<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Menteri KKP Telepon Saya Berkali-kali Bahas Tambak Udang</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita ditelepon berkali-kali oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/17/320/2815416/sri-mulyani-menteri-kkp-telepon-saya-berkali-kali-bahas-tambak-udang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/17/320/2815416/sri-mulyani-menteri-kkp-telepon-saya-berkali-kali-bahas-tambak-udang"/><item><title>Sri Mulyani: Menteri KKP Telepon Saya Berkali-kali Bahas Tambak Udang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/17/320/2815416/sri-mulyani-menteri-kkp-telepon-saya-berkali-kali-bahas-tambak-udang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/17/320/2815416/sri-mulyani-menteri-kkp-telepon-saya-berkali-kali-bahas-tambak-udang</guid><pubDate>Rabu 17 Mei 2023 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/17/320/2815416/sri-mulyani-menteri-kkp-telepon-saya-berkali-kali-bahas-tambak-udang-VTShixo5ao.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Sri Mulyani ditelepon berkali-kali oleh Menteri KKP (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/17/320/2815416/sri-mulyani-menteri-kkp-telepon-saya-berkali-kali-bahas-tambak-udang-VTShixo5ao.jpg</image><title>Cerita Sri Mulyani ditelepon berkali-kali oleh Menteri KKP (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita ditelepon berkali-kali oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Sri bercerita, Menteri Trenggono meminta anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membuat tambak udang yang sekarang ini.

BACA JUGA:
Indeks Pembangunan Manusia Meningkat, Sri Mulyani: Kita Terus Perbaiki


&quot;Bahkan beliau berkali-kali telepon saya bahwa sudah mulai panen parsial. Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sempat hadir dalam peresmian tambak udang, lebih dari 60 hektare dari 100 hektare. Pertanyaannya, kenapa Menteri Perikanan membuat tambak udang kalau sudah menghasilkan penerimaan dan anggarannya sudah diinvestasikan?&quot; ujar Sri dalam Rakornas Pelaksanaan Anggaran 2023: Belanja Berkualitas Untuk Transformasi Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu (17/5/2023).
Dia menyebut, bahwasanya mungkin perlu dipikirkan bagaimana kreativitas untuk men-sustainnya, dan tentu jangan sampai pemerintah mengambil alih peran dari swasta maupun masyarakat, tetapi seharusnya meng-enpower mereka. Menurut Sri, ini adalah salah satu bentuk inovasi belanja yang dilakukan oleh Menteri Trenggono.

BACA JUGA:
Stafsus Mensos ke Sri Mulyani: Tunjuk Hidung Pemda yang Manipulasi Data Bansos!


&quot;Kalau saya tadi mencontohkan ilustrasinya lewat Menteri Kelautan dan Perikanan, saya bisa menghabiskan atau meminta anggaran berapa ratus miliar, dan dia menghasilkan output yang lebih besar, lalu anggaran tersebut bisa dikembalikan lagi. Itu adalah value for money-nya sangat besar,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia mencontohkan skenario kegiatan ekonomi, apalagi di daerah atau di  bidang yang dianggap berisiko tinggi, di mana sektor swasta tidak  berani masuk. Mungkin pemerintah perlu masuk terlebih dahulu, baru  kegiatan ekonominya bergerak dan pemerintah kemudian bisa memberikan  ruangan itu kepada sektor swasta.
&quot;Nanti anggaran mulai menurun atau dalam hal ini, peranannya  (pemerintah) tidak perlu paling depan dan paling dominan,&quot; tandas Sri.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita ditelepon berkali-kali oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Sri bercerita, Menteri Trenggono meminta anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membuat tambak udang yang sekarang ini.

BACA JUGA:
Indeks Pembangunan Manusia Meningkat, Sri Mulyani: Kita Terus Perbaiki


&quot;Bahkan beliau berkali-kali telepon saya bahwa sudah mulai panen parsial. Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sempat hadir dalam peresmian tambak udang, lebih dari 60 hektare dari 100 hektare. Pertanyaannya, kenapa Menteri Perikanan membuat tambak udang kalau sudah menghasilkan penerimaan dan anggarannya sudah diinvestasikan?&quot; ujar Sri dalam Rakornas Pelaksanaan Anggaran 2023: Belanja Berkualitas Untuk Transformasi Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu (17/5/2023).
Dia menyebut, bahwasanya mungkin perlu dipikirkan bagaimana kreativitas untuk men-sustainnya, dan tentu jangan sampai pemerintah mengambil alih peran dari swasta maupun masyarakat, tetapi seharusnya meng-enpower mereka. Menurut Sri, ini adalah salah satu bentuk inovasi belanja yang dilakukan oleh Menteri Trenggono.

BACA JUGA:
Stafsus Mensos ke Sri Mulyani: Tunjuk Hidung Pemda yang Manipulasi Data Bansos!


&quot;Kalau saya tadi mencontohkan ilustrasinya lewat Menteri Kelautan dan Perikanan, saya bisa menghabiskan atau meminta anggaran berapa ratus miliar, dan dia menghasilkan output yang lebih besar, lalu anggaran tersebut bisa dikembalikan lagi. Itu adalah value for money-nya sangat besar,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia mencontohkan skenario kegiatan ekonomi, apalagi di daerah atau di  bidang yang dianggap berisiko tinggi, di mana sektor swasta tidak  berani masuk. Mungkin pemerintah perlu masuk terlebih dahulu, baru  kegiatan ekonominya bergerak dan pemerintah kemudian bisa memberikan  ruangan itu kepada sektor swasta.
&quot;Nanti anggaran mulai menurun atau dalam hal ini, peranannya  (pemerintah) tidak perlu paling depan dan paling dominan,&quot; tandas Sri.
</content:encoded></item></channel></rss>
