<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KTT ASEAN, Kawasan Batu Cermin Labuan Bajo Jadi Pameran Budaya</title><description>Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan Kawasan Batu Cermin Labuan Bajo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/470/2811939/ktt-asean-kawasan-batu-cermin-labuan-bajo-jadi-pameran-budaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/470/2811939/ktt-asean-kawasan-batu-cermin-labuan-bajo-jadi-pameran-budaya"/><item><title>KTT ASEAN, Kawasan Batu Cermin Labuan Bajo Jadi Pameran Budaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/470/2811939/ktt-asean-kawasan-batu-cermin-labuan-bajo-jadi-pameran-budaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/11/470/2811939/ktt-asean-kawasan-batu-cermin-labuan-bajo-jadi-pameran-budaya</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2023 08:43 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/11/470/2811939/ktt-asean-kawasan-batu-cermin-labuan-bajo-jadi-pameran-budaya-ReAK9A9OOf.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kawasan Batu Cermin Labuan Bajo. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/11/470/2811939/ktt-asean-kawasan-batu-cermin-labuan-bajo-jadi-pameran-budaya-ReAK9A9OOf.JPG</image><title>Kawasan Batu Cermin Labuan Bajo. (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan Kawasan Batu Cermin Labuan Bajo yang menjadi lokasi pameran budaya Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pameran diselenggarakan sebagai partisipasi aktif masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam KTT ASEAN ke-42 yang diselenggarakan di Labuan Bajo.

BACA JUGA:
Ketika Para Pemimpin ASEAN Kepincut dengan Keindahan Labuan Bajo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pameran tersebut memfasilitasi UMKM lokal di bidang kerajinan tangan, kain tenun, hingga makanan dan minuman.

Selain itu, pada pameran yang diselenggarakan pada 6-14 Mei tersebut, para delegasi ASEAN serta pengunjung juga dapat menyaksikan kesenian rakyat tradisional seperti tari Caci yang juga disebut juga sebagai tari perang dari Flores.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cara RI Jaga Keamanan Perairan Labuan Bajo Selama KTT ASEAN

Ada juga tari Cerana yang merupakan tarian penyambutan khas Kupang, hingga Tari Dadokado yang menggunakan bambu sebagai properti dan berasal dari Alor.

Penataan Kawasan Batu Cermin meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti amphiteater dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAzMC81L3g4a3RoaXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian, trekking point menuju goa Batu Cermin, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, dan toilet.



Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja mengatakan, kedepan nya akan memperluas dan memperbanyak model penghijauan sekaligus beautifikasi yang serupa dengan area main entrance Goa Batu Cermin ini.



&quot;Kita melihat tanaman bugenvil tumbuh subur karena perawatannya relatif mudah untuk daerah yang panas dan sulit air. Tidak perlu disiram setiap hari, tapi bisa tetap hidup,&amp;rdquo; kata Jubir Endra dalam pernyataan tertulisnya dikutip Kamis (11/5/2023).



Endra menyebut bahwa penataan kawasan Goa Batu Cermin memberikan tambahan destinasi wisata di Labuan Bajo.

Selain itu, menurutnya masyarakat lokal melalui UMKM harus menerima manfaat dari keberadaan prasarana dan sarana yang dibangun.



&quot;Untuk itu perawatan dan pemeliharaan pasca serah terima dari Kementerian PUPR harus baik, demi keberlanjutan prasarana dan sarana yang sudah baik ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan Kawasan Batu Cermin Labuan Bajo yang menjadi lokasi pameran budaya Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pameran diselenggarakan sebagai partisipasi aktif masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam KTT ASEAN ke-42 yang diselenggarakan di Labuan Bajo.

BACA JUGA:
Ketika Para Pemimpin ASEAN Kepincut dengan Keindahan Labuan Bajo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pameran tersebut memfasilitasi UMKM lokal di bidang kerajinan tangan, kain tenun, hingga makanan dan minuman.

Selain itu, pada pameran yang diselenggarakan pada 6-14 Mei tersebut, para delegasi ASEAN serta pengunjung juga dapat menyaksikan kesenian rakyat tradisional seperti tari Caci yang juga disebut juga sebagai tari perang dari Flores.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cara RI Jaga Keamanan Perairan Labuan Bajo Selama KTT ASEAN

Ada juga tari Cerana yang merupakan tarian penyambutan khas Kupang, hingga Tari Dadokado yang menggunakan bambu sebagai properti dan berasal dari Alor.

Penataan Kawasan Batu Cermin meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti amphiteater dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAzMC81L3g4a3RoaXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian, trekking point menuju goa Batu Cermin, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, dan toilet.



Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja mengatakan, kedepan nya akan memperluas dan memperbanyak model penghijauan sekaligus beautifikasi yang serupa dengan area main entrance Goa Batu Cermin ini.



&quot;Kita melihat tanaman bugenvil tumbuh subur karena perawatannya relatif mudah untuk daerah yang panas dan sulit air. Tidak perlu disiram setiap hari, tapi bisa tetap hidup,&amp;rdquo; kata Jubir Endra dalam pernyataan tertulisnya dikutip Kamis (11/5/2023).



Endra menyebut bahwa penataan kawasan Goa Batu Cermin memberikan tambahan destinasi wisata di Labuan Bajo.

Selain itu, menurutnya masyarakat lokal melalui UMKM harus menerima manfaat dari keberadaan prasarana dan sarana yang dibangun.



&quot;Untuk itu perawatan dan pemeliharaan pasca serah terima dari Kementerian PUPR harus baik, demi keberlanjutan prasarana dan sarana yang sudah baik ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
