<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Premi Asuransi Tembus Rp78,5 Triliun</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) terus menunjukkan perkembangan yang baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810684/pendapatan-premi-asuransi-tembus-rp78-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810684/pendapatan-premi-asuransi-tembus-rp78-5-triliun"/><item><title>Pendapatan Premi Asuransi Tembus Rp78,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810684/pendapatan-premi-asuransi-tembus-rp78-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810684/pendapatan-premi-asuransi-tembus-rp78-5-triliun</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810684/pendapatan-premi-asuransi-tembus-rp78-5-triliun-APN6qUVVaa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah premi asuransi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810684/pendapatan-premi-asuransi-tembus-rp78-5-triliun-APN6qUVVaa.jpg</image><title>Jumlah premi asuransi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) terus menunjukkan perkembangan yang baik. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mencatat pendapatan premi asuransi komersial selama periode Januari sampai dengan Maret 2023 mencapai Rp78,50 triliun.
&quot;Sementara itu, nilai outstanding piutang pembiayaan pada Maret 2023 tercatat sebesar Rp435,53 triliun,&quot; ujar Mahendra dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Heboh Kasus Pemalsuan Polis Asuransi, Ini Penjelasan Sinarmas MSIG


Angka ini, sebut dia tumbuh sebesar 16,35% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, didorong oleh pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh 34,25% dan 19,14%.

BACA JUGA:
OJK Terbitkan Aturan Perkuat Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi


&quot;Selanjutnya, profil risiko Lembaga Pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang stabil di level 2,37%,&quot; ucap Mahendra.
Dia menyebut, sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 4,74% yoy dengan nilai aset mencapai Rp350,08 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIwNy81L3g4ajZnbzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Permodalan di sektor IKNB, kata Mahendra, juga terjaga dengan Risk  Based Capital (RBC) asuransi jiwa dan asuransi umum dan reasuransi  mencapai 460,06% dan 315,79%. Dengan demikian, angka tersebut berada di  atas threshold 120%.
&quot;Selain itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan juga berada pada  level 2,11 kali, berada jauh di bawah batas maksimum 10 kali,&quot; pungkas  Mahendra.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) terus menunjukkan perkembangan yang baik. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mencatat pendapatan premi asuransi komersial selama periode Januari sampai dengan Maret 2023 mencapai Rp78,50 triliun.
&quot;Sementara itu, nilai outstanding piutang pembiayaan pada Maret 2023 tercatat sebesar Rp435,53 triliun,&quot; ujar Mahendra dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
Heboh Kasus Pemalsuan Polis Asuransi, Ini Penjelasan Sinarmas MSIG


Angka ini, sebut dia tumbuh sebesar 16,35% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, didorong oleh pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh 34,25% dan 19,14%.

BACA JUGA:
OJK Terbitkan Aturan Perkuat Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi


&quot;Selanjutnya, profil risiko Lembaga Pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang stabil di level 2,37%,&quot; ucap Mahendra.
Dia menyebut, sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 4,74% yoy dengan nilai aset mencapai Rp350,08 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIwNy81L3g4ajZnbzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Permodalan di sektor IKNB, kata Mahendra, juga terjaga dengan Risk  Based Capital (RBC) asuransi jiwa dan asuransi umum dan reasuransi  mencapai 460,06% dan 315,79%. Dengan demikian, angka tersebut berada di  atas threshold 120%.
&quot;Selain itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan juga berada pada  level 2,11 kali, berada jauh di bawah batas maksimum 10 kali,&quot; pungkas  Mahendra.</content:encoded></item></channel></rss>
