<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalahkan Negara Lain saat Hadapi Pandemi, Sri Mulyani: Ekonomi RI Pulih Lebih Cepat</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut betapa tangguhnya pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/320/2816455/kalahkan-negara-lain-saat-hadapi-pandemi-sri-mulyani-ekonomi-ri-pulih-lebih-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/320/2816455/kalahkan-negara-lain-saat-hadapi-pandemi-sri-mulyani-ekonomi-ri-pulih-lebih-cepat"/><item><title>Kalahkan Negara Lain saat Hadapi Pandemi, Sri Mulyani: Ekonomi RI Pulih Lebih Cepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/320/2816455/kalahkan-negara-lain-saat-hadapi-pandemi-sri-mulyani-ekonomi-ri-pulih-lebih-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/19/320/2816455/kalahkan-negara-lain-saat-hadapi-pandemi-sri-mulyani-ekonomi-ri-pulih-lebih-cepat</guid><pubDate>Jum'at 19 Mei 2023 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/19/320/2816455/kalahkan-negara-lain-saat-hadapi-pandemi-sri-mulyani-ekonomi-ri-pulih-lebih-cepat-zVWyL3M3eO.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/19/320/2816455/kalahkan-negara-lain-saat-hadapi-pandemi-sri-mulyani-ekonomi-ri-pulih-lebih-cepat-zVWyL3M3eO.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut betapa tangguhnya pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19.

Menurutnya, dampak pandemi di seluruh dunia yang terjadi mulai tahun 2020, aktivitas ekonomi di seluruh dunia mengalami kontraksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pandemi Covid-19 Mereda, Sri Mulyani Minta Indonesia Tetap Waspada

Dia bersyukur atas semangat kerjasama yang begitu solid dan sangat baik dari seluruh pihak modal yang luar biasa kuat pada saat menghadapi guncangan pandemi yang luar biasa.

&quot;Ekonomi Indonesia juga mengalami kontraksi 2,1%, namun kontraksi ini jauh lebih moderat dibandingkan kontraksi yang terjadi di negara-negara seperti Filipina yang mengalami -9,5%, Thailand -6,2%, Malaysia -5,5%, dan Singapura -3,9%,&quot; ungkap Sri dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-23 Masa Persidangan V Tahun 2022-2023 di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

Selain kontraksi yang lebih kecil, perekonomian Indonesia juga mampu pulih cepat dan kuat pada tahun 2021. Indonesia berhasil tumbuh 3,7% di kala itu, dan berlanjut dengan pemulihan hingga tahun 2022 dengan pertumbuhan 5,3%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani: Belanja Kreatif yang Menciptakan Lapangan Kerja Masih Rendah

&quot;Pencapaian ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat pulih dari tekanan pandemi Covid-19 dengan cepat dibandingkan mayoritas negara lain di dunia,&quot; sambung Sri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk0NC81L3g4anMyaHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur yang masif, serta perbaikan iklim investasi dan bisnis terus dilakukan. Pemerintah mampu mendorong aktivitas ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia yang nyata.



&quot;Angka pengangguran juga menurun dari sebelumnya 5,94% pada 2014 menjadi 5,18% sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Tingkat kemiskinan menurun tajam dari 11% menjadi 9,2% pada periode yang sama,&quot; jelasnya.



Tingkat ketimpangan pengeluaran yang diukur dengan gini coefficient membaik signifikan dari 0,414 menjadi 0,380.



&quot;Berbagai program afirmasi pada kelompok miskin dan rentan serta program perlindungan sosial efektif menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut betapa tangguhnya pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19.

Menurutnya, dampak pandemi di seluruh dunia yang terjadi mulai tahun 2020, aktivitas ekonomi di seluruh dunia mengalami kontraksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pandemi Covid-19 Mereda, Sri Mulyani Minta Indonesia Tetap Waspada

Dia bersyukur atas semangat kerjasama yang begitu solid dan sangat baik dari seluruh pihak modal yang luar biasa kuat pada saat menghadapi guncangan pandemi yang luar biasa.

&quot;Ekonomi Indonesia juga mengalami kontraksi 2,1%, namun kontraksi ini jauh lebih moderat dibandingkan kontraksi yang terjadi di negara-negara seperti Filipina yang mengalami -9,5%, Thailand -6,2%, Malaysia -5,5%, dan Singapura -3,9%,&quot; ungkap Sri dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-23 Masa Persidangan V Tahun 2022-2023 di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

Selain kontraksi yang lebih kecil, perekonomian Indonesia juga mampu pulih cepat dan kuat pada tahun 2021. Indonesia berhasil tumbuh 3,7% di kala itu, dan berlanjut dengan pemulihan hingga tahun 2022 dengan pertumbuhan 5,3%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani: Belanja Kreatif yang Menciptakan Lapangan Kerja Masih Rendah

&quot;Pencapaian ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat pulih dari tekanan pandemi Covid-19 dengan cepat dibandingkan mayoritas negara lain di dunia,&quot; sambung Sri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk0NC81L3g4anMyaHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur yang masif, serta perbaikan iklim investasi dan bisnis terus dilakukan. Pemerintah mampu mendorong aktivitas ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia yang nyata.



&quot;Angka pengangguran juga menurun dari sebelumnya 5,94% pada 2014 menjadi 5,18% sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Tingkat kemiskinan menurun tajam dari 11% menjadi 9,2% pada periode yang sama,&quot; jelasnya.



Tingkat ketimpangan pengeluaran yang diukur dengan gini coefficient membaik signifikan dari 0,414 menjadi 0,380.



&quot;Berbagai program afirmasi pada kelompok miskin dan rentan serta program perlindungan sosial efektif menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
