<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aturan Pajak Natura Terbit Juni 2023, Fasilitas Kantor Kena PPh</title><description>Kemenkeu berencana menerbitkan aturan pajak natura di Juni 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/320/2812356/aturan-pajak-natura-terbit-juni-2023-fasilitas-kantor-kena-pph</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/320/2812356/aturan-pajak-natura-terbit-juni-2023-fasilitas-kantor-kena-pph"/><item><title>Aturan Pajak Natura Terbit Juni 2023, Fasilitas Kantor Kena PPh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/320/2812356/aturan-pajak-natura-terbit-juni-2023-fasilitas-kantor-kena-pph</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/320/2812356/aturan-pajak-natura-terbit-juni-2023-fasilitas-kantor-kena-pph</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2023 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/11/320/2812356/aturan-pajak-natura-terbit-juni-2023-fasilitas-kantor-kena-pph-rnLFeEVHrE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fasilitas Kantor Kena PPh (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/11/320/2812356/aturan-pajak-natura-terbit-juni-2023-fasilitas-kantor-kena-pph-rnLFeEVHrE.jpg</image><title>Fasilitas Kantor Kena PPh (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan aturan pajak natura di Juni 2023.
&amp;ldquo;Natura sudah finalisasi, ini tinggal harmonisasi. Mudah-mudahan sebulan ke depan bisa siap kami terbitkan,&amp;rdquo; kata Direktur Peraturan Perpajakan I DJP Hestu Yoga Saksama saat media briefing dikutip Antara di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

BACA JUGA:
Bank Dunia Usul Insentif PPN Dihapus, Begini Respons Ditjen Pajak

Pajak natura merupakan pajak yang dikenakan kepada fasilitas natura atau barang-barang pemberian kantor kepada karyawan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menjelaskan pajak natura lebih menekankan nilai kepantasan yang diterima pekerja atau pegawai dari perusahaan. Artinya, tidak semua alat kerja akan dikenakan pajak natura.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS80LzE2NjA1My81L3g4a3U5aGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Natura ini kan ada yang memberi dan menerima. Jenisnya sudah ada. Alat kerja tidak akan dikenakan pajak, tapi ada semacam batasan,&amp;rdquo; ujar Suryo.

BACA JUGA:
Harga Tiket Konser Coldplay Kena Pajak, Ini Hitung-Hitungannya! Paling Mahal Jadi Rp13 Juta

Sejauh ini, pembahasan mengenai pajak natura masih dalam proses. Oleh karena itu, Suryo mengatakan detail pajak natura akan disampaikan belakangan.Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis daftar fasilitas natura yang dikecualikan dari pajak penghasilan (PPh) atau tidak dipungut pajak.
Daftar tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan yang diteken oleh Presiden pada 20 Desember 2022.
Dalam aturan tersebut, terdapat lima fasilitas natura yang tak dikenakan pajak PPh.
Pertama, makanan, bahan makanan, bahan minuman, dan/atau minuman bagi seluruh pegawai. Kedua, natura dan/atau kenikmatan yang disediakan di daerah terpencil yang secara ekonomi mempunyai potensi layak dikembangkan atau tertinggal.
Ketiga, natura dan/atau kenikmatan yang harus disediakan oleh pemberi kerja terkait keamanan, kesehatan, dan/atau keselamatan pegawai yang diwajibkan oleh kementerian/lembaga berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Terakhir, natura dan/atau kenikmatan dengan jenis dan/atau batasan tertentu. Terkait ketentuan itu, pemerintah tidak memberikan detail terperinci dalam PP mengenai nilai atau batasan fasilitas natura dan/atau kenikmatan yang akan dikenakan pajak natura.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan aturan pajak natura di Juni 2023.
&amp;ldquo;Natura sudah finalisasi, ini tinggal harmonisasi. Mudah-mudahan sebulan ke depan bisa siap kami terbitkan,&amp;rdquo; kata Direktur Peraturan Perpajakan I DJP Hestu Yoga Saksama saat media briefing dikutip Antara di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

BACA JUGA:
Bank Dunia Usul Insentif PPN Dihapus, Begini Respons Ditjen Pajak

Pajak natura merupakan pajak yang dikenakan kepada fasilitas natura atau barang-barang pemberian kantor kepada karyawan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menjelaskan pajak natura lebih menekankan nilai kepantasan yang diterima pekerja atau pegawai dari perusahaan. Artinya, tidak semua alat kerja akan dikenakan pajak natura.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS80LzE2NjA1My81L3g4a3U5aGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Natura ini kan ada yang memberi dan menerima. Jenisnya sudah ada. Alat kerja tidak akan dikenakan pajak, tapi ada semacam batasan,&amp;rdquo; ujar Suryo.

BACA JUGA:
Harga Tiket Konser Coldplay Kena Pajak, Ini Hitung-Hitungannya! Paling Mahal Jadi Rp13 Juta

Sejauh ini, pembahasan mengenai pajak natura masih dalam proses. Oleh karena itu, Suryo mengatakan detail pajak natura akan disampaikan belakangan.Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis daftar fasilitas natura yang dikecualikan dari pajak penghasilan (PPh) atau tidak dipungut pajak.
Daftar tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan yang diteken oleh Presiden pada 20 Desember 2022.
Dalam aturan tersebut, terdapat lima fasilitas natura yang tak dikenakan pajak PPh.
Pertama, makanan, bahan makanan, bahan minuman, dan/atau minuman bagi seluruh pegawai. Kedua, natura dan/atau kenikmatan yang disediakan di daerah terpencil yang secara ekonomi mempunyai potensi layak dikembangkan atau tertinggal.
Ketiga, natura dan/atau kenikmatan yang harus disediakan oleh pemberi kerja terkait keamanan, kesehatan, dan/atau keselamatan pegawai yang diwajibkan oleh kementerian/lembaga berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Terakhir, natura dan/atau kenikmatan dengan jenis dan/atau batasan tertentu. Terkait ketentuan itu, pemerintah tidak memberikan detail terperinci dalam PP mengenai nilai atau batasan fasilitas natura dan/atau kenikmatan yang akan dikenakan pajak natura.</content:encoded></item></channel></rss>
