<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurus Gubernur BI Ajak Negara ASEAN Tinggalkan Dolar AS</title><description>Jurus Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengajak ASEAN tinggalkan dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810643/jurus-gubernur-bi-ajak-negara-asean-tinggalkan-dolar-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810643/jurus-gubernur-bi-ajak-negara-asean-tinggalkan-dolar-as"/><item><title>Jurus Gubernur BI Ajak Negara ASEAN Tinggalkan Dolar AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810643/jurus-gubernur-bi-ajak-negara-asean-tinggalkan-dolar-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810643/jurus-gubernur-bi-ajak-negara-asean-tinggalkan-dolar-as</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 09:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810643/jurus-gubernur-bi-ajak-negara-asean-tinggalkan-dolar-as-BSt4NKGJZn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurus BI ajak negara ASEAN tinggalkan dolar (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810643/jurus-gubernur-bi-ajak-negara-asean-tinggalkan-dolar-as-BSt4NKGJZn.jpg</image><title>Jurus BI ajak negara ASEAN tinggalkan dolar (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jurus Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengajak ASEAN tinggalkan dolar AS. Perry Warjiyo menyebut bahwa BI terus mempercepat dan memperluas kerjasama penggunaan local currency transaction atau transaksi menggunakan mata uang lokal sebagai langkah menuju dedolarsisasi.
&quot;Selain ASEAN 5 yang sudah jalan, Indonesia-Malaysia Rupiah Ringgit, Indonesia-Thailand Rupiah Baht, misalnya, transaksi perdagangan dan investasi maupun juga sekarang antara sistem pembayaran dengan local currency transaction secara bilateral, tidak lagi melalui konversi atau nilai tukar,&quot; ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp14.710/USD


Dengan Jepang, menurut dia juga sudah berjalan cepat, dan sebelumnya dengan China juga sudah berjalan cepat. Minggu lalu pun, BI sudah resmi menandatangani kesepakatan local currency transaction ini dengan Korea Selatan.
&quot;Sehingga ini akan mempercepat dan memperluas penggunaan local currency dalam memfasilitasi perdagangan dan investasi serta sistem pembayaran. Dengan semakin luasnya penggunaan local currency, tentu saja stabilitas nilai tukar juga akan lebih terjaga,&quot; ungkap Perry.

BACA JUGA:
RI dan Korsel Tinggalkan Dolar AS, Sepakat Pakai Mata Uang Lokal


Dia mengatakan bahwa transaksi ini juga akan lebih efisien dengan biaya transaksi yang murah. &quot;Yang dulu misalnya, kawan-kawan ke Thailand, atau orang Thailand ke sini, dari sini dari Rupiah, tukar ke dolar AS dulu. Dari dolar AS tukar ke Baht, kemudian pergi membeli oleh-oleh di sana. Sekarang kan cukup dengan HP saja, QR kita sudah menyambung dengan QR mereka, secara cepat bisa selesai, biaya transaksi akan lebih murah,&quot; tambah Perry.
Perry menekankan bahwa sekali lagi, upaya perluasan dan percepatan local currency transaction untuk perdagangan dan investasi di ASEAN, dan juga berbagai negara ASEAN.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dengan semakin penggunaannya local currency, tentu biaya transaksi  lebih murah, dan risiko nilai tukarnya itu juga lebih rendah. Yang  dulunya harus dikonversikan ke dolar, dolar ke local currency, sekarang  kan tidak melalui dolar lagi. Itu yang terus dilakukan. Dan ini juga  dilakukan ke berbagai negara,&quot; jelas Perry.
Dia mengatakan, memang sejauh ini masih sebagian besar transaksi  dunia masih menggunakan dolar. Tetapi, seperti data yang sudah dirilis  oleh IMF beberapa waktu lalu, penggunaan dolar dalam transaksi  perdagangan terus menurun.
&quot;Yang dulunya 70%, turun, turun, turun, sekarang mendekati 50%. Dan  ini yang kita sebut diversifikasi currency yang semakin mendukung  stabilitas moneter, nilai tukar, dan juga stabilitas sistem keuangan  global,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jurus Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengajak ASEAN tinggalkan dolar AS. Perry Warjiyo menyebut bahwa BI terus mempercepat dan memperluas kerjasama penggunaan local currency transaction atau transaksi menggunakan mata uang lokal sebagai langkah menuju dedolarsisasi.
&quot;Selain ASEAN 5 yang sudah jalan, Indonesia-Malaysia Rupiah Ringgit, Indonesia-Thailand Rupiah Baht, misalnya, transaksi perdagangan dan investasi maupun juga sekarang antara sistem pembayaran dengan local currency transaction secara bilateral, tidak lagi melalui konversi atau nilai tukar,&quot; ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp14.710/USD


Dengan Jepang, menurut dia juga sudah berjalan cepat, dan sebelumnya dengan China juga sudah berjalan cepat. Minggu lalu pun, BI sudah resmi menandatangani kesepakatan local currency transaction ini dengan Korea Selatan.
&quot;Sehingga ini akan mempercepat dan memperluas penggunaan local currency dalam memfasilitasi perdagangan dan investasi serta sistem pembayaran. Dengan semakin luasnya penggunaan local currency, tentu saja stabilitas nilai tukar juga akan lebih terjaga,&quot; ungkap Perry.

BACA JUGA:
RI dan Korsel Tinggalkan Dolar AS, Sepakat Pakai Mata Uang Lokal


Dia mengatakan bahwa transaksi ini juga akan lebih efisien dengan biaya transaksi yang murah. &quot;Yang dulu misalnya, kawan-kawan ke Thailand, atau orang Thailand ke sini, dari sini dari Rupiah, tukar ke dolar AS dulu. Dari dolar AS tukar ke Baht, kemudian pergi membeli oleh-oleh di sana. Sekarang kan cukup dengan HP saja, QR kita sudah menyambung dengan QR mereka, secara cepat bisa selesai, biaya transaksi akan lebih murah,&quot; tambah Perry.
Perry menekankan bahwa sekali lagi, upaya perluasan dan percepatan local currency transaction untuk perdagangan dan investasi di ASEAN, dan juga berbagai negara ASEAN.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dengan semakin penggunaannya local currency, tentu biaya transaksi  lebih murah, dan risiko nilai tukarnya itu juga lebih rendah. Yang  dulunya harus dikonversikan ke dolar, dolar ke local currency, sekarang  kan tidak melalui dolar lagi. Itu yang terus dilakukan. Dan ini juga  dilakukan ke berbagai negara,&quot; jelas Perry.
Dia mengatakan, memang sejauh ini masih sebagian besar transaksi  dunia masih menggunakan dolar. Tetapi, seperti data yang sudah dirilis  oleh IMF beberapa waktu lalu, penggunaan dolar dalam transaksi  perdagangan terus menurun.
&quot;Yang dulunya 70%, turun, turun, turun, sekarang mendekati 50%. Dan  ini yang kita sebut diversifikasi currency yang semakin mendukung  stabilitas moneter, nilai tukar, dan juga stabilitas sistem keuangan  global,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
