<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Tantangan Bisnis dan Ekspansi Pertamina Geothermal Energy (PGEO)   </title><description>Modal kerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi sorotan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/278/2816510/begini-tantangan-bisnis-dan-ekspansi-pertamina-geothermal-energy-pgeo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/278/2816510/begini-tantangan-bisnis-dan-ekspansi-pertamina-geothermal-energy-pgeo"/><item><title>Begini Tantangan Bisnis dan Ekspansi Pertamina Geothermal Energy (PGEO)   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/278/2816510/begini-tantangan-bisnis-dan-ekspansi-pertamina-geothermal-energy-pgeo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/278/2816510/begini-tantangan-bisnis-dan-ekspansi-pertamina-geothermal-energy-pgeo</guid><pubDate>Jum'at 19 Mei 2023 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/19/278/2816510/begini-tantangan-binsis-dan-ekpansi-pertamina-geothermal-energy-pgeo-U48rIKGnFc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan Bisnis Pertamina Geothermal. (Foto: Okezone.com/PGE)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/19/278/2816510/begini-tantangan-binsis-dan-ekpansi-pertamina-geothermal-energy-pgeo-U48rIKGnFc.jpg</image><title>Tantangan Bisnis Pertamina Geothermal. (Foto: Okezone.com/PGE)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Modal kerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi sorotan. Hal ini diprediksi dapat mempengaruhi kinerja perseroan.
Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan menilai ada tiga risiko yang dihadapi PGEO ketika mengalami modal kerja negatif.
Pertama risiko likuiditas. Di mana perseroan akan kesulitan menghadapi kondisi eksternal seperti penagihan utang jatuh tempo.

BACA JUGA:
Usai Terbitkan Surat Utang, PGEO Bakal Rights Issue?

Menurutnya, kondisi seperti ini dapat membuat kondisi perusahaan memburuk. Dengan kata lain, perusahaan dengan modal kerja negatif lebih sulit saat menghadapi turbulence dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki modal kerja positif.
&amp;ldquo;Ketika perusahaan dengan likuiditas tidak baik, maka akan semakin berisiko terhadap faktor-faktor atau risiko ke depannya,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (19/5/2023).

BACA JUGA:
Green Bonds Pertamina Geothermal (PGEO) Oversubscribed hingga 8,25 Kali

Alfred menjelaskan bahwa kondisi perusahaan dengan modal kerja negatif juga lebih berisiko default.
&amp;ldquo;Walaupun manajemen mengklaim mendapat dukungan dari holding, tapi tetap saja di atas kertas risiko default lebih besar ketimbang ketika perseroan memiliki modal kerja positif,&amp;rdquo; ujarnya.
Risiko kedua, terdapat risiko pendanaan operasional yang harus dihadapi PGEO menyusul kas yang idle.
&amp;ldquo;Modal kerja negatif juga dapat mempersempit perseroan dari sisi operasional, sehingga pergerakan PGEO untuk menjalankan bisnis atau ekspansi menjadi terbatas,&amp;rdquo; ujarnya.Sedangkan ketiga adalah persepsi negatif dari para stakeholder perseroan, sehingga memberikan sentimen buruk kepada pelaku pasar dan berisiko memberikan dampak negatif pula bagi kinerja saham PGEO di Bursa ke depannya.
&amp;ldquo;Karena informasi terkait kondisi ini dilaporkan sendiri oleh manajemen dan dibaca oleh stakeholder. Tentu mereka akan melihat kondisi modal kerja negatif ini sebagai gambaran yang tidak bagus,&amp;rdquo; papar dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Modal kerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi sorotan. Hal ini diprediksi dapat mempengaruhi kinerja perseroan.
Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan menilai ada tiga risiko yang dihadapi PGEO ketika mengalami modal kerja negatif.
Pertama risiko likuiditas. Di mana perseroan akan kesulitan menghadapi kondisi eksternal seperti penagihan utang jatuh tempo.

BACA JUGA:
Usai Terbitkan Surat Utang, PGEO Bakal Rights Issue?

Menurutnya, kondisi seperti ini dapat membuat kondisi perusahaan memburuk. Dengan kata lain, perusahaan dengan modal kerja negatif lebih sulit saat menghadapi turbulence dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki modal kerja positif.
&amp;ldquo;Ketika perusahaan dengan likuiditas tidak baik, maka akan semakin berisiko terhadap faktor-faktor atau risiko ke depannya,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (19/5/2023).

BACA JUGA:
Green Bonds Pertamina Geothermal (PGEO) Oversubscribed hingga 8,25 Kali

Alfred menjelaskan bahwa kondisi perusahaan dengan modal kerja negatif juga lebih berisiko default.
&amp;ldquo;Walaupun manajemen mengklaim mendapat dukungan dari holding, tapi tetap saja di atas kertas risiko default lebih besar ketimbang ketika perseroan memiliki modal kerja positif,&amp;rdquo; ujarnya.
Risiko kedua, terdapat risiko pendanaan operasional yang harus dihadapi PGEO menyusul kas yang idle.
&amp;ldquo;Modal kerja negatif juga dapat mempersempit perseroan dari sisi operasional, sehingga pergerakan PGEO untuk menjalankan bisnis atau ekspansi menjadi terbatas,&amp;rdquo; ujarnya.Sedangkan ketiga adalah persepsi negatif dari para stakeholder perseroan, sehingga memberikan sentimen buruk kepada pelaku pasar dan berisiko memberikan dampak negatif pula bagi kinerja saham PGEO di Bursa ke depannya.
&amp;ldquo;Karena informasi terkait kondisi ini dilaporkan sendiri oleh manajemen dan dibaca oleh stakeholder. Tentu mereka akan melihat kondisi modal kerja negatif ini sebagai gambaran yang tidak bagus,&amp;rdquo; papar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
