<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Lagi Rugi, GMF AeroAsia (GMFI) Kantongi Laba Rp16,22 Miliar</title><description>PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) mencatatkan laba  bersih USD1,1 juta atau setara Rp16,22 miliar di kuartal I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/278/2814126/tak-lagi-rugi-gmf-aeroasia-gmfi-kantongi-laba-rp16-22-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/278/2814126/tak-lagi-rugi-gmf-aeroasia-gmfi-kantongi-laba-rp16-22-miliar"/><item><title>Tak Lagi Rugi, GMF AeroAsia (GMFI) Kantongi Laba Rp16,22 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/278/2814126/tak-lagi-rugi-gmf-aeroasia-gmfi-kantongi-laba-rp16-22-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/278/2814126/tak-lagi-rugi-gmf-aeroasia-gmfi-kantongi-laba-rp16-22-miliar</guid><pubDate>Senin 15 Mei 2023 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/15/278/2814126/tak-lagi-rugi-gmf-aeroasia-gmfi-kantongi-laba-rp16-22-miliar-g4pAKZRAXB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GMFI bukukan laba (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/15/278/2814126/tak-lagi-rugi-gmf-aeroasia-gmfi-kantongi-laba-rp16-22-miliar-g4pAKZRAXB.jpg</image><title>GMFI bukukan laba (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) mencatatkan laba bersih USD1,1 juta atau setara Rp16,22 miliar di kuartal I 2023. Kondisi ini berbalik dibandingkan priode yang sama tahun lalu membukukan rugi USD8,65 juta.
Dilansir dari Harian Neraca, Senin (15/5/2023), emiten perawatan pesawat ini menjelaskan, perolehan laba bersih didorong oleh kenaikan pendapatan signifikan 71,68% secara year-on-year (yoy) menjadi USD85,82 juta atau sekitar Rp1,26 triliun pada tiga bulan pertama 2023, dibanding kuartal I/2022 yang sebesar USD49,98 juta. Secara rinci berdasarkan segmen, pendapatan emiten bengkel pesawat Garuda (GMFI) itu ditopang oleh pendapatan reparasi dan overhaul sebesar USD69,54 juta, maintenance USD11,6 juta, dan pendapatan operasi lain-lain USD5,07 juta.

BACA JUGA:
Rugi Garuda Maintenance (GMFI) Menyusut 54,34% di Kuartal III-2022


Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi USD405.435. GMFI juga berhasil melakukan efisiensi beban dengan beban penyusutan dipangkas menjadi USD5,19 juta dibanding tahun sebelumnya USD5,56 juta. Beban operasional juga turun menjadi USD5,57 juta dibanding periode sama tahun 2022 sebesar USD6,06 juta. Akan tetapi, secara neraca GMFI masih membukukan ekuitas negatif sebesar USD329,38 juta atau sekitar Rp4,85 triliun.

