<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi Timah Turun, Ini Penjelasan TINS</title><description>PT Timah Tbk (TINS) mengalami penurunan produksi bijih timah sebesar 4.139 ton atau turun 8% di kuartal I-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/278/2811565/produksi-timah-turun-ini-penjelasan-tins</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/278/2811565/produksi-timah-turun-ini-penjelasan-tins"/><item><title>Produksi Timah Turun, Ini Penjelasan TINS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/278/2811565/produksi-timah-turun-ini-penjelasan-tins</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/278/2811565/produksi-timah-turun-ini-penjelasan-tins</guid><pubDate>Rabu 10 Mei 2023 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Zuhirna Wulan Dilla</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/10/278/2811565/produksi-timah-turun-ini-penjelasan-tins-zvIpBpmOoR.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Timah. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/10/278/2811565/produksi-timah-turun-ini-penjelasan-tins-zvIpBpmOoR.JPG</image><title>Timah. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mengalami penurunan produksi bijih timah sebesar 4.139 ton atau turun 8% di kuartal I-2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 4.508 ton.

Bahkan produksi logam turun 18% menjadi 3.970 ton di kuartal I 2023 dari 4.820 di 2022. Serta penjualan logam timah turun 26% menjadi 4.246 ton dari 2022: 5.703 ton.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Laba Timah (TINS) Anjlok 91,6% Jadi Rp50,2 Miliar di Kuartal I-2023

Sekretaris Perusahaan Timah, Abdullah Umar Baswedan mengungkapkan kalau penurunan yang terjadi karena harga logam dunia yanh masih tinggi.
&amp;nbsp;
Permasalahan di timah masih sama yaitu produksi karena kondisi lingkungan atau ekosistemnya belum baik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Timah (TINS) Raup Laba Bersih Rp1,04 Triliun di 2022

&quot;Jadi diupayakan agar bisa menjadi ekosistem lebih sehat dan lebih fair. Karena kita menargetkan kalau produksi naik sehingga biaya bisa turun,&quot; katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/5/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia juga menjelaskan kalau produksi yang baik itu tergantung dari kondisi ekonomi global. Dia juga menekankan bahwa perseroan siap untuk gencar eksplorasi agar bisa menambah produksi baru.



&quot;Jadi penemuan ini (eksplorasi) pun membutuhkan teknologi supaya bisa menambang lebih dalam di laut, kalau di darat bisa lebih baik untuk tambang premier,&quot; jelasnya.



Tak hanya soal kondisi ekonomi global, Abdullah juga menyebut penurunan ini diakibatkan adanya penambangan ilegal. Di mana dia tak menapik kalau kejadian ini masih marak terjadi.



&quot;Karena kerusakan lingkungan itu, bisa bikin iklim perekonomian gak sehat, karena kalau ilegal kan apa mereka bayar pajak dan izinnya juga kan tidak ada,&quot; ungkapnya.



Sehingga kini dia berharap ke depannya, ekosistem timah di Indonesia bisa lebih baik agar tercipta pertambangan yang sehat dan membuat produksi bisa naik kembali.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mengalami penurunan produksi bijih timah sebesar 4.139 ton atau turun 8% di kuartal I-2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 4.508 ton.

Bahkan produksi logam turun 18% menjadi 3.970 ton di kuartal I 2023 dari 4.820 di 2022. Serta penjualan logam timah turun 26% menjadi 4.246 ton dari 2022: 5.703 ton.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Laba Timah (TINS) Anjlok 91,6% Jadi Rp50,2 Miliar di Kuartal I-2023

Sekretaris Perusahaan Timah, Abdullah Umar Baswedan mengungkapkan kalau penurunan yang terjadi karena harga logam dunia yanh masih tinggi.
&amp;nbsp;
Permasalahan di timah masih sama yaitu produksi karena kondisi lingkungan atau ekosistemnya belum baik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Timah (TINS) Raup Laba Bersih Rp1,04 Triliun di 2022

&quot;Jadi diupayakan agar bisa menjadi ekosistem lebih sehat dan lebih fair. Karena kita menargetkan kalau produksi naik sehingga biaya bisa turun,&quot; katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/5/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia juga menjelaskan kalau produksi yang baik itu tergantung dari kondisi ekonomi global. Dia juga menekankan bahwa perseroan siap untuk gencar eksplorasi agar bisa menambah produksi baru.



&quot;Jadi penemuan ini (eksplorasi) pun membutuhkan teknologi supaya bisa menambang lebih dalam di laut, kalau di darat bisa lebih baik untuk tambang premier,&quot; jelasnya.



Tak hanya soal kondisi ekonomi global, Abdullah juga menyebut penurunan ini diakibatkan adanya penambangan ilegal. Di mana dia tak menapik kalau kejadian ini masih marak terjadi.



&quot;Karena kerusakan lingkungan itu, bisa bikin iklim perekonomian gak sehat, karena kalau ilegal kan apa mereka bayar pajak dan izinnya juga kan tidak ada,&quot; ungkapnya.



Sehingga kini dia berharap ke depannya, ekosistem timah di Indonesia bisa lebih baik agar tercipta pertambangan yang sehat dan membuat produksi bisa naik kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
