<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Berpotensi Gagal Bayar Utang, Joe Biden Bisa Apa?</title><description>Joe Biden mengatakan akan kembali bertemu dengan para pemimpin kongres pada hari Selasa (16/5/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814034/as-berpotensi-gagal-bayar-utang-joe-biden-bisa-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814034/as-berpotensi-gagal-bayar-utang-joe-biden-bisa-apa"/><item><title>AS Berpotensi Gagal Bayar Utang, Joe Biden Bisa Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814034/as-berpotensi-gagal-bayar-utang-joe-biden-bisa-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814034/as-berpotensi-gagal-bayar-utang-joe-biden-bisa-apa</guid><pubDate>Senin 15 Mei 2023 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/15/320/2814034/as-berpotensi-gagal-bayar-utang-joe-biden-bisa-apa-lQUMU6j0pe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Amerika Serikat. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/15/320/2814034/as-berpotensi-gagal-bayar-utang-joe-biden-bisa-apa-lQUMU6j0pe.jpg</image><title>Amerika Serikat. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan akan kembali bertemu dengan para pemimpin kongres pada hari Selasa (16/5/2023). Hal ini dilakukan untuk membahas rencana kenaikan pagu utang negara dan menghindari konsekuensi dari gagal bayar utang.
Biden pun optimis bahwa kesepakatan untuk menaikan pagu utang negara akan tercapai. Biden mengatakan telah mendapatkan perkembangan terbaru tentang bagaimana pembicaraan telah berjalan antara staf administrasi dan rekan kongres mereka.

BACA JUGA:
Biaya Sekali Makan di Amerika

&amp;ldquo;Saya optimis, saya pikir kita bisa mencapai kesepakatan untuk menaikan pagu utang,&amp;rdquo; ujar Presiden AS Joe Biden, dilansir Reuters, Senin (15/5/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS8xLzE2NjA1OS81L3g4a3Vqb2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun pertemuan pekan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pada Selasa (9/5). Sebelumnya, Biden telah bertemu petinggi Partai Demokrat, Partai Republik, dan Ketua DPR AS McCarthy.

BACA JUGA:
IMF: Gagal Bayar Utang AS Bakal Berdampak Serius pada Ekonomi Global

Biden menyebut pertemuan itu produktif dan tampaknya berhasil menawarkan kepada Partai Republik beberapa kemungkinan kompromi, termasuk melihat dengan seksama untuk pertama kalinya dana bantuan virus corona yang tidak terpakai untuk mengurangi pengeluaran pemerintah.Di sisi lain, Ketua DPR AS, McCarthy justru mengatakan pembahasan yang berlangsung tidak memiliki kemajuan. Bahkan ia menganggap Biden tidak mau menyelesaikan masalah ini dengan serius, karena membatasi waktu diskusi.
Biden sendiri sudah berulang kali meminta anggota parlemen untuk menaikkan batas utang tanpa syarat apapun. Sementara McCarthy, yang partainya memiliki suara mayoritas di DPR, mengatakan Partai Republik tidak akan menyetujui kesepakatan apapun yang tidak secara dramatis memotong pengeluaran untuk mengatasi defisit anggaran yang terus meningkat dan mengisyaratkan bahwa dia tidak melihat perbaikan jangka pendek.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga berulang kali mengingatkan resiko besar jika kongres tidak menaikkan batas utang. Dampak yang bisa dirasakan jika gagal bayar utang bakal melebar dan melemahkan dollar AS sebagai mata uang dunia. Bahkan, Yellen dikabarkan telah bertemu para pemimpin bisnis dan keuangan di AS untuk membahas hal tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan akan kembali bertemu dengan para pemimpin kongres pada hari Selasa (16/5/2023). Hal ini dilakukan untuk membahas rencana kenaikan pagu utang negara dan menghindari konsekuensi dari gagal bayar utang.
Biden pun optimis bahwa kesepakatan untuk menaikan pagu utang negara akan tercapai. Biden mengatakan telah mendapatkan perkembangan terbaru tentang bagaimana pembicaraan telah berjalan antara staf administrasi dan rekan kongres mereka.

BACA JUGA:
Biaya Sekali Makan di Amerika

&amp;ldquo;Saya optimis, saya pikir kita bisa mencapai kesepakatan untuk menaikan pagu utang,&amp;rdquo; ujar Presiden AS Joe Biden, dilansir Reuters, Senin (15/5/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS8xLzE2NjA1OS81L3g4a3Vqb2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun pertemuan pekan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pada Selasa (9/5). Sebelumnya, Biden telah bertemu petinggi Partai Demokrat, Partai Republik, dan Ketua DPR AS McCarthy.

BACA JUGA:
IMF: Gagal Bayar Utang AS Bakal Berdampak Serius pada Ekonomi Global

Biden menyebut pertemuan itu produktif dan tampaknya berhasil menawarkan kepada Partai Republik beberapa kemungkinan kompromi, termasuk melihat dengan seksama untuk pertama kalinya dana bantuan virus corona yang tidak terpakai untuk mengurangi pengeluaran pemerintah.Di sisi lain, Ketua DPR AS, McCarthy justru mengatakan pembahasan yang berlangsung tidak memiliki kemajuan. Bahkan ia menganggap Biden tidak mau menyelesaikan masalah ini dengan serius, karena membatasi waktu diskusi.
Biden sendiri sudah berulang kali meminta anggota parlemen untuk menaikkan batas utang tanpa syarat apapun. Sementara McCarthy, yang partainya memiliki suara mayoritas di DPR, mengatakan Partai Republik tidak akan menyetujui kesepakatan apapun yang tidak secara dramatis memotong pengeluaran untuk mengatasi defisit anggaran yang terus meningkat dan mengisyaratkan bahwa dia tidak melihat perbaikan jangka pendek.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga berulang kali mengingatkan resiko besar jika kongres tidak menaikkan batas utang. Dampak yang bisa dirasakan jika gagal bayar utang bakal melebar dan melemahkan dollar AS sebagai mata uang dunia. Bahkan, Yellen dikabarkan telah bertemu para pemimpin bisnis dan keuangan di AS untuk membahas hal tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
