<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LinkedIn Bakal PHK 716 Pekerja dan Hapus Aplikasi di China</title><description>LinkedIn bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 716 pekerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810822/linkedin-bakal-phk-716-pekerja-dan-hapus-aplikasi-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810822/linkedin-bakal-phk-716-pekerja-dan-hapus-aplikasi-di-china"/><item><title>LinkedIn Bakal PHK 716 Pekerja dan Hapus Aplikasi di China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810822/linkedin-bakal-phk-716-pekerja-dan-hapus-aplikasi-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2810822/linkedin-bakal-phk-716-pekerja-dan-hapus-aplikasi-di-china</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810822/linkedin-bakal-phk-716-pekerja-dan-hapus-aplikasi-di-china-0IxHII0t3e.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">LinkedIn PHK ratusan karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2810822/linkedin-bakal-phk-716-pekerja-dan-hapus-aplikasi-di-china-0IxHII0t3e.jpeg</image><title>LinkedIn PHK ratusan karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; LinkedIn bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 716 pekerja. Selain itu, jaringan media sosial yang dimiliki oleh Microsoft Corp ini akan menghapus aplikasi di China.
Melalui sebuah surat, CEO LinkedIn Ryan Roslansky mengatakan, langkah untuk memangkas peran dalam tim penjualan, operasi, dan dukungan ditujukan untuk merampingkan operasi perusahaan.

BACA JUGA:
LinkedIn Luncurkan Fitur Jadwalkan Postingan, Begini Cara Pakainya


&amp;ldquo;Dengan pasar dan permintaan pelanggan yang lebih berfluktuasi, dan untuk melayani pasar yang sedang tumbuh dan berkembang secara lebih efektif, kami memperluas penggunaan vendor,&amp;rdquo; tulis Roslansky dalam surat kepada karyawan dikutip Reuters, Selasa (9/5/2023).
&amp;ldquo;Kami juga menghilangkan lapisan, mengurangi peran manajemen dan memperluas tanggung jawab untuk membuat keputusan lebih cepat,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Perpanjangan Waktu Daftar PSE Hampir Habis, Opera, LinkedIn, dan Alibaba Belum Terdaftar


Roslansky juga menambahkan, dalam suratnya bahwa perubahan itu akan menciptakan 250 pekerjaan baru.
Seorang juru bicara LinkedIn bilang bahwa karyawan yang terkena dampak pemotongan akan memenuhi syarat untuk melamar peran tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LinkedIn juga mengatakan akan menghapus aplikasi pekerjaan yang lebih  ramping yang ditawarkannya di China setelah memutuskan pada tahun 2021  untuk sebagian besar menarik diri dari negara itu, dengan alasan  lingkungan yang &amp;ldquo;menantang&amp;rdquo;.
Aplikasi di China yang tersisa, yang disebut InCareers, akan juga dihapus pada 9 Agustus, kata LinkedIn.
&amp;ldquo;Terlepas dari kemajuan awal kami, InCareer menghadapi persaingan  yang ketat dan iklim ekonomi makro yang menantang, yang pada akhirnya  membawa kamu pada keputusan untuk menghentikan layanan,&amp;rdquo; kata perusahaan  kepada pengguna situs web.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; LinkedIn bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 716 pekerja. Selain itu, jaringan media sosial yang dimiliki oleh Microsoft Corp ini akan menghapus aplikasi di China.
Melalui sebuah surat, CEO LinkedIn Ryan Roslansky mengatakan, langkah untuk memangkas peran dalam tim penjualan, operasi, dan dukungan ditujukan untuk merampingkan operasi perusahaan.

BACA JUGA:
LinkedIn Luncurkan Fitur Jadwalkan Postingan, Begini Cara Pakainya


&amp;ldquo;Dengan pasar dan permintaan pelanggan yang lebih berfluktuasi, dan untuk melayani pasar yang sedang tumbuh dan berkembang secara lebih efektif, kami memperluas penggunaan vendor,&amp;rdquo; tulis Roslansky dalam surat kepada karyawan dikutip Reuters, Selasa (9/5/2023).
&amp;ldquo;Kami juga menghilangkan lapisan, mengurangi peran manajemen dan memperluas tanggung jawab untuk membuat keputusan lebih cepat,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Perpanjangan Waktu Daftar PSE Hampir Habis, Opera, LinkedIn, dan Alibaba Belum Terdaftar


Roslansky juga menambahkan, dalam suratnya bahwa perubahan itu akan menciptakan 250 pekerjaan baru.
Seorang juru bicara LinkedIn bilang bahwa karyawan yang terkena dampak pemotongan akan memenuhi syarat untuk melamar peran tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LinkedIn juga mengatakan akan menghapus aplikasi pekerjaan yang lebih  ramping yang ditawarkannya di China setelah memutuskan pada tahun 2021  untuk sebagian besar menarik diri dari negara itu, dengan alasan  lingkungan yang &amp;ldquo;menantang&amp;rdquo;.
Aplikasi di China yang tersisa, yang disebut InCareers, akan juga dihapus pada 9 Agustus, kata LinkedIn.
&amp;ldquo;Terlepas dari kemajuan awal kami, InCareer menghadapi persaingan  yang ketat dan iklim ekonomi makro yang menantang, yang pada akhirnya  membawa kamu pada keputusan untuk menghentikan layanan,&amp;rdquo; kata perusahaan  kepada pengguna situs web.</content:encoded></item></channel></rss>
