<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikritik soal Subsidi Kendaraan Listrik, Luhut: Jangan Lawan Arus Dunia</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritikan soal subsidi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai kurang tepat sasaran</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2811071/dikritik-soal-subsidi-kendaraan-listrik-luhut-jangan-lawan-arus-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2811071/dikritik-soal-subsidi-kendaraan-listrik-luhut-jangan-lawan-arus-dunia"/><item><title>Dikritik soal Subsidi Kendaraan Listrik, Luhut: Jangan Lawan Arus Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2811071/dikritik-soal-subsidi-kendaraan-listrik-luhut-jangan-lawan-arus-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/09/320/2811071/dikritik-soal-subsidi-kendaraan-listrik-luhut-jangan-lawan-arus-dunia</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2811071/dikritik-soal-subsidi-kendaraan-listrik-luhut-jangan-lawan-arus-dunia-AqsV1Jhkl2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut soal Kritik Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com/Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/09/320/2811071/dikritik-soal-subsidi-kendaraan-listrik-luhut-jangan-lawan-arus-dunia-AqsV1Jhkl2.jpg</image><title>Menko Luhut soal Kritik Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com/Marves)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritikan soal subsidi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai kurang tepat sasaran.
Menurutnya, kebijakan untuk mendukung adopsi kendaraan listrik itu juga dilakukan banyak negara di dunia, bukan hanya di Indonesia.
&amp;ldquo;Sebenarnya gini ya, mengenai mobil listrik ini, sudah ada studi yang komprehensif. Jadi saya kira seluruh dunia bukan hanya kita, jadi jangan kita melawan arus dunia juga,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Antara, Selasa (9/5/2023).

BACA JUGA:
Subsidi Kendaraan Listrik Dikritik, Ini Jawaban Menperin

Luhut juga bersedia menjelaskan manfaat kebijakan terkait pengembangan kendaraan listrik yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia.
&amp;ldquo;Siapa yang berkomentar saya tidak tahu mengenai itu. Siapa yang berkomentar suruh dia datangi saya langsung, biar saya jelasin bahwa tidak benar omongannya,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Penjualan Kendaraan Listrik Tembus 10 Ribu Unit di 2022

Sebelumnya, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengkritik kebijakan pemerintah terkait pemberian subsidi kendaraan listrik. Ia menilai pemberian subsidi bukan solusi masalah lingkungan hidup seperti polusi udara, terlebih ketika pemilik kendaraan listrik adalah kalangan yang tidak memerlukan subsidi.
Anies menyebut emisi karbon mobil listrik per kapita per kilometer lebih tinggi dari emisi karbon bus berbahan bakar minyak (BBM).&amp;ldquo;Kenapa itu bisa terjadi? Karena bus memuat orang banyak sementara mobil (listrik) memuat orang sedikit,&amp;rdquo; katanya.
Anies juga menceritakan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurut Anies, pemberian subsidi yang kurang tepat justru hanya akan menambah kemacetan di jalanan.
&quot;Jadi yang didorong ke depan adalah demokratisasi sumber daya bahwa kita mengarahkan agar sumber daya yang dimiliki negara diberikan melalui sektor-sektor yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat banyak, bukan semata-mata mendapatkan perhatian dalam percakapan sosial media,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritikan soal subsidi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai kurang tepat sasaran.
Menurutnya, kebijakan untuk mendukung adopsi kendaraan listrik itu juga dilakukan banyak negara di dunia, bukan hanya di Indonesia.
&amp;ldquo;Sebenarnya gini ya, mengenai mobil listrik ini, sudah ada studi yang komprehensif. Jadi saya kira seluruh dunia bukan hanya kita, jadi jangan kita melawan arus dunia juga,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Antara, Selasa (9/5/2023).

BACA JUGA:
Subsidi Kendaraan Listrik Dikritik, Ini Jawaban Menperin

Luhut juga bersedia menjelaskan manfaat kebijakan terkait pengembangan kendaraan listrik yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia.
&amp;ldquo;Siapa yang berkomentar saya tidak tahu mengenai itu. Siapa yang berkomentar suruh dia datangi saya langsung, biar saya jelasin bahwa tidak benar omongannya,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Penjualan Kendaraan Listrik Tembus 10 Ribu Unit di 2022

Sebelumnya, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengkritik kebijakan pemerintah terkait pemberian subsidi kendaraan listrik. Ia menilai pemberian subsidi bukan solusi masalah lingkungan hidup seperti polusi udara, terlebih ketika pemilik kendaraan listrik adalah kalangan yang tidak memerlukan subsidi.
Anies menyebut emisi karbon mobil listrik per kapita per kilometer lebih tinggi dari emisi karbon bus berbahan bakar minyak (BBM).&amp;ldquo;Kenapa itu bisa terjadi? Karena bus memuat orang banyak sementara mobil (listrik) memuat orang sedikit,&amp;rdquo; katanya.
Anies juga menceritakan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurut Anies, pemberian subsidi yang kurang tepat justru hanya akan menambah kemacetan di jalanan.
&quot;Jadi yang didorong ke depan adalah demokratisasi sumber daya bahwa kita mengarahkan agar sumber daya yang dimiliki negara diberikan melalui sektor-sektor yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat banyak, bukan semata-mata mendapatkan perhatian dalam percakapan sosial media,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
