<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Khawatir Krisis Ekonomi Global meski Covid-19 Mereda, Ada Apa?</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melihat adanya risiko downside yang membayangi lanskap ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811309/sri-mulyani-khawatir-krisis-ekonomi-global-meski-covid-19-mereda-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811309/sri-mulyani-khawatir-krisis-ekonomi-global-meski-covid-19-mereda-ada-apa"/><item><title>Sri Mulyani Khawatir Krisis Ekonomi Global meski Covid-19 Mereda, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811309/sri-mulyani-khawatir-krisis-ekonomi-global-meski-covid-19-mereda-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811309/sri-mulyani-khawatir-krisis-ekonomi-global-meski-covid-19-mereda-ada-apa</guid><pubDate>Rabu 10 Mei 2023 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/10/320/2811309/sri-mulyani-khawatir-krisis-ekonomi-global-meski-covid-19-mereda-ada-apa-fVJaqvqFs8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/10/320/2811309/sri-mulyani-khawatir-krisis-ekonomi-global-meski-covid-19-mereda-ada-apa-fVJaqvqFs8.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melihat adanya risiko downside yang membayangi lanskap ekonomi global meski pandemi Covid-19 sudah mereda.

Di tengah situasi global yang serba tak pasti, Sri bersyukur kondisi ekonomi Indonesia masih kuat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Sebut 3 Tahun Usai Covid-19 Dunia Tak Baik-Baik Saja

&quot;Situasi ekonomi global saat ini sangat menantang. Pandemi Covid-19 memang sudah menurun, dan WHO baru-baru ini mengumumkan bahwa kondisi kedaruratan Covid-19 sudah di titik penghujungnya,&quot; ujar Sri dalam Webinar Muslim World Resilience in Anticipating the Global Economic Uncertainties di Jakarta, Rabu (10/5/2023).

Indonesia sendiri sudah memberhentikan PPKM dan ini diyakini akan mendorong pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Buka-bukaan Kondisi Indonesia jika AS Gagal Bayar Utang

Hanya saja, meski risiko pandemi sudah mereda, lanskap ekonomi global menghadapi banyak sekali tantangan dan ini mengancam pemulihan ekonomi global.

&quot;Pertama, karena perang di Ukraina belum berakhir dan tentunya tensi geopolitik menciptakan tekanan yang sedemikian besar terhadap komoditas, dan itu membuat ketidakpastian global. Belum lagi inflasi yang tinggi di banyak negara karena adanya fragmentasi geoekonomi,&quot; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS) misalnya sudah memutuskan Inflation Reduction Act dan di Eropa ada Carbon Border Adjustment Policy.

Ini tentunya akan memberikan tekanan tambahan terhadap negara yang mengekspor ke negara-negara tersebut, dan juga mempengaruhi arus investasi.



&quot;IMF misalnya sudah mengumumkan bahwa ekonomi global akan mengalami perlambatan, dengan pertumbuhan yang diproyeksikan lebih rendah, hanya 2,6% di 2023, dan untuk tahun depan sedikit meningkat di 3,0%,&quot; sambung Sri.



Dalam dua tahun terakhir, pulihnya penerimaan Indonesia menunjukkan performa yang menakjubkan.



&quot;Ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat, harga komoditas yang tinggi, dan juga meningkatnya penerimaan dari reformasi pajak,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melihat adanya risiko downside yang membayangi lanskap ekonomi global meski pandemi Covid-19 sudah mereda.

Di tengah situasi global yang serba tak pasti, Sri bersyukur kondisi ekonomi Indonesia masih kuat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Sebut 3 Tahun Usai Covid-19 Dunia Tak Baik-Baik Saja

&quot;Situasi ekonomi global saat ini sangat menantang. Pandemi Covid-19 memang sudah menurun, dan WHO baru-baru ini mengumumkan bahwa kondisi kedaruratan Covid-19 sudah di titik penghujungnya,&quot; ujar Sri dalam Webinar Muslim World Resilience in Anticipating the Global Economic Uncertainties di Jakarta, Rabu (10/5/2023).

Indonesia sendiri sudah memberhentikan PPKM dan ini diyakini akan mendorong pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Buka-bukaan Kondisi Indonesia jika AS Gagal Bayar Utang

Hanya saja, meski risiko pandemi sudah mereda, lanskap ekonomi global menghadapi banyak sekali tantangan dan ini mengancam pemulihan ekonomi global.

&quot;Pertama, karena perang di Ukraina belum berakhir dan tentunya tensi geopolitik menciptakan tekanan yang sedemikian besar terhadap komoditas, dan itu membuat ketidakpastian global. Belum lagi inflasi yang tinggi di banyak negara karena adanya fragmentasi geoekonomi,&quot; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS) misalnya sudah memutuskan Inflation Reduction Act dan di Eropa ada Carbon Border Adjustment Policy.

Ini tentunya akan memberikan tekanan tambahan terhadap negara yang mengekspor ke negara-negara tersebut, dan juga mempengaruhi arus investasi.



&quot;IMF misalnya sudah mengumumkan bahwa ekonomi global akan mengalami perlambatan, dengan pertumbuhan yang diproyeksikan lebih rendah, hanya 2,6% di 2023, dan untuk tahun depan sedikit meningkat di 3,0%,&quot; sambung Sri.



Dalam dua tahun terakhir, pulihnya penerimaan Indonesia menunjukkan performa yang menakjubkan.



&quot;Ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat, harga komoditas yang tinggi, dan juga meningkatnya penerimaan dari reformasi pajak,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
