<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.961,4 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar USD402,8 miliar setara Rp5.961,4 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814150/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp5-961-4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814150/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp5-961-4-triliun"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.961,4 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814150/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp5-961-4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/15/320/2814150/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp5-961-4-triliun</guid><pubDate>Senin 15 Mei 2023 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/15/320/2814150/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp5-961-4-triliun-i6WRicfuG1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ULN Indonesia turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/15/320/2814150/utang-luar-negeri-indonesia-turun-jadi-rp5-961-4-triliun-i6WRicfuG1.jpg</image><title>ULN Indonesia turun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar USD402,8 miliar setara Rp5.961,4 triliun pada triwulan I 2023.
&quot;Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia pada triwulan I 2023 secara tahunan mengalami penurunan sebesar 1,9% (yoy), melanjutkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 4,1% (yoy). Kontraksi pertumbuhan ini bersumber dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan swasta,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Senin (15/5/2023).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Turun Jadi Rp5.864,4 Triliun di Akhir Februari 2023


Perkembangan posisi ULN pada triwulan I 2023 juga dipengaruhi oleh faktor perubahan akibat pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah.
ULN pemerintah melanjutkan tren kontraksi pertumbuhan. Posisi ULN pemerintah pada triwulan I 2023 tercatat sebesar USD194,0 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 1,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 6,8% (yoy). Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penempatan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan sentimen positif pelaku pasar global yang tetap terjaga.

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp5.864,4 Triliun di Februari 2023


&quot;Selain itu, terdapat penarikan neto pinjaman luar negeri multilateral yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek. Penarikan ULN pemerintah pada triwulan I 2023 masih diutamakan untuk mendukung  pembiayaan sektor produktif dan belanja prioritas, khususnya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global,&quot; jelasnya.
Pemerintah terus berkomitmen mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel, termasuk menjaga kredibilitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga secara tepat waktu. Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah mencakup antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,1% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,9%), jasa pendidikan (16,8%),  konstruksi (14,2%), serta jasa keuangan dan asuransi (10,2%). Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;ULN swasta juga mengalami kontraksi dan lebih dalam. Posisi ULN  swasta pada triwulan I 2023 tercatat sebesar USD199,4 miliar dolar AS,  atau secara tahunan mengalami kontraksi 3,0% (yoy), lebih dalam  dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,7%  (yoy). Pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial  corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations)  masing-masing mengalami kontraksi 2,9% (yoy) dan 3,5% (yoy),&quot; tambah  Erwin.
Angka ini lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi triwulan lalu  yang masing-masing tercatat 1,4% (yoy) dan 2,7% (yoy). Berdasarkan  sektor ekonomi, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan  dan asuransi, industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap/air  panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian, dengan  pangsa mencapai 77,9% dari total ULN swasta. ULN swasta juga tetap  didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,4% terhadap  total ULN swasta.
&quot;Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia pada triwulan I 2023  tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk  Domestik Bruto (PDB) yang tetap stabil di kisaran 30,1%,&quot; jelas Erwin.
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN  Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan  pangsa mencapai 87,6% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur  ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam  pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. &quot;Peran ULN juga akan terus  dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong  pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat  memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; pungkas Erwin.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar USD402,8 miliar setara Rp5.961,4 triliun pada triwulan I 2023.
&quot;Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia pada triwulan I 2023 secara tahunan mengalami penurunan sebesar 1,9% (yoy), melanjutkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 4,1% (yoy). Kontraksi pertumbuhan ini bersumber dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan swasta,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Senin (15/5/2023).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Turun Jadi Rp5.864,4 Triliun di Akhir Februari 2023


Perkembangan posisi ULN pada triwulan I 2023 juga dipengaruhi oleh faktor perubahan akibat pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah.
ULN pemerintah melanjutkan tren kontraksi pertumbuhan. Posisi ULN pemerintah pada triwulan I 2023 tercatat sebesar USD194,0 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 1,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 6,8% (yoy). Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penempatan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan sentimen positif pelaku pasar global yang tetap terjaga.

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp5.864,4 Triliun di Februari 2023


&quot;Selain itu, terdapat penarikan neto pinjaman luar negeri multilateral yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program dan proyek. Penarikan ULN pemerintah pada triwulan I 2023 masih diutamakan untuk mendukung  pembiayaan sektor produktif dan belanja prioritas, khususnya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global,&quot; jelasnya.
Pemerintah terus berkomitmen mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel, termasuk menjaga kredibilitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga secara tepat waktu. Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah mencakup antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,1% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,9%), jasa pendidikan (16,8%),  konstruksi (14,2%), serta jasa keuangan dan asuransi (10,2%). Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;ULN swasta juga mengalami kontraksi dan lebih dalam. Posisi ULN  swasta pada triwulan I 2023 tercatat sebesar USD199,4 miliar dolar AS,  atau secara tahunan mengalami kontraksi 3,0% (yoy), lebih dalam  dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,7%  (yoy). Pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial  corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations)  masing-masing mengalami kontraksi 2,9% (yoy) dan 3,5% (yoy),&quot; tambah  Erwin.
Angka ini lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi triwulan lalu  yang masing-masing tercatat 1,4% (yoy) dan 2,7% (yoy). Berdasarkan  sektor ekonomi, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan  dan asuransi, industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap/air  panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian, dengan  pangsa mencapai 77,9% dari total ULN swasta. ULN swasta juga tetap  didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,4% terhadap  total ULN swasta.
&quot;Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia pada triwulan I 2023  tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk  Domestik Bruto (PDB) yang tetap stabil di kisaran 30,1%,&quot; jelas Erwin.
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN  Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan  pangsa mencapai 87,6% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur  ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam  pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. &quot;Peran ULN juga akan terus  dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong  pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat  memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; pungkas Erwin.</content:encoded></item></channel></rss>