BACA JUGA:
Gandeng GMF, KAI Tingkatkan Sistem Perawatan Sarana Kereta Api 


Hal ini menunjukkan kinerja kurang sehat karena nilai liabilitas lebih tinggi daripada asetnya. Meski demikian, defisit ekuitas perseroan turun dibanding posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD331,02 juta. Ekuitas negatif tersebut akibat saldo defisit yang belum dicadangkan sebesar USD603,06 juta pada kuartal I/2023. Angka itu turun tipis dari akhir 2022 yang sebesar USD604,16 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu, liabilitas perseroan juga naik 4,70% menjadi USD755,65  juta dibanding Desember 2022 sebesar USD721,68 juta. Sedangkan aset  GMFI tumbuh 9,11% menjadi USD426,26 juta, dibanding periode akhir 2022  sebesar USD390,65 juta. Sebagai informasi, GMFI membidik pertumbuhan  pendapatan sebesar 7% hingga tahun 2026. Sejumlah strategi disiapkan  demi memenuhi target tersebut.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi pernah mengatakan, perseroan  sedang menjaga tren posisi keuangan yang positif, sejak mengamankan laba  bersih tahun buku 2022 senilai USD 3,57 juta, dari posisi rugi 2021  senilai USD127,39 juta.
&quot;Kami percaya saat ini kami berada dalam track yang benar, di mana  langkah restrukturisasi sudah kami lakukan secara serius, profitabilitas  juga secara bertahap telah mampu dicapai,&quot; kata Andi.
Terdapat 3 strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan, yakni  restrukturisasi utang, peningkatan profitabilitas, dan perbaikan  ekuitas. Sebelumnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) sebagai  induk usaha menargetkan kontribusi pendapatan dari dua anak usahanya,  Citilink Indonesia dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk  lebih besar pada 2023.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra pernah bilang,  kinerja dua anak usahanya tersebut dapat bertumbuh lebih kencang  dibandingkan dengan Garuda sebagai induk. Hal ini yang membuat perseroan  meminta kontribusi pendapatan dua entitas tersebut lebih besar pada  tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) mencatatkan laba bersih USD1,1 juta atau setara Rp16,22 miliar di kuartal I 2023. Kondisi ini berbalik dibandingkan priode yang sama tahun lalu membukukan rugi USD8,65 juta.
Dilansir dari Harian Neraca, Senin (15/5/2023), emiten perawatan pesawat ini menjelaskan, perolehan laba bersih didorong oleh kenaikan pendapatan signifikan 71,68% secara year-on-year (yoy) menjadi USD85,82 juta atau sekitar Rp1,26 triliun pada tiga bulan pertama 2023, dibanding kuartal I/2022 yang sebesar USD49,98 juta. Secara rinci berdasarkan segmen, pendapatan emiten bengkel pesawat Garuda (GMFI) itu ditopang oleh pendapatan reparasi dan overhaul sebesar USD69,54 juta, maintenance USD11,6 juta, dan pendapatan operasi lain-lain USD5,07 juta.

BACA JUGA:
Rugi Garuda Maintenance (GMFI) Menyusut 54,34% di Kuartal III-2022


Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi USD405.435. GMFI juga berhasil melakukan efisiensi beban dengan beban penyusutan dipangkas menjadi USD5,19 juta dibanding tahun sebelumnya USD5,56 juta. Beban operasional juga turun menjadi USD5,57 juta dibanding periode sama tahun 2022 sebesar USD6,06 juta. Akan tetapi, secara neraca GMFI masih membukukan ekuitas negatif sebesar USD329,38 juta atau sekitar Rp4,85 triliun.

BACA JUGA:
Gandeng GMF, KAI Tingkatkan Sistem Perawatan Sarana Kereta Api 


Hal ini menunjukkan kinerja kurang sehat karena nilai liabilitas lebih tinggi daripada asetnya. Meski demikian, defisit ekuitas perseroan turun dibanding posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD331,02 juta. Ekuitas negatif tersebut akibat saldo defisit yang belum dicadangkan sebesar USD603,06 juta pada kuartal I/2023. Angka itu turun tipis dari akhir 2022 yang sebesar USD604,16 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu, liabilitas perseroan juga naik 4,70% menjadi USD755,65  juta dibanding Desember 2022 sebesar USD721,68 juta. Sedangkan aset  GMFI tumbuh 9,11% menjadi USD426,26 juta, dibanding periode akhir 2022  sebesar USD390,65 juta. Sebagai informasi, GMFI membidik pertumbuhan  pendapatan sebesar 7% hingga tahun 2026. Sejumlah strategi disiapkan  demi memenuhi target tersebut.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi pernah mengatakan, perseroan  sedang menjaga tren posisi keuangan yang positif, sejak mengamankan laba  bersih tahun buku 2022 senilai USD 3,57 juta, dari posisi rugi 2021  senilai USD127,39 juta.
&quot;Kami percaya saat ini kami berada dalam track yang benar, di mana  langkah restrukturisasi sudah kami lakukan secara serius, profitabilitas  juga secara bertahap telah mampu dicapai,&quot; kata Andi.
Terdapat 3 strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan, yakni  restrukturisasi utang, peningkatan profitabilitas, dan perbaikan  ekuitas. Sebelumnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) sebagai  induk usaha menargetkan kontribusi pendapatan dari dua anak usahanya,  Citilink Indonesia dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk  lebih besar pada 2023.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra pernah bilang,  kinerja dua anak usahanya tersebut dapat bertumbuh lebih kencang  dibandingkan dengan Garuda sebagai induk. Hal ini yang membuat perseroan  meminta kontribusi pendapatan dua entitas tersebut lebih besar pada  tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
