<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indah Prakasa (INPS) Bukukan Rugi Rp74,7 Miliar pada 2022</title><description>PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) membukukan rugi bersih Rp74,77 miliar pada tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2817867/indah-prakasa-inps-bukukan-rugi-rp74-7-miliar-pada-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2817867/indah-prakasa-inps-bukukan-rugi-rp74-7-miliar-pada-2022"/><item><title>Indah Prakasa (INPS) Bukukan Rugi Rp74,7 Miliar pada 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2817867/indah-prakasa-inps-bukukan-rugi-rp74-7-miliar-pada-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/05/22/278/2817867/indah-prakasa-inps-bukukan-rugi-rp74-7-miliar-pada-2022</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/278/2817867/indah-prakasa-inps-bukukan-rugi-rp74-7-miliar-pada-2022-mtozUVVWqQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">INPS bukukan rugi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/278/2817867/indah-prakasa-inps-bukukan-rugi-rp74-7-miliar-pada-2022-mtozUVVWqQ.jpeg</image><title>INPS bukukan rugi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) membukukan rugi bersih Rp74,77 miliar pada tahun 2022. Rugi emiten logistik dan distributor bahan bakar minyak (BBM) membengkak 139,50% year-on-year (yoy) jika dibandingkan rugi tahun 2021 senilai Rp31,21 miliar.
Peningkatan rugi membuat INPS mencatatkan defisit saldo laba tahunan sebesar Rp184,09 miliar. Angka ini bertambah dari defisit rugi Rp110,25 miliar tahun 2021.

BACA JUGA:
42 Calon Emiten Antre IPO di BEI, 13 Perusahaan Punya Aset Jumbo


Kondisi ini terjadi meskipun pendapatan usaha INPS tumbuh 1,97% yoy menjadi Rp281,98 miliar pada 2022. Kontribusi keagenan BBM dan SPBU menyumbang porsi terbesar senilai Rp146,93 miliar, disusul transportasi-logistik Rp90,70 miliar.
Namun demikian, beban pokok INPS bertambah 5,09% yoy menjadi Rp244,79 miliar. Ini berlangsung akibat peningkatan biaya pembelian BBM, pelumas, hingga gas, demikian dikutip dari laporan keuangan, Senin (22/5/2023).

BACA JUGA:
Emiten Haji Isam (JARR) Cetak Laba Rp21,3 Miliar di Kuartal I-2023 


Kendati beban umum-administrasi berkurang, INPS mempunyai tanggungan kerugian atas penjualan aset tetap senilai Rp42,36 miliar, karena menjual di bawah harga perolehan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Beban pinjaman bank juga kian menggemuk menjadi Rp20,28 miliar, dari  tahun 2021 senilai Rp17,27 miliar. Dengan demikian, rugi sebelum pajak  menembus angka Rp74,48 miliar.
Dari sisi neraca, total aset INPS berkurang 25,27% yoy menjadi  Rp310,40 miliar. Jumlah utang (liabilitas) melandai 9,52% yoy di angka  Rp291,14 miliar, sedangkan modal (ekuitas) menyusut menjadi Rp19,34  miliar, dari Rp93,72 miliar.
Hingga 31 Desember 2022, INPS memiliki saldo kas senilai Rp2,41  miliar, alias bertambah dari posisi kas tahun sebelumnya. Salah satu  kontribusinya adalah perolehan hasil penjualan aset tetap.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) membukukan rugi bersih Rp74,77 miliar pada tahun 2022. Rugi emiten logistik dan distributor bahan bakar minyak (BBM) membengkak 139,50% year-on-year (yoy) jika dibandingkan rugi tahun 2021 senilai Rp31,21 miliar.
Peningkatan rugi membuat INPS mencatatkan defisit saldo laba tahunan sebesar Rp184,09 miliar. Angka ini bertambah dari defisit rugi Rp110,25 miliar tahun 2021.

BACA JUGA:
42 Calon Emiten Antre IPO di BEI, 13 Perusahaan Punya Aset Jumbo


Kondisi ini terjadi meskipun pendapatan usaha INPS tumbuh 1,97% yoy menjadi Rp281,98 miliar pada 2022. Kontribusi keagenan BBM dan SPBU menyumbang porsi terbesar senilai Rp146,93 miliar, disusul transportasi-logistik Rp90,70 miliar.
Namun demikian, beban pokok INPS bertambah 5,09% yoy menjadi Rp244,79 miliar. Ini berlangsung akibat peningkatan biaya pembelian BBM, pelumas, hingga gas, demikian dikutip dari laporan keuangan, Senin (22/5/2023).

BACA JUGA:
Emiten Haji Isam (JARR) Cetak Laba Rp21,3 Miliar di Kuartal I-2023 


Kendati beban umum-administrasi berkurang, INPS mempunyai tanggungan kerugian atas penjualan aset tetap senilai Rp42,36 miliar, karena menjual di bawah harga perolehan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Beban pinjaman bank juga kian menggemuk menjadi Rp20,28 miliar, dari  tahun 2021 senilai Rp17,27 miliar. Dengan demikian, rugi sebelum pajak  menembus angka Rp74,48 miliar.
Dari sisi neraca, total aset INPS berkurang 25,27% yoy menjadi  Rp310,40 miliar. Jumlah utang (liabilitas) melandai 9,52% yoy di angka  Rp291,14 miliar, sedangkan modal (ekuitas) menyusut menjadi Rp19,34  miliar, dari Rp93,72 miliar.
Hingga 31 Desember 2022, INPS memiliki saldo kas senilai Rp2,41  miliar, alias bertambah dari posisi kas tahun sebelumnya. Salah satu  kontribusinya adalah perolehan hasil penjualan aset tetap.</content:encoded></item></channel></rss>
