<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurus 2 Menteri Jokowi Kembangkan Usaha Peternak</title><description>RI siap untuk melakukan pengembangan peternakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811353/jurus-2-menteri-jokowi-kembangkan-usaha-peternak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811353/jurus-2-menteri-jokowi-kembangkan-usaha-peternak"/><item><title>Jurus 2 Menteri Jokowi Kembangkan Usaha Peternak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811353/jurus-2-menteri-jokowi-kembangkan-usaha-peternak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/10/320/2811353/jurus-2-menteri-jokowi-kembangkan-usaha-peternak</guid><pubDate>Rabu 10 Mei 2023 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/10/320/2811353/jurus-2-menteri-jokowi-kembangkan-usaha-peternak-xz7gnjXl4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/10/320/2811353/jurus-2-menteri-jokowi-kembangkan-usaha-peternak-xz7gnjXl4J.jpg</image><title>Petani. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki siap bekerja sama dalam usaha pengembangan peternakan.

Menurut Mentan SYL, kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan MoU ini merupakan simbol komitmen Kementan dan Kemenkop UKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Agus Gumiwang Cuti, Presiden Jokowi Tunjuk Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Menperin Ad Interim

&quot;Kementan akan bermain dibudidaya. Dan tentu saja kami berharap Kementerian Koperasi dan UMKM akan fasilitasi bisnis plan hingga marketnya dengan baik,&quot; ujar Mentan SYL dalam pernyataan tertulisnya dikutip Rabu (10/5/2023).

Model bisnis dan perencanaan pasar dari koprasi juga dapat membantu peternak untuk menyalurkan komoditas peternakan dengan lebih sustainable dan efisien.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan SYL Minta Penyuluh Jadi Garda Terdepan Jaga Produktivitas di Musim Kemarau Panjang

Sehingga pendapatan dan taraf hidup peternak yang tergabung dalam koperasi dan UMKM dapat meningkat.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMy80LzE2NDI1MC81L3g4ajU2aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kesepakatan bersama Kementan dan Kemenkop UKM ini bertujuan untuk meningkatkan akselerasi penumbuhan dan pengembangan usaha peternakan serta hilirisasi produk hasil peternakan melalui koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang peternakan.



Menurut Mentan SYL, koperasi dalam sektor pertanian menjadi kompenen penting.



Dengan adanya KUR, peternak akan mampu menggunakan teknologi hilirisasi baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk perternakan olahan yang memiliki daya saing.



Teten mengatakan bahwa kerjas ama antara Kementan dan Kemenkop UKM sebenarnya sudah terjalin sejak lama di lapangan. Sebab banyak pekerja sektor pertanian yang termasuk ke dalam pengusaha mikro hingga menengah.



&quot;Tantangan yang kita hadapi yaitu 13,4 juta pelaku usaha di sektor peternakan masih kecil-kecil dan perorangan. Sekitar 90% dari pelaku usaha perunggasan di tanah air merupakan peternak unggas mandiri dan perorangan sehingga sulit menghadapi konglomerasi,&quot; pungkas Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki siap bekerja sama dalam usaha pengembangan peternakan.

Menurut Mentan SYL, kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan MoU ini merupakan simbol komitmen Kementan dan Kemenkop UKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Agus Gumiwang Cuti, Presiden Jokowi Tunjuk Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Menperin Ad Interim

&quot;Kementan akan bermain dibudidaya. Dan tentu saja kami berharap Kementerian Koperasi dan UMKM akan fasilitasi bisnis plan hingga marketnya dengan baik,&quot; ujar Mentan SYL dalam pernyataan tertulisnya dikutip Rabu (10/5/2023).

Model bisnis dan perencanaan pasar dari koprasi juga dapat membantu peternak untuk menyalurkan komoditas peternakan dengan lebih sustainable dan efisien.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan SYL Minta Penyuluh Jadi Garda Terdepan Jaga Produktivitas di Musim Kemarau Panjang

Sehingga pendapatan dan taraf hidup peternak yang tergabung dalam koperasi dan UMKM dapat meningkat.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMy80LzE2NDI1MC81L3g4ajU2aTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kesepakatan bersama Kementan dan Kemenkop UKM ini bertujuan untuk meningkatkan akselerasi penumbuhan dan pengembangan usaha peternakan serta hilirisasi produk hasil peternakan melalui koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang peternakan.



Menurut Mentan SYL, koperasi dalam sektor pertanian menjadi kompenen penting.



Dengan adanya KUR, peternak akan mampu menggunakan teknologi hilirisasi baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk perternakan olahan yang memiliki daya saing.



Teten mengatakan bahwa kerjas ama antara Kementan dan Kemenkop UKM sebenarnya sudah terjalin sejak lama di lapangan. Sebab banyak pekerja sektor pertanian yang termasuk ke dalam pengusaha mikro hingga menengah.



&quot;Tantangan yang kita hadapi yaitu 13,4 juta pelaku usaha di sektor peternakan masih kecil-kecil dan perorangan. Sekitar 90% dari pelaku usaha perunggasan di tanah air merupakan peternak unggas mandiri dan perorangan sehingga sulit menghadapi konglomerasi,&quot; pungkas Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
