quot; lanjut Perry.

BACA JUGA:
Suku Bunga The Fed Naik Lagi, Waspada Perlambatan Ekonomi AS


Dia juga menyebut kemungkinan bahwa kenaikan FFR sebesar 5,25% ini adalah yang terakhir. Memandang hal tersebut, BI semakin yakin bahwa Rupiah akan menguat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Tempo hari (Rupiah) belum menguat karena belum ada kepastian dari  FFR, tapi sekarang ada kepastian dan Rupiah bakal menguat mengarah pada  nilai fundamentalnya,&quot; ucap Perry.
Dia mengatakan, nilai fundamentalnya kemudian itu mendukung penguatan  Rupiah, inflasi yang lebih rendah, pertumbuhan lebih tinggi, imbal  hasil yield yang menarik, dan tentunya cadangan devisa yang tinggi. &quot;Ini  faktor-faktor fundamental yang mendukung penguatan atau stabilitas  nilai tukar Rupiah untuk FFR,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga acuan ke level 5,25%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pun memberikan gambaran langkah yang akan diambil BI ke depan terkait dengan suku bunga.
&quot;Suku bunga ke depan bagaimana? Statement kami tetap sama, bahwa 5,75% itu telah memadai sejak Januari 2023, sehingga dengan memadai itu belum ada rencana menaikkan kembali,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Suku Bunga The Fed Naik, Bagaimana Nasib IHSG?


Memadainya suku bunga ini dilihat dari langkah BI sejak bulan Januari hingga April 2023 yang menahan BI7DRRR di 5,75% dan level tersebut dinilainya cukup.
&quot;Pertanyaannya tentu saja bahwa FFR seusai prediksi BI kemarin kenaikan terakhir 5,25%, mereka tentunya akan melihat kembali dampak pengetatan yang dilakukan pada penurunan inflasi disana. Itu sesuai dengan prediksi BI,&quot; lanjut Perry.

BACA JUGA:
Suku Bunga The Fed Naik Lagi, Waspada Perlambatan Ekonomi AS


Dia juga menyebut kemungkinan bahwa kenaikan FFR sebesar 5,25% ini adalah yang terakhir. Memandang hal tersebut, BI semakin yakin bahwa Rupiah akan menguat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Tempo hari (Rupiah) belum menguat karena belum ada kepastian dari  FFR, tapi sekarang ada kepastian dan Rupiah bakal menguat mengarah pada  nilai fundamentalnya,&quot; ucap Perry.
Dia mengatakan, nilai fundamentalnya kemudian itu mendukung penguatan  Rupiah, inflasi yang lebih rendah, pertumbuhan lebih tinggi, imbal  hasil yield yang menarik, dan tentunya cadangan devisa yang tinggi. &quot;Ini  faktor-faktor fundamental yang mendukung penguatan atau stabilitas  nilai tukar Rupiah untuk FFR,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
