<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut RI Dukung IsDB Bantu Negara Tertinggal dan Berkembang</title><description>Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung penuh IsDB membantu negara-negara tertinggal dan berkembang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/14/320/2813711/sri-mulyani-sebut-ri-dukung-isdb-bantu-negara-tertinggal-dan-berkembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/14/320/2813711/sri-mulyani-sebut-ri-dukung-isdb-bantu-negara-tertinggal-dan-berkembang"/><item><title>Sri Mulyani Sebut RI Dukung IsDB Bantu Negara Tertinggal dan Berkembang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/14/320/2813711/sri-mulyani-sebut-ri-dukung-isdb-bantu-negara-tertinggal-dan-berkembang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/14/320/2813711/sri-mulyani-sebut-ri-dukung-isdb-bantu-negara-tertinggal-dan-berkembang</guid><pubDate>Minggu 14 Mei 2023 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/14/320/2813711/sri-mulyani-sebut-ri-dukung-isdb-bantu-negara-tertinggal-dan-berkembang-1tGSjYjhhr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/14/320/2813711/sri-mulyani-sebut-ri-dukung-isdb-bantu-negara-tertinggal-dan-berkembang-1tGSjYjhhr.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung penuh Islamic Development Bank (IsDB) membantu negara-negara tertinggal dan berkembang.
&quot;Kita siap untuk memberikan dukungan penuh kepada IsDB untuk membantu negara-negara tertinggal dan berkembang, termasuk program SSP, juga berkontribusi kepada umat muslim dan masyarakat global pada umumnya,&quot;  ujar Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati, dikutip Minggu (14/5/2023).

BACA JUGA:
Sambangi Arab Saudi, Sri Mulyani Pamerkan Capaian G20 Indonesia

IsDB merupakan salah satu Bank Pembangunan Multilateral Islam yang membantu mengatasi krisis di negara-negara tertinggal dan berkembang atau dikenal juga dengan South-South Partnerships (SSPs). Khususnya, pada masa pandemi lalu yang membuat banyak negara berkembang mengalami kesulitan keuangan serius.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS8xLzE2NjA1OS81L3g4a3Vqb2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam memimpin dan memberikan kontribusi dalam SSPs. Dimulai tahun 1955 pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung, juga tahun 1961 saat kita mengadakan Konferensi Gerakan Non-Blok yang kemudian berkembang menjadi SSPs,&quot; tambah Sri.

BACA JUGA:
Anggaran Biaya Mobil Listrik PNS Hampir Rp1 Miliar, Staf Sri Mulyani: Tidak Ada Belanja Ugal-ugalan

Indonesia juga ikut membantu negara kurang berkembang dengan mendirikan Badan Pembangunan Internasional Indonesia (Indonesian AID). Hingga saat ini, Indonesian AID mengelola dana abadi sebesar USD 551,7 juta, dan telah mengalokasikan dana tersebut untuk 23 negara penerima di berbagai wilayah di sektor kesehatan, pendidikan dan pertanian, juga dalam instrumen hibah dengan total USD 7,5 juta.&quot;Untuk tahun 2023, kita mengalokasikan USD 17,2 juta, antara lain melalui kerjasama dengan IsDB maupun dengan mitra pembangunan lainnya,&quot; ungkap Sri.
Baru-baru ini, Indonesia juga telah melakukan Peningkatan Modal Khusus (SCI) dan disetujui menjadi pemegang saham terbesar ke-3 dari IsDB.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung penuh Islamic Development Bank (IsDB) membantu negara-negara tertinggal dan berkembang.
&quot;Kita siap untuk memberikan dukungan penuh kepada IsDB untuk membantu negara-negara tertinggal dan berkembang, termasuk program SSP, juga berkontribusi kepada umat muslim dan masyarakat global pada umumnya,&quot;  ujar Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati, dikutip Minggu (14/5/2023).

BACA JUGA:
Sambangi Arab Saudi, Sri Mulyani Pamerkan Capaian G20 Indonesia

IsDB merupakan salah satu Bank Pembangunan Multilateral Islam yang membantu mengatasi krisis di negara-negara tertinggal dan berkembang atau dikenal juga dengan South-South Partnerships (SSPs). Khususnya, pada masa pandemi lalu yang membuat banyak negara berkembang mengalami kesulitan keuangan serius.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS8xLzE2NjA1OS81L3g4a3Vqb2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam memimpin dan memberikan kontribusi dalam SSPs. Dimulai tahun 1955 pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung, juga tahun 1961 saat kita mengadakan Konferensi Gerakan Non-Blok yang kemudian berkembang menjadi SSPs,&quot; tambah Sri.

BACA JUGA:
Anggaran Biaya Mobil Listrik PNS Hampir Rp1 Miliar, Staf Sri Mulyani: Tidak Ada Belanja Ugal-ugalan

Indonesia juga ikut membantu negara kurang berkembang dengan mendirikan Badan Pembangunan Internasional Indonesia (Indonesian AID). Hingga saat ini, Indonesian AID mengelola dana abadi sebesar USD 551,7 juta, dan telah mengalokasikan dana tersebut untuk 23 negara penerima di berbagai wilayah di sektor kesehatan, pendidikan dan pertanian, juga dalam instrumen hibah dengan total USD 7,5 juta.&quot;Untuk tahun 2023, kita mengalokasikan USD 17,2 juta, antara lain melalui kerjasama dengan IsDB maupun dengan mitra pembangunan lainnya,&quot; ungkap Sri.
Baru-baru ini, Indonesia juga telah melakukan Peningkatan Modal Khusus (SCI) dan disetujui menjadi pemegang saham terbesar ke-3 dari IsDB.</content:encoded></item></channel></rss>
