<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di KTT G7, Jokowi Usulkan Bentuk OPEC Versi Negara Penghasil Nikel hingga Sawit</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan terbentuknya organisasi tingkat dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/21/320/2817436/di-ktt-g7-jokowi-usulkan-bentuk-opec-versi-negara-penghasil-nikel-hingga-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/21/320/2817436/di-ktt-g7-jokowi-usulkan-bentuk-opec-versi-negara-penghasil-nikel-hingga-sawit"/><item><title>Di KTT G7, Jokowi Usulkan Bentuk OPEC Versi Negara Penghasil Nikel hingga Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/21/320/2817436/di-ktt-g7-jokowi-usulkan-bentuk-opec-versi-negara-penghasil-nikel-hingga-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/21/320/2817436/di-ktt-g7-jokowi-usulkan-bentuk-opec-versi-negara-penghasil-nikel-hingga-sawit</guid><pubDate>Minggu 21 Mei 2023 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/21/320/2817436/di-ktt-g7-jokowi-usulkan-bentuk-opec-versi-negara-penghasil-nikel-hingga-sawit-5vUK8c7eIb.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/21/320/2817436/di-ktt-g7-jokowi-usulkan-bentuk-opec-versi-negara-penghasil-nikel-hingga-sawit-5vUK8c7eIb.JPG</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan terbentuknya organisasi tingkat dunia yang serupa dengan The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Nantinya, organisasi tersebut akan berfokus kepada produk strategis lainnya, yakni nikel dan sawit.

Menurutnya, anggota Group of Seven (G7) bisa menjadi mitra pembangunan hilirisasi industri Indonesia melalui kelembagaan tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Tagih Rp1.493 Triliun ke Negara Maju Danai Transisi Energi

Jokowi juga menegaskan, kolaborasi diperlukan untuk mendukung industri nikel dan sawit ke depannya. Usulan ini disampaikan Jokowi saat menghadiri salah satu pertemuan KTT G7 2023.

&amp;ldquo;Bapak Presiden Jokowi mengajak negara anggota G7 sebagai mitra pembangunan hilirisasi industri Indonesia dan mengusulkan dibentuk lembaga semacam &amp;lsquo;OPEC&amp;rsquo;. Beliau menegaskan bahwa yang diperlukan dunia saat ini adalah kolaborasi, bukan polarisasi yang memecah belah,&amp;rdquo; ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (21/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Akan Hadiri Program KTT G7 Outreach hingga Bertemu Kalangan Bisnis Jepang

Dengan demikian, terdapat kelembagaan nikel dan sawit yang tujuannya serupa dengan OPEC yakni untuk mengkoordinasikan kebijakan dan menjaga pasar tetap stabil untuk mengamankan pasokan reguler bagi konsumen.

Retno menjelaskan, Presiden Jokowi juga berulang kali menegaskan pentingnya kolaborasi global yang setara dan inklusif.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM2OC81L3g4bDNzY20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pernyataan ini sekaligus menekankan untuk memberhentikan kebijakan monopoli dan diskriminasi terhadap komoditas negara berkembang karena setiap negara memiliki hak pembangunan (right to development) dan hak untuk mengolah sumber daya alam untuk menghasilkan nilai tambah.



&amp;ldquo;Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi menekankan setiap negara harus menghormati keputusan masing - masing negara dalam mengolah sumber daya alam,&amp;rdquo; imbuhnya.



Dengan demikian, Presiden Jokowi mengharapkan kolaborasi yang lebih setara dan menguntungkan Indonesia.



Pasalnya, Indonesia mulai beranjak dari peran sebagai negara pengekspor barang mentah menjadi negara yang melakukan hilirisasi industri untuk mendapatkan nilai tambah.



&amp;ldquo;Ini bukan berarti Indonesia menutup diri melainkan Indonesia meningkatkan kerjasama dalam bentuk lain yang lebih setara dan saling menguntungkan. Itulah pesan Presiden,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan terbentuknya organisasi tingkat dunia yang serupa dengan The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Nantinya, organisasi tersebut akan berfokus kepada produk strategis lainnya, yakni nikel dan sawit.

Menurutnya, anggota Group of Seven (G7) bisa menjadi mitra pembangunan hilirisasi industri Indonesia melalui kelembagaan tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Tagih Rp1.493 Triliun ke Negara Maju Danai Transisi Energi

Jokowi juga menegaskan, kolaborasi diperlukan untuk mendukung industri nikel dan sawit ke depannya. Usulan ini disampaikan Jokowi saat menghadiri salah satu pertemuan KTT G7 2023.

&amp;ldquo;Bapak Presiden Jokowi mengajak negara anggota G7 sebagai mitra pembangunan hilirisasi industri Indonesia dan mengusulkan dibentuk lembaga semacam &amp;lsquo;OPEC&amp;rsquo;. Beliau menegaskan bahwa yang diperlukan dunia saat ini adalah kolaborasi, bukan polarisasi yang memecah belah,&amp;rdquo; ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (21/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Akan Hadiri Program KTT G7 Outreach hingga Bertemu Kalangan Bisnis Jepang

Dengan demikian, terdapat kelembagaan nikel dan sawit yang tujuannya serupa dengan OPEC yakni untuk mengkoordinasikan kebijakan dan menjaga pasar tetap stabil untuk mengamankan pasokan reguler bagi konsumen.

Retno menjelaskan, Presiden Jokowi juga berulang kali menegaskan pentingnya kolaborasi global yang setara dan inklusif.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMS8xLzE2NjM2OC81L3g4bDNzY20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pernyataan ini sekaligus menekankan untuk memberhentikan kebijakan monopoli dan diskriminasi terhadap komoditas negara berkembang karena setiap negara memiliki hak pembangunan (right to development) dan hak untuk mengolah sumber daya alam untuk menghasilkan nilai tambah.



&amp;ldquo;Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi menekankan setiap negara harus menghormati keputusan masing - masing negara dalam mengolah sumber daya alam,&amp;rdquo; imbuhnya.



Dengan demikian, Presiden Jokowi mengharapkan kolaborasi yang lebih setara dan menguntungkan Indonesia.



Pasalnya, Indonesia mulai beranjak dari peran sebagai negara pengekspor barang mentah menjadi negara yang melakukan hilirisasi industri untuk mendapatkan nilai tambah.



&amp;ldquo;Ini bukan berarti Indonesia menutup diri melainkan Indonesia meningkatkan kerjasama dalam bentuk lain yang lebih setara dan saling menguntungkan. Itulah pesan Presiden,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
